Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Teori Konektivisme dalam Pengajaran BIPA di Era Digital: Systematic Literature Review

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teori konektivisme dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di era digital. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan menganalisis empat belas artikel yang diterbitkan antara 2014 hingga 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis terhadap 14 artikel, ditemukan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA di era digital paling banyak diwujudkan melalui penggunaan Zoom (64%), Google Classroom/ LMS (36%), media sosial (WhatsApp, Instagram, YouTube) (36%), dan aplikasi interaktif (Wordwall, Gboard, Edpuzzle) (43%). Seluruh artikel (100%) menunjukkan prinsip konektivisme berupa menghubungkan simpul informasi, diikuti oleh menjaga koneksi digital (93%) dan pengetahuan tersebar dalam teknologi (79%). Tantangan utama yang muncul meliputi keterbatasan akses teknologi dan jaringan (86%), rendahnya literasi digital (71%), dan resistensi pedagogis dari pengajar terhadap pembelajaran daring (43%). Temuan ini menegaskan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan pembelajar, namun memerlukan dukungan sistemik dan strategi pedagogis yang tepat. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi pembelajaran BIPA berbasis konektivisme yang lebih efektif dan kontekstual di era digital.
Title: Implementasi Teori Konektivisme dalam Pengajaran BIPA di Era Digital: Systematic Literature Review
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teori konektivisme dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di era digital.
Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan menganalisis empat belas artikel yang diterbitkan antara 2014 hingga 2025 dan memenuhi kriteria inklusi.
Berdasarkan analisis terhadap 14 artikel, ditemukan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA di era digital paling banyak diwujudkan melalui penggunaan Zoom (64%), Google Classroom/ LMS (36%), media sosial (WhatsApp, Instagram, YouTube) (36%), dan aplikasi interaktif (Wordwall, Gboard, Edpuzzle) (43%).
Seluruh artikel (100%) menunjukkan prinsip konektivisme berupa menghubungkan simpul informasi, diikuti oleh menjaga koneksi digital (93%) dan pengetahuan tersebar dalam teknologi (79%).
Tantangan utama yang muncul meliputi keterbatasan akses teknologi dan jaringan (86%), rendahnya literasi digital (71%), dan resistensi pedagogis dari pengajar terhadap pembelajaran daring (43%).
Temuan ini menegaskan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan pembelajar, namun memerlukan dukungan sistemik dan strategi pedagogis yang tepat.
Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi pembelajaran BIPA berbasis konektivisme yang lebih efektif dan kontekstual di era digital.

Related Results

Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
INTEGRASI LAHAN BASAH DALAM BAHAN AJAR BIPA SEBAGAI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING
INTEGRASI LAHAN BASAH DALAM BAHAN AJAR BIPA SEBAGAI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING
Bahan ajar BIPA yang relevan dengan kehidupan mahasiswa asing merupakan kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan lahan basah kepada mahasiswa asing yang berkuliah di Kalimantan S...
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA JARAK JAUH BAGI BIPA ANAK BERBASIS KONSEP HIPERMEDIA
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA JARAK JAUH BAGI BIPA ANAK BERBASIS KONSEP HIPERMEDIA
  Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menuntut pemelajar untuk dapat menggunakan empat keterampilan berbahasa (membaca, berbicara, menulis, mendengarkan) ...
Karakteristik Pembelajaran BIPA Mesir
Karakteristik Pembelajaran BIPA Mesir
AbstractIndonesia and Egypt have close relationship and cooperation in several fields. One of them is education and culture. In Egypt there are thousands of Indonesians who are stu...
Keefektifan Laman Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif Mahasiswa BIPA Level 2 Di Universitas Negeri Surabaya
Keefektifan Laman Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif Mahasiswa BIPA Level 2 Di Universitas Negeri Surabaya
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan laman interaktif “Cerita Kita” untuk meningkatkan kemampuan membaca instensif mahasiswa BIPA di Universitas Negeri Surabaya. Pr...
Konsepsi Pengajaran Pensyarah dan Hubungannya dengan Persekitaran Pengajaran Pensyarah
Konsepsi Pengajaran Pensyarah dan Hubungannya dengan Persekitaran Pengajaran Pensyarah
Kualiti pengajaran telah menjadi salah satu agenda penting bagi universiti di dunia. Pengajaran yang baik dan berkualiti bukan hanya menjadi tanggungjawab pensyarah, malah ia menja...
Do evidence summaries increase health policy‐makers' use of evidence from systematic reviews? A systematic review
Do evidence summaries increase health policy‐makers' use of evidence from systematic reviews? A systematic review
This review summarizes the evidence from six randomized controlled trials that judged the effectiveness of systematic review summaries on policymakers' decision making, or the most...
PENYAJIAN UNSUR BUDAYA INDONESIA DALAM BAHAN AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD
PENYAJIAN UNSUR BUDAYA INDONESIA DALAM BAHAN AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD
Keragaman budaya Indonesia menjadi modal potensial yang dapat digunakan dalam pembelajaran BIPA. Penyusunan bahan ajar BIPA juga seyogyanya memertimbangkan unsur-unsur budaya Indon...

Back to Top