Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

THE PHILOSOPHY OF HIKMAH TASYRI’ BASED ON THE PERSPECTIVE OF SYEKH ALI AHMAD AL-JURJAWI

View through CrossRef
Humans need encouragement and motivation to work and worship Allah. One of the definitions of hikmah tasyri’ is showing humans the purpose of shari'a to be motivated to implement it. The ultimate objective is that humans see worship as a necessity rather than an obligation. What the thinking framework in establishing of hikmah tasyri’ is and to what extent it is relevant to the current situation?. This study was library research using the primary book entitled hikmatu tasyri’ wa falsafatuhu, employing a descriptive analysis method. The finding indicated that al-Jurjawi argued that hikmah tasyri’ is applicable in humans’ life, as evidenced by hikmah tasyri’ definition that uses the word yaqsudu (aiming). The philosophy of Al-Jurjawi divides hikmah tasyri’ into two approaches. First, the philosophy approach consists of four principles: believing one God, implementing shari'a sincerely, commanding the good and forbidding the evil as reflected on the noble behaviour or attitude for prevention. Second, Tasyri’ approach is based on the textual source, dalil naqli, (Qur’an and hadiths), like the search of the Islamic law based on the understanding of the textual source and the use of logical thinking which are also strengthened by various approaches, namely social, health, and history. The thinking framework of al-Jurjawi in understanding hikmah tasyri’ is relevant to the current issues. Abstrak: Manusia membutuhkan dorongan atau motivasi untuk melaksanakan suatu pekerjaan begitu juga dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, salah satu dari pengertian hikmah tasyri’ adalah menunjukan kepada manusia tujuan yang diinginkan dari sebuah syari’at sehingga memunculkan motivasi untuk melaksanakannya. Tujuan ahirnya adalah agar manusia menjadikan ibadah sebagai kebutuhan bukan sekedar kewajiban. Lalu bagaimana kerangka berpikirnya dalam menetapkan hikmah tasyri’, dan bagaimana relevansinya dengan kondisi kekinian?. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library risearch) dengan sumber primer kitab hikmatu tasyri’ wa falsafatuhu. Dengan metode penelitian deskriptif analisis. Hasilnya bahwa hikmah tasyri’ menurut al-Jurjawi aplikatif dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dari defenisi hikmah tasyri’  yang menggunakan kata yaqsudu (bertujuan). Falsafah al-Jurjawi menetapkan hikmah tasyri dibagi dua pendekatan: 1). Pendekatan Filosofi dengan empat kunci, yaitu mentauhidkan Allah, melaksanakan syari’at dengan ikhlas, amar makruf nahi mungkar tercermin dari akhlak yang mulia dan bertujuan untuk pencegahan. 2). Pendekatan Tasyri’ dengan berdasarkan teks dalil naqli (al-Qur’an dan hadits) atau sama dengan illat hukum, berdasarkan pemahaman yang dalam terhadap dalil naqli dan menggunakan logika berpikir dengan memperkuatnya dengan berbagai pendekatan ; sosial, kesehatan dan sejarah. Kerangka berfikir al-Jurjawi dalam memahami hikmah tasyri’ ini relevan dengan kondisi kekinian. Kata Kunci: Falsafah, Hikmah,  Tasyri’,  Perspektif.
Title: THE PHILOSOPHY OF HIKMAH TASYRI’ BASED ON THE PERSPECTIVE OF SYEKH ALI AHMAD AL-JURJAWI
Description:
Humans need encouragement and motivation to work and worship Allah.
One of the definitions of hikmah tasyri’ is showing humans the purpose of shari'a to be motivated to implement it.
The ultimate objective is that humans see worship as a necessity rather than an obligation.
What the thinking framework in establishing of hikmah tasyri’ is and to what extent it is relevant to the current situation?.
This study was library research using the primary book entitled hikmatu tasyri’ wa falsafatuhu, employing a descriptive analysis method.
The finding indicated that al-Jurjawi argued that hikmah tasyri’ is applicable in humans’ life, as evidenced by hikmah tasyri’ definition that uses the word yaqsudu (aiming).
The philosophy of Al-Jurjawi divides hikmah tasyri’ into two approaches.
First, the philosophy approach consists of four principles: believing one God, implementing shari'a sincerely, commanding the good and forbidding the evil as reflected on the noble behaviour or attitude for prevention.
Second, Tasyri’ approach is based on the textual source, dalil naqli, (Qur’an and hadiths), like the search of the Islamic law based on the understanding of the textual source and the use of logical thinking which are also strengthened by various approaches, namely social, health, and history.
The thinking framework of al-Jurjawi in understanding hikmah tasyri’ is relevant to the current issues.
Abstrak: Manusia membutuhkan dorongan atau motivasi untuk melaksanakan suatu pekerjaan begitu juga dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, salah satu dari pengertian hikmah tasyri’ adalah menunjukan kepada manusia tujuan yang diinginkan dari sebuah syari’at sehingga memunculkan motivasi untuk melaksanakannya.
Tujuan ahirnya adalah agar manusia menjadikan ibadah sebagai kebutuhan bukan sekedar kewajiban.
Lalu bagaimana kerangka berpikirnya dalam menetapkan hikmah tasyri’, dan bagaimana relevansinya dengan kondisi kekinian?.
Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library risearch) dengan sumber primer kitab hikmatu tasyri’ wa falsafatuhu.
Dengan metode penelitian deskriptif analisis.
Hasilnya bahwa hikmah tasyri’ menurut al-Jurjawi aplikatif dalam kehidupan manusia.
Hal ini terlihat dari defenisi hikmah tasyri’  yang menggunakan kata yaqsudu (bertujuan).
Falsafah al-Jurjawi menetapkan hikmah tasyri dibagi dua pendekatan: 1).
Pendekatan Filosofi dengan empat kunci, yaitu mentauhidkan Allah, melaksanakan syari’at dengan ikhlas, amar makruf nahi mungkar tercermin dari akhlak yang mulia dan bertujuan untuk pencegahan.
2).
Pendekatan Tasyri’ dengan berdasarkan teks dalil naqli (al-Qur’an dan hadits) atau sama dengan illat hukum, berdasarkan pemahaman yang dalam terhadap dalil naqli dan menggunakan logika berpikir dengan memperkuatnya dengan berbagai pendekatan ; sosial, kesehatan dan sejarah.
Kerangka berfikir al-Jurjawi dalam memahami hikmah tasyri’ ini relevan dengan kondisi kekinian.
Kata Kunci: Falsafah, Hikmah,  Tasyri’,  Perspektif.

