Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung Dengan Durabilitas Penggunaan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler pada Campuran

View through CrossRef
Salah satu upaya yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dari perkerasan jalan adalah dengan menerapkan suatu melakukan inovasi dengan menggunakan bahan tambah pada aspal seperti abu ampas sagu. Abu ampas sagu  termasuk Limbah ternyata merupakan sumber silika/karbon cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sifat penuaan aspal terhadap karakteristik campuran aspal beton (AC-WC) dengan penambahan abu ampas sagu dan sifat penuaan terhadap nilai Durabilitas dan angka poisson. Metode yang di gunakan dalam mengelola data yaitu metode Kuat uji Tarik dari permodelan pada grafik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang ditambah Abu Ampas sagu terhadap penuaan jangka Panjang adalah kadar abu ampas sagu 2% memiliki nilai stabilitas yang tinggi sebesar 912,94 kg dan penuaan jangka pendek atau memiliki nilai stabilitas yang lebih tinggi sebesar 837,99 kg akan tetapi penambahan kadar Abu Ampas sagu yang berlebihan pada aspal akan menurunkan nilai stabilitas pada campuran. Sifat penuaan pada pengujian Inderect Tensile Strengh dengan penambahan Abu Ampas sagu yaitu apabila penambahan melebihi batas maksimum penambahan abu ampas sagu maka semakin rendah Durabilitas berbeda dengan angka poison semakin bertambahnya abu ampas sagu yang digunakan semakin tinggi pula angka poison.
Title: Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung Dengan Durabilitas Penggunaan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler pada Campuran
Description:
Salah satu upaya yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dari perkerasan jalan adalah dengan menerapkan suatu melakukan inovasi dengan menggunakan bahan tambah pada aspal seperti abu ampas sagu.
Abu ampas sagu  termasuk Limbah ternyata merupakan sumber silika/karbon cukup tinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sifat penuaan aspal terhadap karakteristik campuran aspal beton (AC-WC) dengan penambahan abu ampas sagu dan sifat penuaan terhadap nilai Durabilitas dan angka poisson.
Metode yang di gunakan dalam mengelola data yaitu metode Kuat uji Tarik dari permodelan pada grafik.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) yang ditambah Abu Ampas sagu terhadap penuaan jangka Panjang adalah kadar abu ampas sagu 2% memiliki nilai stabilitas yang tinggi sebesar 912,94 kg dan penuaan jangka pendek atau memiliki nilai stabilitas yang lebih tinggi sebesar 837,99 kg akan tetapi penambahan kadar Abu Ampas sagu yang berlebihan pada aspal akan menurunkan nilai stabilitas pada campuran.
Sifat penuaan pada pengujian Inderect Tensile Strengh dengan penambahan Abu Ampas sagu yaitu apabila penambahan melebihi batas maksimum penambahan abu ampas sagu maka semakin rendah Durabilitas berbeda dengan angka poison semakin bertambahnya abu ampas sagu yang digunakan semakin tinggi pula angka poison.

Related Results

Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...
Analisis Perbandingan Filler Semen Dengan Filler Abu Ampas Tebu Pada Campuran Aspal Ac – Wc Terhadap Karakteristik Marshall
Analisis Perbandingan Filler Semen Dengan Filler Abu Ampas Tebu Pada Campuran Aspal Ac – Wc Terhadap Karakteristik Marshall
Pada umumnya lapis aspal beton (Laston) adalah suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras, agregat kasar, agregat halus dan filler. Material yang um...
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Abstrak   Ampas kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh  merupakan limbah dari bahan alami yang berpotensi dijadikan bahan utama dalam formulasi body scrub. Ampas kopi den...
ANALISIS PENGGUNAAN ABU TANDAN KELAPA SAWIT SEBAGAI FILLER DITINJAU DARI NILAI KEAUSAN PERKERASAN (CANTABRO TEST)
ANALISIS PENGGUNAAN ABU TANDAN KELAPA SAWIT SEBAGAI FILLER DITINJAU DARI NILAI KEAUSAN PERKERASAN (CANTABRO TEST)
Published Material yang umum digunakan sebagai filler campuran perkerasan lentur adalah semen, dan abu batu, yang persediaannya terbatas dan harganya relatif mahal, bila dilihat da...
Pemanfaatan Limbah Abu Arang Kayu Mindi Sebagai Filler Pengganti Terhadap Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA)
Pemanfaatan Limbah Abu Arang Kayu Mindi Sebagai Filler Pengganti Terhadap Karakteristik Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA)
Peningkatan infrastruktur transportasi menuntut inovasi dalam kualitas dan layanan jalan. Salah satu cara memodifikasi beton aspal untuk kekuatan yang lebih baik adalah dengan meng...
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Abstrak   Potensi sagu di Kabupaten Merauke sangat besar apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Papua. Sagu adalah tanaman dengan nilai sosial budaya dan eko...
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
<p>Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...

Back to Top