Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
View through CrossRef
Stunting adalah balita yang memiliki status gizi kurang baik yang diukur panjang atau tinggi badan menurut umur jika dibandingkan pada standar buku WHO (World Health Organization), balita dikatakan pendek jika nilai Z-score nya panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD (stunted) dan kurang dari -3 SD (severely stunted). Kehadiran kader posyandu berperan penting untuk mencegah dan dalam menanggulangi stunting di masyarakat dan tentunya tenaga kesehatan menjadi garda terdepan. kegiatan ini sangatlah bertujuan untuk memberikan edukasi secara holistic dan kontinyu oleh tenaga kesehatan kepada para kader posyandu mengenai tumbuh kembang, dan edukasi kesehatan lingkungan bagi keluarga sebagai upaya pencegahan stunting,dengan menggunakan metode adalah secara edukasi melalui ceramah dan diskusi, praktik simulasi, serta pendampingan kader ke keluarga balita stunting.Kegiatan diikuti oleh 25 orang kader posyandu yang ada di wilayak kerja Puskesmas manonjaya. kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan oleh tenaga kesehatan dan kader kepada 30 orang ibu balita stunting. sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanganan stunting.Stunting merupakan salah satu target Sustainable Develompment Goald (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan kesehatan. Upaya pencegahan untuk menurunkan prevalensi stunting pada balita berupa pemaantauan tumbuh kembang. Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua Ibu yang mempunyai anak balita yang mengalami stunting di wilayah kerja puskesmas manonjaya . Teknik sampling menggunakan Total Sampling sejumlah 30 orang ibu balita stunting. Hasil responden Sebagian besar usia reproduktif antara 20 – 35 tahun sebanyak 75,75%, rata rata Pendidikan lulusan SMA sebanyak 55,48%, dan tidak bekerja sebanyak 88,80%, dilihat dari riwayat obstetric hampir rata rata ibu mempunyai 2 anak sebanyak 48,25%. Tingkat pengetahuan ibu tentang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 80%. sedangkan edukasi Kesehatan lingkungan yaitu 80,7%., dari analisis statistic terdapat hubungan antara pengetahuan kader dalam deteksi tumbang balita dan edukasi Kesehatan lingkungan bagi keluarga sebagai Upaya pencegahan stunting yang ditunjukkan dengan nilai sig 0,09 (> 0,05).
Title: HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Description:
Stunting adalah balita yang memiliki status gizi kurang baik yang diukur panjang atau tinggi badan menurut umur jika dibandingkan pada standar buku WHO (World Health Organization), balita dikatakan pendek jika nilai Z-score nya panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD (stunted) dan kurang dari -3 SD (severely stunted).
Kehadiran kader posyandu berperan penting untuk mencegah dan dalam menanggulangi stunting di masyarakat dan tentunya tenaga kesehatan menjadi garda terdepan.
kegiatan ini sangatlah bertujuan untuk memberikan edukasi secara holistic dan kontinyu oleh tenaga kesehatan kepada para kader posyandu mengenai tumbuh kembang, dan edukasi kesehatan lingkungan bagi keluarga sebagai upaya pencegahan stunting,dengan menggunakan metode adalah secara edukasi melalui ceramah dan diskusi, praktik simulasi, serta pendampingan kader ke keluarga balita stunting.
Kegiatan diikuti oleh 25 orang kader posyandu yang ada di wilayak kerja Puskesmas manonjaya.
kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan oleh tenaga kesehatan dan kader kepada 30 orang ibu balita stunting.
sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Stunting merupakan salah satu target Sustainable Develompment Goald (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan kesehatan.
Upaya pencegahan untuk menurunkan prevalensi stunting pada balita berupa pemaantauan tumbuh kembang.
Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian adalah semua Ibu yang mempunyai anak balita yang mengalami stunting di wilayah kerja puskesmas manonjaya .
Teknik sampling menggunakan Total Sampling sejumlah 30 orang ibu balita stunting.
Hasil responden Sebagian besar usia reproduktif antara 20 – 35 tahun sebanyak 75,75%, rata rata Pendidikan lulusan SMA sebanyak 55,48%, dan tidak bekerja sebanyak 88,80%, dilihat dari riwayat obstetric hampir rata rata ibu mempunyai 2 anak sebanyak 48,25%.
Tingkat pengetahuan ibu tentang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 80%.
sedangkan edukasi Kesehatan lingkungan yaitu 80,7%.
, dari analisis statistic terdapat hubungan antara pengetahuan kader dalam deteksi tumbang balita dan edukasi Kesehatan lingkungan bagi keluarga sebagai Upaya pencegahan stunting yang ditunjukkan dengan nilai sig 0,09 (> 0,05).
Related Results
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2022
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2022
Stunting adalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi (Karbohidrat, Protein, Vitamin, Mineral, Lemak) dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Balita Stunting Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Balita Stunting dan PMT Di Desa Oeltua Kabupaten Kupang
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Balita Stunting Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Balita Stunting dan PMT Di Desa Oeltua Kabupaten Kupang
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai selama periode pertumbuhan kriti...
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING
Abstrak
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dengan tanda tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting mempunyai dampak yang buruk pada anak jika tidak segera...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...

