Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Komunikasi Koordinasi Penyuluh dan Pendamping Buruan SAE Kota Bandung

View through CrossRef
Abstract. This study addresses the issue of coordination communication between agricultural extension officers and program facilitators in the implementation of the "Buruan SAE" Program by the Food Security and Agriculture Office of Bandung City. The program aims to promote household food security through the utilization of home yards. The imbalance of roles that emerged following the formation of the facilitation team has affected the effectiveness of coordination. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The findings show that internal communication functions fairly well despite challenges such as differences in perception and time constraints. Communication is conducted both formally and informally, vertically and horizontally, including through WhatsApp. Public communication is also effective through social media, face-to-face interactions, and participatory events. The success of the program is supported by leadership, a routine reporting system, and community participation. Buruan SAE is considered exemplary for its sustainability, cross-sectoral collaboration, and recognition at both national and international levels.   Abstrak. Penelitian ini membahas permasalahan komunikasi koordinasi antara penyuluh dan pendamping dalam pelaksanaan Program “Buruan SAE” di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, sebagai program ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Ketidakseimbangan tugas sejak terbentuknya tim pendamping memengaruhi efektivitas koordinasi. Metode penelitian yang digunakan Kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan komunikasi internal berjalan cukup baik meski menghadapi hambatan seperti perbedaan persepsi dan keterbatasan waktu. Komunikasi dilakukan secara formal dan informal, baik vertikal maupun horizontal, termasuk melalui WhatsApp. Komunikasi publik juga efektif lewat media sosial, tatap muka, dan event partisipatif. Keberhasilan program didukung oleh kepemimpinan, sistem pelaporan rutin, dan partisipasi masyarakat. Buruan SAE dinilai unggul karena berkelanjutan, lintas sektor, dan diakui secara nasional dan internasional.  
Title: Komunikasi Koordinasi Penyuluh dan Pendamping Buruan SAE Kota Bandung
Description:
Abstract.
This study addresses the issue of coordination communication between agricultural extension officers and program facilitators in the implementation of the "Buruan SAE" Program by the Food Security and Agriculture Office of Bandung City.
The program aims to promote household food security through the utilization of home yards.
The imbalance of roles that emerged following the formation of the facilitation team has affected the effectiveness of coordination.
This research employs a qualitative method with a case study approach.
Data were collected through interviews, observation, and documentation.
The findings show that internal communication functions fairly well despite challenges such as differences in perception and time constraints.
Communication is conducted both formally and informally, vertically and horizontally, including through WhatsApp.
Public communication is also effective through social media, face-to-face interactions, and participatory events.
The success of the program is supported by leadership, a routine reporting system, and community participation.
Buruan SAE is considered exemplary for its sustainability, cross-sectoral collaboration, and recognition at both national and international levels.
  Abstrak.
Penelitian ini membahas permasalahan komunikasi koordinasi antara penyuluh dan pendamping dalam pelaksanaan Program “Buruan SAE” di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, sebagai program ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Ketidakseimbangan tugas sejak terbentuknya tim pendamping memengaruhi efektivitas koordinasi.
Metode penelitian yang digunakan Kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil menunjukkan komunikasi internal berjalan cukup baik meski menghadapi hambatan seperti perbedaan persepsi dan keterbatasan waktu.
Komunikasi dilakukan secara formal dan informal, baik vertikal maupun horizontal, termasuk melalui WhatsApp.
Komunikasi publik juga efektif lewat media sosial, tatap muka, dan event partisipatif.
Keberhasilan program didukung oleh kepemimpinan, sistem pelaporan rutin, dan partisipasi masyarakat.
Buruan SAE dinilai unggul karena berkelanjutan, lintas sektor, dan diakui secara nasional dan internasional.
 .

Related Results

Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Pelatihan Media Literasi Digital Bagi Pengelola “Buruan Sae” Di Kelurahan Palasari Bandung
Pelatihan Media Literasi Digital Bagi Pengelola “Buruan Sae” Di Kelurahan Palasari Bandung
Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) merupakan program urban farming terintegrasi yang diinisiasi oleh dinas pangan dan pertanian (DISPANGTAN) kota Bandung. Program Buruan�...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran a...
Tantangan Menjadi Penyuluh Kekinian di Era Disrupsi
Tantangan Menjadi Penyuluh Kekinian di Era Disrupsi
Perkembangan sektor pertanian saat ini dihadapkan dengan berbagai dilema terkait dengan revolusi teknologi 4.0, seperti disrupsi, perubahan iklim, pandemi Covid-19, bencana alam, k...
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Penyuluh Pertanian Sektor Peternakan Di Kabupaten Lima Puluh Kota
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Penyuluh Pertanian Sektor Peternakan Di Kabupaten Lima Puluh Kota
Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi role model dalam pengembangan usaha peternakan. Namun kondisi di lapangan menggambarkan bahwa tingkat pengembangan usaha peternakan belum sesuai d...
Pengaruh Stres Kerja terhadap Produktivitas Kerja
Pengaruh Stres Kerja terhadap Produktivitas Kerja
Abstract. This research was conducted on extension workers of the Ministry of Religion in the district II in Bandung. After the authors conducted a pre-survey by distributing quest...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...

Back to Top