Javascript must be enabled to continue!
Constitutional Court Decision Number 6/PUU-XIX/2021 Concerning the Review of the Job Creation Law Siyasah Tasyri'iyyah Perspective
View through CrossRef
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XIX/2021 menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja inkontitusional bersyarat dengan alasan bahwa tidak memenuhi unsur partisipasi publik, tidak sesuai dengan Teknik penyusunan Undang-Undang dan mengalami perubahan walau telah disepakati dalam paripurna DPR saat akan disahkan. Namun demikian putusan Mahkamah Konstitusi tersebut masih menuai protes dari kalangan masyarakat karena tidak tegas menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja inkonstitusional sehingga harus dibatalkan semua dan seluruhnya. Oleh karena itu penelitian ini akan memluai Analisa dari pandangan siyasah tasyri’iyyah dan perspektif ilmu perundang-undangan di Indonesia Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dalam hal ini peneliti berhadapan dengan teks atau data-data yang bersifat langsung pakai yang dapat ditemukan di perpustakaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan siyasah tasyri’iyyah dan ilmu perundang-undangan bahwa benar prinsip pertama dari siyasah tasyri’iyyah mempermudah dan menyederhanakan namun hal ini harus dilihat secara holisitik dari sisi prinsip berangsur-angsur, sejalan dengan kemaslahatan manusia, mewujudkan keadilan yang merata Undang-Undang Cipta Kerja belum bisa dikatan ideal sehingga perlu perbaikan. Pun jika ditelaah dengan landasan filosofis, yuridis dan sosiologis Undang-Undang Cipta Kerja belum memenuhi aspek partisipasi public, tidak memiliki dasar hukum dalam pembuatannya pada saat keluar Putusan MK keluar dan tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat secara mendasar.
Title: Constitutional Court Decision Number 6/PUU-XIX/2021 Concerning the Review of the Job Creation Law Siyasah Tasyri'iyyah Perspective
Description:
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XIX/2021 menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja inkontitusional bersyarat dengan alasan bahwa tidak memenuhi unsur partisipasi publik, tidak sesuai dengan Teknik penyusunan Undang-Undang dan mengalami perubahan walau telah disepakati dalam paripurna DPR saat akan disahkan.
Namun demikian putusan Mahkamah Konstitusi tersebut masih menuai protes dari kalangan masyarakat karena tidak tegas menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja inkonstitusional sehingga harus dibatalkan semua dan seluruhnya.
Oleh karena itu penelitian ini akan memluai Analisa dari pandangan siyasah tasyri’iyyah dan perspektif ilmu perundang-undangan di Indonesia Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), dalam hal ini peneliti berhadapan dengan teks atau data-data yang bersifat langsung pakai yang dapat ditemukan di perpustakaan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan siyasah tasyri’iyyah dan ilmu perundang-undangan bahwa benar prinsip pertama dari siyasah tasyri’iyyah mempermudah dan menyederhanakan namun hal ini harus dilihat secara holisitik dari sisi prinsip berangsur-angsur, sejalan dengan kemaslahatan manusia, mewujudkan keadilan yang merata Undang-Undang Cipta Kerja belum bisa dikatan ideal sehingga perlu perbaikan.
Pun jika ditelaah dengan landasan filosofis, yuridis dan sosiologis Undang-Undang Cipta Kerja belum memenuhi aspek partisipasi public, tidak memiliki dasar hukum dalam pembuatannya pada saat keluar Putusan MK keluar dan tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat secara mendasar.
.
Related Results
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere is a monograph that argues for a fundamental reorientation of constitutional law around the realities of biospheric interdep...
Envisioning Originalism Applied to Bioethics Cases
Envisioning Originalism Applied to Bioethics Cases
Photo ID 123697425 © Alexandersikov | Dreamstime.com
Abstract
Originalism is an increasingly prevalent method for interpreting provisions of the US Constitution. It requires strict...
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH
<p>Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua sesudah Alquran, dan sunnah itu sendiri adalah ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw. Ditinjau dari segi kapasitas Nabi s...
Analysis of the Constitutional Court Cases in 2022
Analysis of the Constitutional Court Cases in 2022
The Constitutional Court received a total of 2,829 cases in 2022 alone. Among the decisions made by the Constitutional Court in 2022, this paper reviews major decisions centered on...
Eksistensi Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PPU-XVIII/2020
Eksistensi Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PPU-XVIII/2020
This study aims to find out and understand the existence of the Job Creation Law after the Constitutional Court Decision Number 91/PPU-XVIII/2020, and the legal meaning of the Job ...
Kedudukan Asas Legalitas Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 dan 025/PUU-XIV/2016
Kedudukan Asas Legalitas Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 dan 025/PUU-XIV/2016
Korupsi musuh bersama yang harus diberantas sampai dengan akarnya. Putusan MK No. 003/PUU-IV/2006 dan No. 025/PUU-XIV/2016 mempengaruhi pemberantasan korupsi, karena dengan kedua p...
Autonomy on Trial
Autonomy on Trial
Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash
Abstract
This paper critically examines how US bioethics and health law conceptualize patient autonomy, contrasting the rights-based, individualist...
The Role of the Judiciary in Constitutional Interpretation in Pakistan
The Role of the Judiciary in Constitutional Interpretation in Pakistan
This study examines the evolving role of the judiciary in Pakistan in interpreting the Constitution, exploring how the courts have come to terms with their position as the primary ...

