Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kuasa semu laki-laki dalam Pengakuan Pariyem, Malam Terakhir, dan Baju: kajian bandingan berparas feminisme

View through CrossRef
Karya sastra selalu muncul membawa makna yang salah satunya berhubungan dengan kehidupan sosial. Hadirnya tokoh perempuan dalam teks sastra berkaitan dengan fenomena sosial masyarakat yang patriarki. Tiga prosa Pengakuan Pariyem, Malam Terakhir dan Baju menghadirkan tokoh perempuan dalam teks dengan dominasi kuasa laki-laki. Berkenaan dengan hal itu, masalah dalam kajian ini adalah bagaimana posisi perempuan direpresentasikan dalam ketiga cerita tersebut; adakah keterkaitannya dengan kuasa laki-laki. Ketiganya akan dibandingkan unsur tema, tokoh dan penokohan dengan pendekatan struktural. Untuk mempertajam analisa sekaligus mengungkapkan makna lain di balik ketiga karya tersebut akan dikaji dengan teori feminisme Simone de Beauvoir. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kekuasaan tokoh laki-laki dalam tiga karya tersebut hanya hal yang semu. Mereka bersembunyi dibalik kekuatan dan kekuasaan sehingga memarginalkan tokoh perempuan. Tokoh perempuan memiliki keberanian yang sebenarnya tidak dimiliki oleh laki-laki dan secara tidak langsung justru menjadi pemenang dalam permainan dominasi kuasa laki-laki.
State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel
Title: Kuasa semu laki-laki dalam Pengakuan Pariyem, Malam Terakhir, dan Baju: kajian bandingan berparas feminisme
Description:
Karya sastra selalu muncul membawa makna yang salah satunya berhubungan dengan kehidupan sosial.
Hadirnya tokoh perempuan dalam teks sastra berkaitan dengan fenomena sosial masyarakat yang patriarki.
Tiga prosa Pengakuan Pariyem, Malam Terakhir dan Baju menghadirkan tokoh perempuan dalam teks dengan dominasi kuasa laki-laki.
Berkenaan dengan hal itu, masalah dalam kajian ini adalah bagaimana posisi perempuan direpresentasikan dalam ketiga cerita tersebut; adakah keterkaitannya dengan kuasa laki-laki.
Ketiganya akan dibandingkan unsur tema, tokoh dan penokohan dengan pendekatan struktural.
Untuk mempertajam analisa sekaligus mengungkapkan makna lain di balik ketiga karya tersebut akan dikaji dengan teori feminisme Simone de Beauvoir.
Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kekuasaan tokoh laki-laki dalam tiga karya tersebut hanya hal yang semu.
Mereka bersembunyi dibalik kekuatan dan kekuasaan sehingga memarginalkan tokoh perempuan.
Tokoh perempuan memiliki keberanian yang sebenarnya tidak dimiliki oleh laki-laki dan secara tidak langsung justru menjadi pemenang dalam permainan dominasi kuasa laki-laki.

Related Results

PERILAKU SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PENGAKUAN PARIYEM KARYA LINUS SURYADI
PERILAKU SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PENGAKUAN PARIYEM KARYA LINUS SURYADI
ABSTRACT This study aims to reveal the social behavior and the factors that influence the social behavior of the main character in Pengakuan Pariyem novel by Linus Suryadi. To a...
Entrepreneurship pada Masyarakat Kelompok Tani Melalui Pendidikan Koloman Sholawatan
Entrepreneurship pada Masyarakat Kelompok Tani Melalui Pendidikan Koloman Sholawatan
Madura adalah sebutan daerah kepulauan untuk sebuah pulau kecil di seberang utara Surabaya. Sebagai daerah kepulauan, Madura dikenal memiliki banyak sistem dan nilai lokalitas. Sal...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penguatan Identitas Gender pada Siswa Laki-laki Melalui Kehadiran Guru Laki-laki di Tingkat PAUD
Penguatan Identitas Gender pada Siswa Laki-laki Melalui Kehadiran Guru Laki-laki di Tingkat PAUD
Abstract: Gender identity typically aware at the age of two and will strengthen until about five years old. It is important for parents and teacher of early childhood education to ...
Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto
Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia  ke dalam bentuk film. Metode...
MALAM BAKOHAK : TRADISI LOKAL MALAM PELEPASAN MASA LAJANG DI DESA LOPAK AUR
MALAM BAKOHAK : TRADISI LOKAL MALAM PELEPASAN MASA LAJANG DI DESA LOPAK AUR
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna, tahapan dalam proses tradisi malam bakohak serta pandangan masyarakat Desa Lopak Aur mengenai tradisi malam bakohak. Penelitian ini merup...
Pengaruh Konsep Feminisme Liberal Eudoria Terhadap Enola dalam Film Enola Holmes
Pengaruh Konsep Feminisme Liberal Eudoria Terhadap Enola dalam Film Enola Holmes
Banyak kajian sastra feminis yang menempatkan tokoh utama sebagai pusat pembahasannya. Namun beberapa penelitian mengabaikan peran karakter minor. Faktanya, tokoh utama tidak bisa ...

Back to Top