Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DIALEKTIKA SPASIAL DAN PRODUKSI BEAUTIFIKASI RUANG KOTA TERHADAP PELAKU AKTIVITAS EKONOMI INFORMAL

View through CrossRef
<p>The narrative of verticality or formalization that is applied exclusively causes shifts that are not optimal socially, culturally, economically, and politically towards the perpetrators of informal economic activities in the battlefield. This study aims to describe the spatial dialectic and the production of urban space beautification towards informal economic activity actors resulting from verticality or formalization of the fostered trader groups who are marginalized in the perspective of Henry Lafebvre including the dimensions of spatial practice, representation of space, and representation of space. This study uses a qualitative method with a library research model, through the collection of primary data sources and secondary data. Data collection techniques are carried out using the documentation method, namely studying and searching for relevant data. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion. The research results show that space facilitated by the State refers to the spatial concept that the representation of space is a spatial concept that practices the rationality of the State. The line of space used is not in accordance with the characteristics of the figures of fostered traders. Through the images and symbols that exist in the space created by the State, the group of fostered traders is controlled and controlled through alternative policies or formalization. The recommendations that can be generated are formalization that can be evaluated accurately against the formalization of reality and its impact in an effort to recognize and respond to the verticality transition conditions of the assisted trader group. With the confirmation of their vulnerability, creating formalization as a pursuit of modern and inclusive urban space development.</p><p><strong>Keywords</strong>: Space, Formalization, Modernity, Street Vendors, Urban</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong> <br />Narasi vertikalitas atau formalisasi yang diterapkan secara ekslusif menyebabkan pergeseran yang tidak optimal secara sosial ekonomi, budaya, serta politik terhadap pelaku aktivitas ekonomi informal di ruang perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dialektika spasial dan produksi beautifikasi ruang kota terhadap pelaku aktivitas ekonomi informal yang dihasilkan melalui vertikalitas atau formalisasi terhadap kelompok pedagang binaan yang terpinggirkan dalam perspektif Henry Lafebvre meliputi dimensi praktik spasial, representasi dari ruang, serta ruang representasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model library research, melalui pengumpulan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dokumentasi, yaitu mempelajari dan mencari data-data yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang yang difasilitasi Negara mengacu pada konsep conceived space bahwa representasi ruang merupakan konsep ruang yang mempraktikan rasionalitas Negara dampaknya ruang yang digunakan tidak sesuai dengan karakteristik dari kelompok pedagang binaan. Melalui citra-citra dan simbol-simbol yang ada di dalam ruang yang diciptakan Negara itu, kelompok pedagang binaan dikontrol dan dikendalikan melalui alternatif kebijakan atau formalisasi. Rekomendasi yang dapat dihasilkan adalah formalisasi dapat dievaluasi secara akurat terhadap realitas formalisasi beserta dampak dalam upaya mengakui dan merespon kondisi transisi vertikalitas kelompok pedagang binaan. Dengan adanya konfirmasi atas kondisi kerentanan mereka, menciptakan formalisasi sebagai pengejaran pembangunan ruang kota modern serta inklusif.</p><p><strong>Kata Kunci</strong>: Ruang, Formalisasi, Modernitas, Pedagang Kaki Lima, Perkotaan</p>
Title: DIALEKTIKA SPASIAL DAN PRODUKSI BEAUTIFIKASI RUANG KOTA TERHADAP PELAKU AKTIVITAS EKONOMI INFORMAL
Description:
<p>The narrative of verticality or formalization that is applied exclusively causes shifts that are not optimal socially, culturally, economically, and politically towards the perpetrators of informal economic activities in the battlefield.
This study aims to describe the spatial dialectic and the production of urban space beautification towards informal economic activity actors resulting from verticality or formalization of the fostered trader groups who are marginalized in the perspective of Henry Lafebvre including the dimensions of spatial practice, representation of space, and representation of space.
This study uses a qualitative method with a library research model, through the collection of primary data sources and secondary data.
Data collection techniques are carried out using the documentation method, namely studying and searching for relevant data.
The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion.
The research results show that space facilitated by the State refers to the spatial concept that the representation of space is a spatial concept that practices the rationality of the State.
The line of space used is not in accordance with the characteristics of the figures of fostered traders.
Through the images and symbols that exist in the space created by the State, the group of fostered traders is controlled and controlled through alternative policies or formalization.
The recommendations that can be generated are formalization that can be evaluated accurately against the formalization of reality and its impact in an effort to recognize and respond to the verticality transition conditions of the assisted trader group.
With the confirmation of their vulnerability, creating formalization as a pursuit of modern and inclusive urban space development.
</p><p><strong>Keywords</strong>: Space, Formalization, Modernity, Street Vendors, Urban</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong> <br />Narasi vertikalitas atau formalisasi yang diterapkan secara ekslusif menyebabkan pergeseran yang tidak optimal secara sosial ekonomi, budaya, serta politik terhadap pelaku aktivitas ekonomi informal di ruang perkotaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dialektika spasial dan produksi beautifikasi ruang kota terhadap pelaku aktivitas ekonomi informal yang dihasilkan melalui vertikalitas atau formalisasi terhadap kelompok pedagang binaan yang terpinggirkan dalam perspektif Henry Lafebvre meliputi dimensi praktik spasial, representasi dari ruang, serta ruang representasi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model library research, melalui pengumpulan sumber data primer dan data sekunder.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dokumentasi, yaitu mempelajari dan mencari data-data yang relevan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang yang difasilitasi Negara mengacu pada konsep conceived space bahwa representasi ruang merupakan konsep ruang yang mempraktikan rasionalitas Negara dampaknya ruang yang digunakan tidak sesuai dengan karakteristik dari kelompok pedagang binaan.
Melalui citra-citra dan simbol-simbol yang ada di dalam ruang yang diciptakan Negara itu, kelompok pedagang binaan dikontrol dan dikendalikan melalui alternatif kebijakan atau formalisasi.
Rekomendasi yang dapat dihasilkan adalah formalisasi dapat dievaluasi secara akurat terhadap realitas formalisasi beserta dampak dalam upaya mengakui dan merespon kondisi transisi vertikalitas kelompok pedagang binaan.
Dengan adanya konfirmasi atas kondisi kerentanan mereka, menciptakan formalisasi sebagai pengejaran pembangunan ruang kota modern serta inklusif.
</p><p><strong>Kata Kunci</strong>: Ruang, Formalisasi, Modernitas, Pedagang Kaki Lima, Perkotaan</p>.

Related Results

Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MTS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MTS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa ditinjau dari perbedaan gaya kognitif. Kemampuan spasial dalam penelitian mencangkup 5 komponan, yaitu persepsi ...
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa ...
IMPLIKASI DIGITALISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEKTOR EKONOMI KREATIF
IMPLIKASI DIGITALISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEKTOR EKONOMI KREATIF
Latar Belakang : Ekonomi kreatif adalah salah satu dari banyak bidang ekonomi di mana digitalisasi muncul sebagai kekuatan utama perubahan. Kemudahan akses terhadap teknologi,luasn...
DETERMINAN KESEJAHTERAAN PELAKU UMKM KERAJINAN DI KOTA DENPASAR
DETERMINAN KESEJAHTERAAN PELAKU UMKM KERAJINAN DI KOTA DENPASAR
Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh dinamika perekonomian daerah, sedangkan perekonom...

Back to Top