Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Upaya Penanganan Permukiman Kumuh

View through CrossRef
abstract. Slum settlements are settlements that are unfit for habitation because they do not meet the requirements for housing both technically and non-technically. A slum settlement can be said to be the embodiment of poverty, because generally it is in slum settlements that poor people live and we often encounter them in urban areas. Kebon Jayanti sub-district is designated as a slum area in Kiaracondong District, Bandung City, so it is necessary to handle slum settlements in accordance with the environmental characteristics of Kebon Jayanti sub-district with the aim of formulating efforts to handle slum areas in Kebon Jayanti sub-district. The methods and analysis carried out are quantitative and qualitative approaches with a weighting system in the process of calculating slum levels. Meanwhile, to determine the treatment efforts used are identifying existing areas and calculating the level of slums. So the results of this research show that the level of slums is in the light slum category with the legality of the land being legal and other considerations being high. The effort to handle the results of this research is to carry out restoration work to repair and rebuild housing and settlements into livable housing and settlements. Abstrak. Pemukiman kumuh adalah pemukiman yang tidak layak huni karena tidak memenuhi persyaratan untuk hunian baik secara teknis maupun non teknis. Suatu pemukiman kumuh dapat dikatakan sebagai pengejawantahan dari kemiskinan, karena pada umumnya di pemukiman kumuhlah masyarakat miskin tinggal dan banyak kita jumpai di kawasan perkotaan. Kelurahan Kebon Jayanti ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh di Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung sehingga perlu dilakukannya penanganan permukiman kumuh sesuai dengan kondisi karakteristik lingkungan di Kelurahan Kebon Jayanti dengan tujuan untuk merumuskan upaya penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kebon Jayanti. Metode dan analisis yang dilakukan adalah metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan sistem pembobotan dalam proses perhitungan tingkat kekumuhan. Sedangkan untuk menentukan upaya penanganan yang digunakan adalah identifikasi eksisiting dan perhitungan tingkat kekumuhan. Sehingga hasil dari penelitian ini, tingkat kekumuhan termasuk kategori kumuh ringan dengan legalitas lahan yaitu legal dan pertimbangan lainnya adalah tinggi. upaya penanganan dari hasil penelitian ini yaitu dengan melakukan pemugaran yang dilakukan untuk Perbaikan dan Pembangunan kembali Perumahan dan Permukiman menjadi Perumahan dan Permukiman yang layak huni.
Title: Upaya Penanganan Permukiman Kumuh
Description:
abstract.
Slum settlements are settlements that are unfit for habitation because they do not meet the requirements for housing both technically and non-technically.
A slum settlement can be said to be the embodiment of poverty, because generally it is in slum settlements that poor people live and we often encounter them in urban areas.
Kebon Jayanti sub-district is designated as a slum area in Kiaracondong District, Bandung City, so it is necessary to handle slum settlements in accordance with the environmental characteristics of Kebon Jayanti sub-district with the aim of formulating efforts to handle slum areas in Kebon Jayanti sub-district.
The methods and analysis carried out are quantitative and qualitative approaches with a weighting system in the process of calculating slum levels.
Meanwhile, to determine the treatment efforts used are identifying existing areas and calculating the level of slums.
So the results of this research show that the level of slums is in the light slum category with the legality of the land being legal and other considerations being high.
The effort to handle the results of this research is to carry out restoration work to repair and rebuild housing and settlements into livable housing and settlements.
Abstrak.
Pemukiman kumuh adalah pemukiman yang tidak layak huni karena tidak memenuhi persyaratan untuk hunian baik secara teknis maupun non teknis.
Suatu pemukiman kumuh dapat dikatakan sebagai pengejawantahan dari kemiskinan, karena pada umumnya di pemukiman kumuhlah masyarakat miskin tinggal dan banyak kita jumpai di kawasan perkotaan.
Kelurahan Kebon Jayanti ditetapkan sebagai kawasan permukiman kumuh di Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung sehingga perlu dilakukannya penanganan permukiman kumuh sesuai dengan kondisi karakteristik lingkungan di Kelurahan Kebon Jayanti dengan tujuan untuk merumuskan upaya penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kebon Jayanti.
Metode dan analisis yang dilakukan adalah metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan sistem pembobotan dalam proses perhitungan tingkat kekumuhan.
Sedangkan untuk menentukan upaya penanganan yang digunakan adalah identifikasi eksisiting dan perhitungan tingkat kekumuhan.
Sehingga hasil dari penelitian ini, tingkat kekumuhan termasuk kategori kumuh ringan dengan legalitas lahan yaitu legal dan pertimbangan lainnya adalah tinggi.
upaya penanganan dari hasil penelitian ini yaitu dengan melakukan pemugaran yang dilakukan untuk Perbaikan dan Pembangunan kembali Perumahan dan Permukiman menjadi Perumahan dan Permukiman yang layak huni.

Related Results

Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKPK) Merupakan pendukung Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020 –...
Permukiman Kumuh Perkotaan: Penyebab, Dampak Dan Solusi
Permukiman Kumuh Perkotaan: Penyebab, Dampak Dan Solusi
Permukiman kumuh perkotaan dapat dikatakan sebagai wilayah permukiman yang tidak layak huni, baik dari aspek fisik maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pen...
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram
Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan ya...
PEMODELAN DASYMETRIC UNTUK IDENTIFIKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR
PEMODELAN DASYMETRIC UNTUK IDENTIFIKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR
Keberadaan kawasan kumuh di wilayah perkotaan perlu menjadi perhatian dalam mengembangkan kota dan tempat tinggal yang berkelanjutan. Balikpapan merupakan kota yang berpotensi berk...
Sistem Informasi Geografis Kumuh Kota Ketapang
Sistem Informasi Geografis Kumuh Kota Ketapang
Perencanaan dan pengembangan suatu kawasan khususnnya permukiman kumuh tentu memerlukan peta gambaran detail dari kawasan yang akan dikembangkan. Gambaran detail ini dapat diperole...
Peremajaan Permukiman Kumuh Dengan Penerapan Konsep Ecovillage
Peremajaan Permukiman Kumuh Dengan Penerapan Konsep Ecovillage
Permukiman kumuh merupakan salah satu masalah yang dapat timbul dalam suatu kota atau kabupaten. Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung menjadi salah satu wilayah yang menghadapi masal...
Pemetaan Permukiman Kumuh Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kota Singaraja
Pemetaan Permukiman Kumuh Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Kota Singaraja
Permasalahan kekumuhan di perkotaan tidak mudah untuk diatasi. Kota Singaraja merupakan wilayah sentral bisnis distrik yang memiliki perkembangan pembangunan tinggi, dikarenakan ad...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...

Back to Top