Javascript must be enabled to continue!
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH
View through CrossRef
<p>Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua sesudah Alquran, dan sunnah itu sendiri adalah ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw. Ditinjau dari segi kapasitas Nabi saw sebagai pembawa risalah dan di sisi lain sebagai manusia biasa, oleh banyak ulama sunnah dibagi menjadi <em>Sunnah Tasyri’iyyah</em> dan <em>Sunnah Ghairi Tasyri’iyah</em>. <em>Sunnah Tasyri’iyyah</em> ialah hal-hal yang berasal dari Nabi Muhammad saw dalam kapasitasnya sebagai rasul yang bertugas menyampaikan risalah kenabiannya. Sunnah ini memiliki faktor pensyariatan bersifat permanen, serta berlaku buat seluruh ruang serta waktu dan tidak terpengaruh dengan pergantian zaman. Hal-hal yang termasuk ke dalam <em>Sunnah Tasyri’yyah</em> ini di antaranya perkara-perkara gaib dan ibadah. Adapun <em>Sunnah Ghairi Tasyri’iyyah</em> ialah sunnah yang tidak terdapat tuntutan untuk mengikutinya. Yang termasuk ke dalam <em>Sunnah Ghairi Tasyri’iyah</em> di antaranya apa-apa yang bersumber dari Rasulullah saw yang sifatnya manusiawi, pengetahuan manusia, kepintaran dan percobaan tentang masalah dunia, dan apa-apa yang bersumber dari Rasulullah serta ada dalil yang menunjukkan tentang kekhususan Nabi saw. Pendekatan yang digunakan untuk memahami sunnah <em>Ghairi Tasyri’iyyah</em> ini di antaranya pendekatan <em>maqasyid al-syari’ah</em>, historis, dan sosiologis. Munculnya pembagian sunnah kepada <em>Tasyri’iyyah</em> dan <em>Ghairi Tasyri’iyyah</em> didasari kepada beberapa hal. Pertama, adanya perbedaan pendapat tentang makna syariat. Kedua, adanya perbedaan pandangan terhadap perbuatan Nabi saw yang bersifat bawaan sebagai manusia. Ketiga, adanya perbedaan pendapat tentang ijtihad Nabi saw.</p>
Title: SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH
Description:
<p>Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua sesudah Alquran, dan sunnah itu sendiri adalah ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw.
Ditinjau dari segi kapasitas Nabi saw sebagai pembawa risalah dan di sisi lain sebagai manusia biasa, oleh banyak ulama sunnah dibagi menjadi <em>Sunnah Tasyri’iyyah</em> dan <em>Sunnah Ghairi Tasyri’iyah</em>.
<em>Sunnah Tasyri’iyyah</em> ialah hal-hal yang berasal dari Nabi Muhammad saw dalam kapasitasnya sebagai rasul yang bertugas menyampaikan risalah kenabiannya.
Sunnah ini memiliki faktor pensyariatan bersifat permanen, serta berlaku buat seluruh ruang serta waktu dan tidak terpengaruh dengan pergantian zaman.
Hal-hal yang termasuk ke dalam <em>Sunnah Tasyri’yyah</em> ini di antaranya perkara-perkara gaib dan ibadah.
Adapun <em>Sunnah Ghairi Tasyri’iyyah</em> ialah sunnah yang tidak terdapat tuntutan untuk mengikutinya.
Yang termasuk ke dalam <em>Sunnah Ghairi Tasyri’iyah</em> di antaranya apa-apa yang bersumber dari Rasulullah saw yang sifatnya manusiawi, pengetahuan manusia, kepintaran dan percobaan tentang masalah dunia, dan apa-apa yang bersumber dari Rasulullah serta ada dalil yang menunjukkan tentang kekhususan Nabi saw.
Pendekatan yang digunakan untuk memahami sunnah <em>Ghairi Tasyri’iyyah</em> ini di antaranya pendekatan <em>maqasyid al-syari’ah</em>, historis, dan sosiologis.
