Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengembangan Nanokomposit Berbasis Nanoselulosa dan Nanokarbon sebagai Material Fungsional

View through CrossRef
Nanokomposit berbasis nanokarbon berpotensi menghasilkan produk yang lebih inovatif dan unggul. Carbon Nanotube (CNT) merupakan salah satu nanokarbon berstruktur selimut heksagonal karbon dan berbentuk tubular dengan susunan atom karbon paralel dengan arah tubularnya. Keunggulan karakteristik intrinsik dari CNT melahirkan karakteristik unik seperti sifat elektronik, optik, dan magnetik yang tidak ditemukan di nanoselulosa. CNT berukuran 1–100 nm tidak dapat berdiri sendiri sehingga pengembangan nanokomposit menjadi penting dilakukan untuk menghasilkan material dengan sifat baru. Berdasarkan latar belakang permasalahan lingkungan dan energi, serta potensi nanoselulosa dan nanokarbon, pada naskah orasi ini disampaikan pemanfaatan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nanokarbon sebagai material fungsional. Bioselulosa mempunyai potensi besar sebagai kemasan yang ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang tidak dapat didegradasi secara alami. Sementara itu, nanokomposit CNT merupakan material fotokatalis dan support elektrokatalis yang dapat digunakan sebagai pengganti carbon black pada sel bahan bakar berbasis polimer. Naskah orasi ini memaparkan perkembangan iptek dan potensi nanoselulosa dan nanokarbon, pengembangan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nanokarbon, serta peluang pemanfaatan nanoselulosa dan nanokarbon di Indonesia, yang akan disampaikan pada Bab II–IV.
Penerbit BRIN
Title: Pengembangan Nanokomposit Berbasis Nanoselulosa dan Nanokarbon sebagai Material Fungsional
Description:
Nanokomposit berbasis nanokarbon berpotensi menghasilkan produk yang lebih inovatif dan unggul.
Carbon Nanotube (CNT) merupakan salah satu nanokarbon berstruktur selimut heksagonal karbon dan berbentuk tubular dengan susunan atom karbon paralel dengan arah tubularnya.
Keunggulan karakteristik intrinsik dari CNT melahirkan karakteristik unik seperti sifat elektronik, optik, dan magnetik yang tidak ditemukan di nanoselulosa.
CNT berukuran 1–100 nm tidak dapat berdiri sendiri sehingga pengembangan nanokomposit menjadi penting dilakukan untuk menghasilkan material dengan sifat baru.
Berdasarkan latar belakang permasalahan lingkungan dan energi, serta potensi nanoselulosa dan nanokarbon, pada naskah orasi ini disampaikan pemanfaatan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nanokarbon sebagai material fungsional.
Bioselulosa mempunyai potensi besar sebagai kemasan yang ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang tidak dapat didegradasi secara alami.
Sementara itu, nanokomposit CNT merupakan material fotokatalis dan support elektrokatalis yang dapat digunakan sebagai pengganti carbon black pada sel bahan bakar berbasis polimer.
Naskah orasi ini memaparkan perkembangan iptek dan potensi nanoselulosa dan nanokarbon, pengembangan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nanokarbon, serta peluang pemanfaatan nanoselulosa dan nanokarbon di Indonesia, yang akan disampaikan pada Bab II–IV.

Related Results

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOSELULOSA SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN PENGUAT MATERIAL KEDOKTERAN GIGI
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOSELULOSA SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN PENGUAT MATERIAL KEDOKTERAN GIGI
Latar belakang: Tanaman padi merupakan tanaman pangan pokok yang banyak tumbuh di Indonesia. Limbah pertanian seperti sekam padi dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan selulosa. Selu...
Sintesis Nanokomposit Fe3O4/TiO2 Sebagai Fotokatalis yang Dapat Diambil Kembali Dalam Fotoreduksi Limbah Ion Perak(I)
Sintesis Nanokomposit Fe3O4/TiO2 Sebagai Fotokatalis yang Dapat Diambil Kembali Dalam Fotoreduksi Limbah Ion Perak(I)
Sintesis nanokomposit Fe3O4/TiO2 sebagai fotokatalis yang dapat diambil kembali dalam fotoreduksi limbah ion Ag(I) telah dilakukan. Sintesis diawali dengan sintesis magnetit (Fe3O4...
Analisis Metode Identifikasi dan Verifikasi Kebutuhan Non Fungsional
Analisis Metode Identifikasi dan Verifikasi Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan non fungsional merupakan kebutuhan yang menggambarkan bagaimana sistem berkerja kedepannya. Dalam menentukan kebutuhan non fungsional tidaklah mudah, karena harus mengert...
Jahe Dan Kayumanis Dalam Fermentasi Minuman Fungsional
Jahe Dan Kayumanis Dalam Fermentasi Minuman Fungsional
<p>Minuman fungsional merupakan bagian dari pangan fungsional yang memiliki fungsi utama sebagai penyedia nutrisi dan fungsi kesehatan yang harus dibuktikan secara ilmiah. Pa...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

Back to Top