Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONDISI LINGKUNGAN DAN TERUMBU KARANG DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU

View through CrossRef
Kawasan Kepulauan Seribu merupakan bagian dari wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, terletak pada posisi geografis antara 106°25’-106°40’ BT dan 05°24’-05°45’ LS. Daerah perlindungan laut adalah daerah yang ditutup secara permanen di mana semua kegiatan penangkapan ikan dan kegiatan lain dilarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi lingkungan di daerah tersebut pada bulan April dan Juli 2007. Pengamatan kondisi ekosistem terumbu karang dilakukan dengan metode transek garis (line intercept transect) sepanjang 50 m sejajar garis pantai dan pengamatan kondisi oseanografi lima stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukan kondisi oseanografi di daerah perlindungan laut Pulau Pramuka layak untuk kehidupan biota laut dengan konsentrasi oksigenterlarut berkisar antara 2,55-4,19 mg/L, salinitas berkisar antara 32-32,5o/oo, kecerahan berkisar antara 2-10 m, dan derajat keasaman (pH) berkisar antara 7,85-7,99. Kondisi kesehatan karang adalah sedang dan baik dengan persentase tutupan karang berkisar antara 30-75%. Seribu Islands region located at 106°25’-106°40’ E and 05°24’-05°45’ S which is a part of Jakarta Province. Marine protected area is a closed site permanently where extractive activity is prohibited, mainly fishing activity and the aim of this program is to conserve coastal resource. The aim of this research was to know environmental condition of Pramuka Island marine protected area at Seribu Islands. The research was done at marine protected area of Pramuka Island in April and July 2007. Monitoring of coral reef ecosystem was done with line intercept transect method along 50 m parallel with shore line and oceanography condition at 5 stations. The result of this research shown that oceanography condition at marine protected area of Pramuka Island was suitable for marine biota life with dissolved oxygen between 2.55-4.19 mg/L, salinity between 32-32.5o/oo, transparency between 2- 10 m, and pH between 7.5-7.99. Coral reef healthy condition is medium and good with percent covered between 30-75%.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: KONDISI LINGKUNGAN DAN TERUMBU KARANG DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU
Description:
Kawasan Kepulauan Seribu merupakan bagian dari wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, terletak pada posisi geografis antara 106°25’-106°40’ BT dan 05°24’-05°45’ LS.
Daerah perlindungan laut adalah daerah yang ditutup secara permanen di mana semua kegiatan penangkapan ikan dan kegiatan lain dilarang.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi lingkungan di daerah tersebut pada bulan April dan Juli 2007.
Pengamatan kondisi ekosistem terumbu karang dilakukan dengan metode transek garis (line intercept transect) sepanjang 50 m sejajar garis pantai dan pengamatan kondisi oseanografi lima stasiun pengamatan.
Hasil penelitian menunjukan kondisi oseanografi di daerah perlindungan laut Pulau Pramuka layak untuk kehidupan biota laut dengan konsentrasi oksigenterlarut berkisar antara 2,55-4,19 mg/L, salinitas berkisar antara 32-32,5o/oo, kecerahan berkisar antara 2-10 m, dan derajat keasaman (pH) berkisar antara 7,85-7,99.
Kondisi kesehatan karang adalah sedang dan baik dengan persentase tutupan karang berkisar antara 30-75%.
 Seribu Islands region located at 106°25’-106°40’ E and 05°24’-05°45’ S which is a part of Jakarta Province.
Marine protected area is a closed site permanently where extractive activity is prohibited, mainly fishing activity and the aim of this program is to conserve coastal resource.
The aim of this research was to know environmental condition of Pramuka Island marine protected area at Seribu Islands.
The research was done at marine protected area of Pramuka Island in April and July 2007.
Monitoring of coral reef ecosystem was done with line intercept transect method along 50 m parallel with shore line and oceanography condition at 5 stations.
The result of this research shown that oceanography condition at marine protected area of Pramuka Island was suitable for marine biota life with dissolved oxygen between 2.
55-4.
19 mg/L, salinity between 32-32.
5o/oo, transparency between 2- 10 m, and pH between 7.
5-7.
99.
Coral reef healthy condition is medium and good with percent covered between 30-75%.

Related Results

KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunja...
Evaluasi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Pramuka: Tantangan dan Peluang Konservasi di Kawasan Kepulauan Seribu
Evaluasi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Pramuka: Tantangan dan Peluang Konservasi di Kawasan Kepulauan Seribu
Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang merupakan pusat administratif. Salah satu wisata yang terkenal dan menarik adalah wisata bahari. Ekosistem terumbu...
Monitoring Habitat Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran
Monitoring Habitat Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran
Provinsi Lampung merupakan bagian minor ekosistem terumbu karang, khususnya Pulau Pahawang yang merupakan destinasi wisata unggulan habitat terumbu karang. Maka dari itu, proses mo...
MENGUNGKAP DAYA TARIK PULAU PRAMUKA: KEBUTUHAN DAN HARAPAN WISATAWAN
MENGUNGKAP DAYA TARIK PULAU PRAMUKA: KEBUTUHAN DAN HARAPAN WISATAWAN
Pulau Pramuka, yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta, merupakan destinasi wisata unggulan dengan keindahan alam yang menawan serta kekayaan budaya lokal. Penelitian ini bertuj...
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi
Aktifitas penambangan terumbu karang dan pemboman ikan di perairan Desa Tol-toli telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun aktifitas tersebut sudah terhenti namun damp...
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
Foraminifera telah banyak digunakan sebagai indikator kualitas perairan sekitar terumbu karang di Indonesia berdasarkan perbandingan kelompok foraminifera bentonik tertentu. Studi ...

Back to Top