Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Literatur Profil Farmakokinetika Sacubitril-Valsartan Pada Subjek Sehat dan Gagal Jantung

View through CrossRef
Abstract. Sacubitril-Valsartan is a first-class therapeutic agent for ARNI (Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitor) which can reduce blood pressure and reduce mortality and morbidity in patients with Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF). A combination of Neprilysin inhibitors (NEPi) and Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs) is required to reduce the increased bradykinin concentrations due to neprilysin inhibition. The success of Sacubitril-Valsartan therapy is determined by the dosage setting design taking into account pharmacokinetic factors. The pharmacokinetic profile of each individual may vary, influenced by differences in race/ethnicity, gender, age, drug interactions and physiological changes. This study aims to determine the pharmacokinetic parameters of the drug Sacubitril-Valsartan based on differences in race/ethnicity, sex, age, drug interactions, in subjects with impaired kidney function, and in subjects with heart failure. The method used for this study is the SLR (Systematic Literature Review) method. The articles used in this study were 10 journal articles obtained from the PMC database, Wiley, Springer Link. The results showed that race/ethnicity affects T1/2 longer in Caucasians, female sex has a longer T1/2, older people have a longer T1/2, Cmax, T1/2, AUC0-24h increased in impaired kidney function with decreased CL, Cmax and T1/2 increased in HFREF patients. Keywords: Pharmacokinetic, Sacubitril-Valsartan, Heart failure.   Abstrak. Sacubitril-Valsartan merupakan agen terapeutik kelas pertama ARNI (Angiotensin Reseptor-Neprilysin Inhibitor) yang dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan mortalitas dan morbiditas pada pasien Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF). Kombinasi Neprilysin inhibitor (NEPi) dan Angiotensin II Receptor Blockers (ARB) diperlukan untuk mengurangi konsentrasi bradikinin yang meningkat akibat penghambatan neprilysin. Keberhasilan terapi Sacubitril-Valsartan ditentukan oleh rancangan pengaturan dosis dengan mempertimbangkan faktor farmakokinetika. Profil farmakokinetika pada setiap individu dapat bervariasi dipengaruhi oleh perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter farmakokinetika obat Sacubitril-Valsartan berdasarkan perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan, pada subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan pada subjek gagal jantung. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 10 artikel jurnal yang diperoleh dari database PMC, Wiley, Springer Link. Hasil penelitian menunjukan bahwa ras/etnis mempengaruhi T1/2 lebih lama pada ras Kaukasia, jenis kelamin perempuan memiliki T1/2 lebih lama, usia tua memiliki T1/2 lebih lama, Cmax, T1/2, AUC0-24jam meningkat pada subjek gangguan fungsi ginjal dengan CL yang menurun, Cmax dan T1/2 meningkat pada pasien HFREF. Kata Kunci: Farmakokinetika, Sacubitril-Valsartan, Gagal Jantung.
Title: Kajian Literatur Profil Farmakokinetika Sacubitril-Valsartan Pada Subjek Sehat dan Gagal Jantung
Description:
Abstract.
Sacubitril-Valsartan is a first-class therapeutic agent for ARNI (Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitor) which can reduce blood pressure and reduce mortality and morbidity in patients with Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF).
A combination of Neprilysin inhibitors (NEPi) and Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs) is required to reduce the increased bradykinin concentrations due to neprilysin inhibition.
The success of Sacubitril-Valsartan therapy is determined by the dosage setting design taking into account pharmacokinetic factors.
The pharmacokinetic profile of each individual may vary, influenced by differences in race/ethnicity, gender, age, drug interactions and physiological changes.
This study aims to determine the pharmacokinetic parameters of the drug Sacubitril-Valsartan based on differences in race/ethnicity, sex, age, drug interactions, in subjects with impaired kidney function, and in subjects with heart failure.
The method used for this study is the SLR (Systematic Literature Review) method.
The articles used in this study were 10 journal articles obtained from the PMC database, Wiley, Springer Link.
The results showed that race/ethnicity affects T1/2 longer in Caucasians, female sex has a longer T1/2, older people have a longer T1/2, Cmax, T1/2, AUC0-24h increased in impaired kidney function with decreased CL, Cmax and T1/2 increased in HFREF patients.
Keywords: Pharmacokinetic, Sacubitril-Valsartan, Heart failure.
  Abstrak.
Sacubitril-Valsartan merupakan agen terapeutik kelas pertama ARNI (Angiotensin Reseptor-Neprilysin Inhibitor) yang dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan mortalitas dan morbiditas pada pasien Heart failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF).
Kombinasi Neprilysin inhibitor (NEPi) dan Angiotensin II Receptor Blockers (ARB) diperlukan untuk mengurangi konsentrasi bradikinin yang meningkat akibat penghambatan neprilysin.
Keberhasilan terapi Sacubitril-Valsartan ditentukan oleh rancangan pengaturan dosis dengan mempertimbangkan faktor farmakokinetika.
Profil farmakokinetika pada setiap individu dapat bervariasi dipengaruhi oleh perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan dan perubahan fisiologi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter farmakokinetika obat Sacubitril-Valsartan berdasarkan perbedaan ras/etnis, jenis kelamin, usia, interaksi obat-obatan, pada subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan pada subjek gagal jantung.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review).
Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 10 artikel jurnal yang diperoleh dari database PMC, Wiley, Springer Link.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ras/etnis mempengaruhi T1/2 lebih lama pada ras Kaukasia, jenis kelamin perempuan memiliki T1/2 lebih lama, usia tua memiliki T1/2 lebih lama, Cmax, T1/2, AUC0-24jam meningkat pada subjek gangguan fungsi ginjal dengan CL yang menurun, Cmax dan T1/2 meningkat pada pasien HFREF.
Kata Kunci: Farmakokinetika, Sacubitril-Valsartan, Gagal Jantung.

