Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI “PADA SUATU HARI NANTI” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF

View through CrossRef
Kritik sosial pada puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono menggunakan pendekatan ekspresif merukapan sebuah representasi isi dari puisi tersebut, kritik sosial yang ada pada setiap bait puisi menandakan bahwa puisi ini begitu dalam pemaknaanya, hal tersebut sangat terlihat dari banyaknya kritik sosial yang ada, pandangan penulis dilihat dari eksistensi dan pengalaman pribadi juga memberikan sebuah pengaruh besar untuk mengetahui hal yang lebih spesifik lagi dalam puisi tersebut, penggunaan metode deskriptif kualitatif juga memudahkan peneliti untuk memahami setiap data informasi yang didapatkan, penggunaan teknik studi pustaka juga memberikan suatu kemudahan untuk peneliti mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitaian ini adalah kritik sosial yang di dalam puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono lebih mengomunikasi kepada pembaca atau masyarakat bahwa kematian itu akan datang, kapan dan dimanapun kita berada, hal itu menggugah atau menyadarkan masyarakat bahwa kematian itu pasti terjadi kepada semua orang dan semua orang pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini, oleh karena itu akan lebih baik untuk mempersiapkan dirinya, pemaknaan melalui pendekatan secara ekspresif, dalam puisi tersebut pengarang seperti memberikan suatu isyarat kepada orang terkasihnya, jika suatu hari nanti dia tiada, itu tidak akan membuat kekasihnya merasa kesepian atau sendirian, hal itu dikarenakan pengarang ingin mengatakan bahwa dia selalu berada di samping kekasihnya, dia akan selalu ada lewat banyak hal yang nantinya dapat dikenang oleh sang kekasih, dari hal tersebut kita tahu bahwa inti dari puisi ini adalah menggambarkan setelah kematian seseorang, apa yang ingin dia berikan dan yang ingin dia sampaikan.     
Title: KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI “PADA SUATU HARI NANTI” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF
Description:
Kritik sosial pada puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono menggunakan pendekatan ekspresif merukapan sebuah representasi isi dari puisi tersebut, kritik sosial yang ada pada setiap bait puisi menandakan bahwa puisi ini begitu dalam pemaknaanya, hal tersebut sangat terlihat dari banyaknya kritik sosial yang ada, pandangan penulis dilihat dari eksistensi dan pengalaman pribadi juga memberikan sebuah pengaruh besar untuk mengetahui hal yang lebih spesifik lagi dalam puisi tersebut, penggunaan metode deskriptif kualitatif juga memudahkan peneliti untuk memahami setiap data informasi yang didapatkan, penggunaan teknik studi pustaka juga memberikan suatu kemudahan untuk peneliti mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitian.
Hasil penelitaian ini adalah kritik sosial yang di dalam puisi “Pada Suatu Hari Nanti” karya Sapardi Djoko Damono lebih mengomunikasi kepada pembaca atau masyarakat bahwa kematian itu akan datang, kapan dan dimanapun kita berada, hal itu menggugah atau menyadarkan masyarakat bahwa kematian itu pasti terjadi kepada semua orang dan semua orang pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini, oleh karena itu akan lebih baik untuk mempersiapkan dirinya, pemaknaan melalui pendekatan secara ekspresif, dalam puisi tersebut pengarang seperti memberikan suatu isyarat kepada orang terkasihnya, jika suatu hari nanti dia tiada, itu tidak akan membuat kekasihnya merasa kesepian atau sendirian, hal itu dikarenakan pengarang ingin mengatakan bahwa dia selalu berada di samping kekasihnya, dia akan selalu ada lewat banyak hal yang nantinya dapat dikenang oleh sang kekasih, dari hal tersebut kita tahu bahwa inti dari puisi ini adalah menggambarkan setelah kematian seseorang, apa yang ingin dia berikan dan yang ingin dia sampaikan.
     .

Related Results

STILISTIKA DALAM PUISI “KITA SAKSIKAN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
STILISTIKA DALAM PUISI “KITA SAKSIKAN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana bentuk asonansi dan aliterasi dalam kumpulan puisi “Kita Saksikan” Karya Sardi Djoko Damono? (2) Bagaimana pemi...
Hawa, Taman, dan Cinta: Metafora Religiositas pada Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono
Hawa, Taman, dan Cinta: Metafora Religiositas pada Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono
AbstrakReligiositas menjadi tema yang sangat penting dalam puisi. Tema ini berkelindan mewujud bahasa figuratif dalam berbagai tataran, baik itu kata, frasa, kalimat, larik, bait, ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...

Back to Top