Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGUNAAN AKRONIM DALAM PROGRAM KELANA KOTA RADIO RASIKA <em>(ACRONYM USE IN KELANA KOTA RADIO RASIKA PROGRAM)</em>

View through CrossRef
Bahasa Indonesia berkembang pesat di kalangan penuturnya yang sangat kreatif. Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia ditunjukkan dengan munculnya berbagai akronim baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian dan proses pembentukan akronim yang dituturkan oleh penyiar dan pendengar radio Rasika 105.6 FM dalam program Kelana Kota. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan strategis, yaitu (1) pengumpulan atau penyediaan data, (2) analisis data, dan (3) penyajian hasil analisis data. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Pelaksanaan metode ini diikuti dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode padan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sebelas bentuk akronim yang digunakan dalam interaksi antara pendengar dan penyiar radio Rasika 105.6 FM Program Kelana Kota. Akronim yang digunakan, antara lain gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, dan kaladan. Akronimakronim tersebut memiliki tujuh pola pembentukan yang berbeda-beda. Tiga di antaranya merupakan pola pembentukan akronim baru. ABSTRACT Indonesian language develops rapidly in its very creative speakers. One of the developments is showed by the appearing of the various new acronyms. This research aimed to describe the use and the process of the acronym forming uttered by the broadcaster and the hearer in the Radio Rasika 105.6 FM in Kelana Kota program. There are three strategic stages in this research, (1) collecting data, (2) analizing data, and (3) reporting the result of the data analysis. The data is taken through deep-listening method. The basic technique of this method was tapping and followed by recording and note-taking. The data analysis in this research is described by applying matching method. The results shows that there are eleven acronyms used in the interaction between the hearer and the broadcaster of Rasika 105.6 FM Radio in Kelana Kota program. Some of the acronyms applied in the interaction are gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, and kaladan. Those acronyms formed by seven different patterns. Three of them are new patterns in forming the acronym.  
Balai Bahasa Jawa Tengah
Title: PENGGUNAAN AKRONIM DALAM PROGRAM KELANA KOTA RADIO RASIKA <em>(ACRONYM USE IN KELANA KOTA RADIO RASIKA PROGRAM)</em>
Description:
Bahasa Indonesia berkembang pesat di kalangan penuturnya yang sangat kreatif.
Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia ditunjukkan dengan munculnya berbagai akronim baru.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian dan proses pembentukan akronim yang dituturkan oleh penyiar dan pendengar radio Rasika 105.
6 FM dalam program Kelana Kota.
Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan strategis, yaitu (1) pengumpulan atau penyediaan data, (2) analisis data, dan (3) penyajian hasil analisis data.
Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak.
Pelaksanaan metode ini diikuti dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat.
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode padan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sebelas bentuk akronim yang digunakan dalam interaksi antara pendengar dan penyiar radio Rasika 105.
6 FM Program Kelana Kota.
Akronim yang digunakan, antara lain gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, dan kaladan.
Akronimakronim tersebut memiliki tujuh pola pembentukan yang berbeda-beda.
Tiga di antaranya merupakan pola pembentukan akronim baru.
 ABSTRACT Indonesian language develops rapidly in its very creative speakers.
One of the developments is showed by the appearing of the various new acronyms.
This research aimed to describe the use and the process of the acronym forming uttered by the broadcaster and the hearer in the Radio Rasika 105.
6 FM in Kelana Kota program.
There are three strategic stages in this research, (1) collecting data, (2) analizing data, and (3) reporting the result of the data analysis.
The data is taken through deep-listening method.
The basic technique of this method was tapping and followed by recording and note-taking.
The data analysis in this research is described by applying matching method.
The results shows that there are eleven acronyms used in the interaction between the hearer and the broadcaster of Rasika 105.
6 FM Radio in Kelana Kota program.
Some of the acronyms applied in the interaction are gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, and kaladan.
Those acronyms formed by seven different patterns.
Three of them are new patterns in forming the acronym.
 .

Related Results

Media Sosial Instagram sebagai Wadah Kegiatan Promosi Band Kelana
Media Sosial Instagram sebagai Wadah Kegiatan Promosi Band Kelana
Kelana Band is a band that was formed in 2021, which do promotional activities via Instagram or without being tied to label. This thesis raises the issue of how the newly developed...
Penggunaan Akronim "AUM" dalam Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan dengan Masyarakat
Penggunaan Akronim "AUM" dalam Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan dengan Masyarakat
Simbol atau istilah yang bercorak keagamaan digunakan dalam kontestasi politik di Indonesia, termasuk di Bali. Kabupaten Tabanan sejak dipimpin Bupati I Komang Gede Sanjaya bersama...
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PROGRAM MUTIARA HIKMAH DI RADIO RASIKA FM
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PROGRAM MUTIARA HIKMAH DI RADIO RASIKA FM
<p><em>This research is to know how communication strategy in program of Mutiara Hikmah at Radio Rasika Fm. The research used is qualitative research, taking place in R...
AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS
AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL: SUATU KAJIAN MORFOLOGIS
Penelitian ini berjudul, “ Akronim dalam Media Sosial: Suatu Kajian Morfologis”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengum...
Akronim Kuliner dalam Bahasa Indonesia
Akronim Kuliner dalam Bahasa Indonesia
Penelitian ini membahas permasalahan pembentukan akronim kuliner di Jawa Barat. Tumbuh pesat akronim di berbagai bidag termasuk di bidang kuliner di Jawa Barat tidak dapat di cegah...
MENGAPA SOCIOPRENEUR BUKAN SOCIAL ENTREPRENEUR?
MENGAPA SOCIOPRENEUR BUKAN SOCIAL ENTREPRENEUR?
Abstrak   Akronim sering digunakan di Indonesia oleh banyak kalangan, atau memberikan istilah baru pada sebuah aktifitas tertentu. Pemberian nama pada sebah aktifitas d...
Magnetohydrodynamics enhanced radio blackout mitigation system for spacecraft during planetary entries
Magnetohydrodynamics enhanced radio blackout mitigation system for spacecraft during planetary entries
(English) Spacecraft entering planetary atmospheres are enveloped by a plasma layer with high levels of ionization, caused by the extreme temperatures in the shock layer. The charg...
Interpretasi Masyarakat Terhadap Media Penyiaran Radio Di Desa Mekarjaya
Interpretasi Masyarakat Terhadap Media Penyiaran Radio Di Desa Mekarjaya
Dalam hal ini penulis juga mempunyai pendapat bahwa radio masih memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh televisi serta media lain radio dapat mempengaruhi imajinasi pendengarny...

Back to Top