Javascript must be enabled to continue!
Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Aparatur Desa
View through CrossRef
Latar Belakang :
Keterbatasan Pemahaman Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Banyak aparatur desa belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Hal ini mengakibatkan perencanaan pembangunan desa seringkali berfokus pada kebutuhan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.
Metode Pelaksanaan : Melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik aparatur desa. Menganalisis kondisi dan potensi desa dan Menyusun materi pelatihan yang relevan dan kontekstual. Pelatihan Dasar Konsep Pembangunan Berkelanjutan: Menyelenggarakan workshop tentang prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Memperkenalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diskusi tentang relevansi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa
Hasil : 85% aparatur desa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang konsep pembangunan berkelanjutan. 70% mampu mengidentifikasi minimal 3 aspek utama pembangunan berkelanjutan (ekonomi, sosial, lingkungan). 75% aparatur desa berhasil menyusun visi dan misi desa yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan. 60% menunjukkan kemampuan dalam melakukan analisis SWOT desa dengan perspektif keberlanjutan.
Kesimpulan : Peningkatan Kapasitas yang Signifikan: Program peningkatan kapasitas aparatur desa dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan telah menunjukkan hasil yang positif. Terjadi peningkatan pemahaman konsep, kemampuan perencanaan strategis, dan integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam rencana pembangunan desa. Integrasi SDGs yang Progresif: Aparatur desa telah mulai mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam perencanaan desa, menunjukkan kesadaran akan pentingnya keselarasan pembangunan lokal dengan agenda global
Information Technology and Science (ITScience)
Title: Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Aparatur Desa
Description:
Latar Belakang :
Keterbatasan Pemahaman Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Banyak aparatur desa belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Hal ini mengakibatkan perencanaan pembangunan desa seringkali berfokus pada kebutuhan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.
Metode Pelaksanaan : Melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik aparatur desa.
Menganalisis kondisi dan potensi desa dan Menyusun materi pelatihan yang relevan dan kontekstual.
Pelatihan Dasar Konsep Pembangunan Berkelanjutan: Menyelenggarakan workshop tentang prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Memperkenalkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Diskusi tentang relevansi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa
Hasil : 85% aparatur desa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang konsep pembangunan berkelanjutan.
70% mampu mengidentifikasi minimal 3 aspek utama pembangunan berkelanjutan (ekonomi, sosial, lingkungan).
75% aparatur desa berhasil menyusun visi dan misi desa yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan.
60% menunjukkan kemampuan dalam melakukan analisis SWOT desa dengan perspektif keberlanjutan.
Kesimpulan : Peningkatan Kapasitas yang Signifikan: Program peningkatan kapasitas aparatur desa dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan telah menunjukkan hasil yang positif.
Terjadi peningkatan pemahaman konsep, kemampuan perencanaan strategis, dan integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam rencana pembangunan desa.
Integrasi SDGs yang Progresif: Aparatur desa telah mulai mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam perencanaan desa, menunjukkan kesadaran akan pentingnya keselarasan pembangunan lokal dengan agenda global.
Related Results
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Implementasi Disiplin Aparatur Desa di Desa Gantar Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu
Implementasi Disiplin Aparatur Desa di Desa Gantar Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu
AbstractThe performance of village office staffs that still has many weakness related to the recruitment which was based on the family relation and not based on professionalism and...
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARA PEMBANGUNAN ( MUSREMBANG ) DESA DI DESA LEPPANGENG KECEMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARA PEMBANGUNAN ( MUSREMBANG ) DESA DI DESA LEPPANGENG KECEMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Musrenbang adalah forum antarpelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan Daerah. Musrenbang diatur dalam Undang-Undang no. 25 tahun 2004 tenta...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Evaluasi Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu
Evaluasi Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang harus di Evaluasi yang dilakukan terhadap Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan untuk mengeta...
Pengaruh Beban Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Aparatur Desa di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka (Studi Kasus Pada Desa Nita, Desa Nitakloang, Desa Tebuk dan Desa Lusitada)
Pengaruh Beban Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Aparatur Desa di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka (Studi Kasus Pada Desa Nita, Desa Nitakloang, Desa Tebuk dan Desa Lusitada)
Latar belakang penelitian ini adalah belum maksimalnya kinerja Aparatur Pemerintah Desa di Kecamatan Nita. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran kinerja aparatur,...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...