Related Results

Konsep Aksis Jantung dan Saluran Cerna: Hubungan Gangguan Keseimbangan Mikrobiota Saluran Cerna dan Gagal Jantung
Konsep Aksis Jantung dan Saluran Cerna: Hubungan Gangguan Keseimbangan Mikrobiota Saluran Cerna dan Gagal Jantung
Diperkirakan sekitar 64,3 juta pasien di dunia mengalami penyakit gagal jantung. Di negara berkembang, diperkirakan prevalensi orang yang diketahui menderita gagal jantung sebesar ...
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah kor...
Sistem Monitoring Detak Jantung dan Lokasi Pasien
Sistem Monitoring Detak Jantung dan Lokasi Pasien
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring detak jantung dan lokasi pasien untuk memantau kesehatan manusia. Salah satu aspek penting dalam kesehatan manusia ad...
Sacubitril/valsartan na insuficiência cardíaca: Impacto na mortalidade e hospitalização
Sacubitril/valsartan na insuficiência cardíaca: Impacto na mortalidade e hospitalização
A insuficiência cardíaca (IC) é uma condição prevalente e de alta morbimortalidade, demandando terapias eficazes que possam melhorar os desfechos clínicos dos pacientes. Este estud...
PS-R01-6: SUCCESSFUL ANTIHYPERTENSIVE TREATMENT USING SACUBITRIL/VALSARTAN ALONE IN A PATIENT WITH OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROME
PS-R01-6: SUCCESSFUL ANTIHYPERTENSIVE TREATMENT USING SACUBITRIL/VALSARTAN ALONE IN A PATIENT WITH OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROME
Obstructive sleep apnea syndrome (O-SAS) is one of the emerging non-communicable health hazards with high rates of morbidity and mortality. O-SAS is known to induce excessive activ...
Preventive and therapeutic correction of post-stroke cognitive disorders in patients with atrial fibrillation
Preventive and therapeutic correction of post-stroke cognitive disorders in patients with atrial fibrillation
Background. Cognitive decline (CD) during the recovery period of ischemic strokes in patients with atrial fibrillation (AF) is associated with left ventricular ejection fraction (L...

Back to Top