Related Results

What is Analytic Philosophy
What is Analytic Philosophy
Special Issue: What is Analytic PhilosophyReferencesHaaparantaG. P. Baker and P. M. S. Hacker. Frege: Logical Excavations. Oxford, Blackwell, 1984.M. Dummett. The Interpretation of...
Pooled analysis of WHO Surgical Safety Checklist use and mortality after emergency laparotomy
Pooled analysis of WHO Surgical Safety Checklist use and mortality after emergency laparotomy
Abstract Background The World Health Organization (WHO) Surgical Safety Checklist has fostered safe practice for 10 years, yet i...
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH
<p>Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua sesudah Alquran, dan sunnah itu sendiri adalah ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw. Ditinjau dari segi kapasitas Nabi s...
SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GAIRU TASYRI’IYYAH TERHADAP PEMAHAMAN SYALAFI
SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GAIRU TASYRI’IYYAH TERHADAP PEMAHAMAN SYALAFI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan sunnah tasyri’iyah dan non-tasyri’iyah dalam pandangan Salafi. 1) Untuk mendeskripsikan sunnah dan syari’at 2) Untuk mendeskripsikan sun...
/r/philosophy 2016-2017 AMA Series Recap + Survey!
/r/philosophy 2016-2017 AMA Series Recap + Survey!
This past academic year the moderators of /r/philosophy organised an ongoing AMA series with 18 different philosophers working on a variety of different topics, from metaphysics to...
Global economic burden of unmet surgical need for appendicitis
Global economic burden of unmet surgical need for appendicitis
Abstract Background There is a substantial gap in provision of adequate surgical care in many low- and middle-income countries. ...
Escaping the Shadow
Escaping the Shadow
Photo by Karl Raymund Catabas on Unsplash The interests of patients at most levels of policymaking are represented by a disconnected patchwork of groups … “After Buddha was dead, ...
ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA TEKS SEJARAH RINGKAS SYEKH MUHAMMAD NASIR (SYEKH SURAU BARU) OLEH IMAM MAULANA ABDUL MANAF AMIN
ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA TEKS SEJARAH RINGKAS SYEKH MUHAMMAD NASIR (SYEKH SURAU BARU) OLEH IMAM MAULANA ABDUL MANAF AMIN
This article was written to (1) describing a short history text of Syekh Muhammad Nasir (Syekh Surau Baru) by Imam Maulana Abdul Manaf Amin; (2) presenting the edition of short his...

Back to Top