Munculnya pembagian sunnah kepada <em>Tasyri’iyyah</em> dan <em>Ghairi Tasyri’iyyah</em> didasari kepada beberapa hal.
Pertama, adanya perbedaan pendapat tentang makna syariat.
Kedua, adanya perbedaan pandangan terhadap perbuatan Nabi saw yang bersifat bawaan sebagai manusia.
Ketiga, adanya perbedaan pendapat tentang ijtihad Nabi saw.
</p>.
Related Results
THE PHILOSOPHY OF HIKMAH TASYRI’ BASED ON THE PERSPECTIVE OF SYEKH ALI AHMAD AL-JURJAWI
THE PHILOSOPHY OF HIKMAH TASYRI’ BASED ON THE PERSPECTIVE OF SYEKH ALI AHMAD AL-JURJAWI
Humans need encouragement and motivation to work and worship Allah. One of the definitions of hikmah tasyri’ is showing humans the purpose of shari'a to be motivated to implement i...
Implementasi Penanaman Nilai Karakter Melalui Pembelajaran Sirah Nabawiyah
Implementasi Penanaman Nilai Karakter Melalui Pembelajaran Sirah Nabawiyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; implementasi penanaman nilai karakter melalui pembelajaran sirah nabawiyah, upaya guru dalam implementasi penanaman nilai-nilai karakter...
SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GAIRU TASYRI’IYYAH TERHADAP PEMAHAMAN SYALAFI
SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GAIRU TASYRI’IYYAH TERHADAP PEMAHAMAN SYALAFI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan sunnah tasyri’iyah dan non-tasyri’iyah dalam pandangan Salafi. 1) Untuk mendeskripsikan sunnah dan syari’at 2) Untuk mendeskripsikan sun...
Pengembangan Dakwah Digital Berbasis Sirah Nabawiyah: Upaya Meningkatkan Pendidikan Moral Generasi Z Melalui Media Radio
Pengembangan Dakwah Digital Berbasis Sirah Nabawiyah: Upaya Meningkatkan Pendidikan Moral Generasi Z Melalui Media Radio
This study aims to develop a digital da'wah initiative based on Sirah Nabawiyah at Radio Dakwah Unisia as an innovative solution to enhance the moral values of Generation Z. The pr...
Klasifikasi Sunnah Tasyri’iyah dan Ghairu Tasyri’iyah Perspektif Pemikiran Ahmad Syah Waliyullah Al-Dahlawi
Klasifikasi Sunnah Tasyri’iyah dan Ghairu Tasyri’iyah Perspektif Pemikiran Ahmad Syah Waliyullah Al-Dahlawi
Sebagian ulama yang meyakini bahwa semua sunnah Nabi sebagai hukum yang mengikat sehingga semua yang Nabi harus ditaati, sehingga jika ada pihak yang tidak mengamalkan dianggap ink...
SIRAH NABAWIYAH DALAM PERSPEKTIF TEORI KEBUTUHAN VERSI DAVID McCLELLAND
SIRAH NABAWIYAH DALAM PERSPEKTIF TEORI KEBUTUHAN VERSI DAVID McCLELLAND
Modern technology causes narrowing job opportunities. Condition today, requires creative individuals. Facts show the Prophet as a figure who successfully breaks through the world o...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Al-Siyāq al-Qur’ānī wa Aṣaruhu ‘Inda al-Qādī Ibn ‘Aṭiyyah fī al-Taujīh al-Nahwī (Dirāsah Tafsīriyyah Nahwiyyah)
Al-Siyāq al-Qur’ānī wa Aṣaruhu ‘Inda al-Qādī Ibn ‘Aṭiyyah fī al-Taujīh al-Nahwī (Dirāsah Tafsīriyyah Nahwiyyah)
إن هذا البحث يتحدث عن القاضي ابن عطية والسياق القرآني وأهميته وأثره عند القاضي ابن عطية في توجيه الإعراب في تفسيره المسمى المحرر الوجيز في تفسير الكتاب العزيز، والسياق بحث عن بيان ...

