Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSONIFIKASI DALAM “WASF AL-LAYL” PUISI IMRU’U AL-QAYS DAN “DUHAI MALAM” LIRIK CIPTAAN AD SAMAD

View through CrossRef
ABSTRAK Keindahan sesuatu karya itu dapat dilihat pada penggunaan kata yang menyimpang daripada makna sebenar. Personifikasi adalah antara gaya bahasa yang mendukung konsep penggunaan kata yang menyimpang daripada makna asal. Fungsi personifikasi ini mirip dengan gaya bahasa isticarah yang terdapat dalam kesusasteraan Arab. Ia mendukung fungsi yang sama dengan gaya bahasa personifikasi dalam kesusasteraan Melayu. Gaya bahasa personifikasi merupakan pemberian atau penyerapan sifat manusia kepada benda tidak bernyawa atau sesuatu yang abstrak untuk mendapatkan kesan seni. Oleh itu, makalah ini menganalisis konsep personifikasi dalam kesusasteraan Arab dan kesusasteraan Melayu. Selain itu, makalah ini turut menganalisis persamaan dan perbezaan konsep tersebut dalam “Wasf Al-Layl” Bait Puisi Imru’ Al-Qays dan “Duhai Malam” lirik ciptaan Ad Samad. Kajian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dan pendekatan bandingan. Kajian ini mendapati bahawa fungsi gaya bahasa ist’arah dalam kesusasteraan Arab adalah sama dengan gaya bahasa personifikasi dalam kesusasteraan Melayu. Daripada kedua-dua teks ini, jelas menunjukkan bahawa kedua-dua pengkarya memberikan sifat manusia kepada ‘malam.’ Penggunaan konsep personifikasi pada kedua-dua teks bertujuan untuk menjelaskan makna dan menjadikan karya mempunyai nilai keindahan. Dari sudut lain, Imru’u al-Qays dalam bait puisinya mengungkapkan ‘malam’ dengan pelbagai gambaran, manakala Ad Samad dalam lirik lagu “Duhai Malam” hanya menggambarkan ‘malam’ seperti manusia.  ABSTRACT The beauty of a work can be seen in the use of words that deviate from the true meaning. Personification is a language of style that supports the concept of using words that deviate from the original meaning. The function of personification is similar to the style of isticarah in Arabic literature. It has the same function as the personification style of language in Malay literature. Personification style of language is giving or absorption of human actions to inanimate objects or abstract for artistic effect. Therefore, this paper analyzes the concept of personification in Arabic literature and Malay literature. In addition, this paper also analyzes the similarities and differences in that concept in “Wasf Al-Layl” poetry by Imru 'Al-Qays and “Duhai Malam” lyrics written by Ad Samad. This study uses qualitative and comparative approaches. The study found that the function of language style isticarah in Arabic literature is same with the personification style of language in Malay literature. From these two texts, clearly shows that the two artists gave human act to ‘night.’ The use of the concept of personification in both text aims to explain the meaning and makes the work has value of beauty. From another side, Imru’u al-Qays in his poetry reveals ‘night’ with various pictures, while Ad Samad in the lyrics “Duhai Malam” just reflects the ‘night’ as a human being.
Title: PERSONIFIKASI DALAM “WASF AL-LAYL” PUISI IMRU’U AL-QAYS DAN “DUHAI MALAM” LIRIK CIPTAAN AD SAMAD
Description:
ABSTRAK Keindahan sesuatu karya itu dapat dilihat pada penggunaan kata yang menyimpang daripada makna sebenar.
Personifikasi adalah antara gaya bahasa yang mendukung konsep penggunaan kata yang menyimpang daripada makna asal.
Fungsi personifikasi ini mirip dengan gaya bahasa isticarah yang terdapat dalam kesusasteraan Arab.
Ia mendukung fungsi yang sama dengan gaya bahasa personifikasi dalam kesusasteraan Melayu.
Gaya bahasa personifikasi merupakan pemberian atau penyerapan sifat manusia kepada benda tidak bernyawa atau sesuatu yang abstrak untuk mendapatkan kesan seni.
Oleh itu, makalah ini menganalisis konsep personifikasi dalam kesusasteraan Arab dan kesusasteraan Melayu.
Selain itu, makalah ini turut menganalisis persamaan dan perbezaan konsep tersebut dalam “Wasf Al-Layl” Bait Puisi Imru’ Al-Qays dan “Duhai Malam” lirik ciptaan Ad Samad.
Kajian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dan pendekatan bandingan.
Kajian ini mendapati bahawa fungsi gaya bahasa ist’arah dalam kesusasteraan Arab adalah sama dengan gaya bahasa personifikasi dalam kesusasteraan Melayu.
Daripada kedua-dua teks ini, jelas menunjukkan bahawa kedua-dua pengkarya memberikan sifat manusia kepada ‘malam.
’ Penggunaan konsep personifikasi pada kedua-dua teks bertujuan untuk menjelaskan makna dan menjadikan karya mempunyai nilai keindahan.
Dari sudut lain, Imru’u al-Qays dalam bait puisinya mengungkapkan ‘malam’ dengan pelbagai gambaran, manakala Ad Samad dalam lirik lagu “Duhai Malam” hanya menggambarkan ‘malam’ seperti manusia.
 ABSTRACT The beauty of a work can be seen in the use of words that deviate from the true meaning.
Personification is a language of style that supports the concept of using words that deviate from the original meaning.
The function of personification is similar to the style of isticarah in Arabic literature.
It has the same function as the personification style of language in Malay literature.
Personification style of language is giving or absorption of human actions to inanimate objects or abstract for artistic effect.
Therefore, this paper analyzes the concept of personification in Arabic literature and Malay literature.
In addition, this paper also analyzes the similarities and differences in that concept in “Wasf Al-Layl” poetry by Imru 'Al-Qays and “Duhai Malam” lyrics written by Ad Samad.
This study uses qualitative and comparative approaches.
The study found that the function of language style isticarah in Arabic literature is same with the personification style of language in Malay literature.
From these two texts, clearly shows that the two artists gave human act to ‘night.
’ The use of the concept of personification in both text aims to explain the meaning and makes the work has value of beauty.
From another side, Imru’u al-Qays in his poetry reveals ‘night’ with various pictures, while Ad Samad in the lyrics “Duhai Malam” just reflects the ‘night’ as a human being.

Related Results

APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Musik adalah karya seni yang berupa bunyi atau suara yang disusun dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang memiliki kesatuan dan kesinambung...
Gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu ”Mahameru” karya Dewa 19
Gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu ”Mahameru” karya Dewa 19
Penelitian ini membahas penerapan gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu Mahameru yang dipopulerkan oleh grup musik Dewa 19, dengan tujuan memahami bagaimana elemen kebahasaan ...
Personifikasi dalam Lirik Lagu karya Rekah : Kajian Semansintaksis
Personifikasi dalam Lirik Lagu karya Rekah : Kajian Semansintaksis
Penelitian ini mengkaji penggunaan gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu karya Rekah dengan pendekatan semansintaksis, yakni gabungan analisis sintaksis dan semantik. Personif...

Back to Top