Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS MULTI TEMPORAL CITRA SATELIT LANDSAT UNTUKPEMANTAUAN CADANGAN KARBON NASIONAL

View through CrossRef
<p>Indonesia adalah salah satu negara tropis yang mempunyai luas kawasan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Congo. Namun berdasarkan data dari FAO (2015), Indonesia merupakan negara dengan kehilangan hutan yang besar. Berdasarkan <em>Second National Communication</em> (2010) dan<em>First Biennial Update Report</em> (2016), perubahan penutupan hutan dan lahan merupakan sektor yang menyumbangkan emisi gas rumah kaca terbesar, termasuk di dalamnya adalah kebakaran di lahan gambut. Melalui <em>Nationally Determined Contribution </em>(NDC), Indonesia menyampaikan komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan Internasional di tahun 2030. Pemetaan dan pemantauan cadangan karbon di sektor kehutanan adalah bagian dari proses untuk menentukan kebijakan dalam rangka memenuhi komitmen tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan memetakan cadangan, emisi dan serapan karbon di atas permukaan (<em>Aboveground Carbon</em>) berdasarkan series data citra resolusi sedang. Penelitian ini menggunakan metode penghitungan perubahan cadangan karbon (<em>Stock Difference Approach</em>) dengan melakukan analisis spasial data penutupan lahan nasional hasil penafsiran citra Landsat tahun 2009-2014 dan data biomassa hasil Inventarisasi Hutan Nasional dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini adalah cadangan karbon, emisi dan serapan karbon untuk skala nasional dan sub nasional (7 pulau besar) yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan peta cadangan karbon. Penelitian ini menunjukkan bahwa data citra satelit resolusi sedang (Landsat) dapat secara efektif memetakan sebaran cadangan karbon serta menghitung serapan dan emisi gas rumah kaca pada skala nasional.</p><p><strong>Kata kunci:</strong><strong> </strong>citra penginderaan jauh<strong>, </strong>cadangan karbon, faktor emisi, penutupan lahan, analisis spasial</p>
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: ANALISIS MULTI TEMPORAL CITRA SATELIT LANDSAT UNTUKPEMANTAUAN CADANGAN KARBON NASIONAL
Description:
<p>Indonesia adalah salah satu negara tropis yang mempunyai luas kawasan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Congo.
Namun berdasarkan data dari FAO (2015), Indonesia merupakan negara dengan kehilangan hutan yang besar.
Berdasarkan <em>Second National Communication</em> (2010) dan<em>First Biennial Update Report</em> (2016), perubahan penutupan hutan dan lahan merupakan sektor yang menyumbangkan emisi gas rumah kaca terbesar, termasuk di dalamnya adalah kebakaran di lahan gambut.
Melalui <em>Nationally Determined Contribution </em>(NDC), Indonesia menyampaikan komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan Internasional di tahun 2030.
Pemetaan dan pemantauan cadangan karbon di sektor kehutanan adalah bagian dari proses untuk menentukan kebijakan dalam rangka memenuhi komitmen tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan memetakan cadangan, emisi dan serapan karbon di atas permukaan (<em>Aboveground Carbon</em>) berdasarkan series data citra resolusi sedang.
Penelitian ini menggunakan metode penghitungan perubahan cadangan karbon (<em>Stock Difference Approach</em>) dengan melakukan analisis spasial data penutupan lahan nasional hasil penafsiran citra Landsat tahun 2009-2014 dan data biomassa hasil Inventarisasi Hutan Nasional dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Hasil dari penelitian ini adalah cadangan karbon, emisi dan serapan karbon untuk skala nasional dan sub nasional (7 pulau besar) yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan peta cadangan karbon.
Penelitian ini menunjukkan bahwa data citra satelit resolusi sedang (Landsat) dapat secara efektif memetakan sebaran cadangan karbon serta menghitung serapan dan emisi gas rumah kaca pada skala nasional.
</p><p><strong>Kata kunci:</strong><strong> </strong>citra penginderaan jauh<strong>, </strong>cadangan karbon, faktor emisi, penutupan lahan, analisis spasial</p>.

Related Results

ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Pemanasan global (global warming) merupakan salah satu bahasan penting yang menjadi perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Salah satu upaya penurunan emisi karbon dapat dilakukan...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
ABSTRACT The University of Lampung, commonly referred to as Unila, is known as a green campus with open green spaces featuring various types of vegetation, such as shrubs, trees, a...
Pendugaan Simpanan Karbon pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir Selatan Pulau Jawa
Pendugaan Simpanan Karbon pada Kawasan Rehabilitasi Pesisir Selatan Pulau Jawa
Konservasi karbon merupakan salah satu tindakan penting dalam rehabilitasi pesisir, khususnya pesisir selatan Pulau Jawa dengan keunikan ombak yang besar, salinitas tinggi dan sedi...
Diversifikasi Usaha untuk Keberlanjutan Lingkungan dalam Kerangka Reforma Agraria melalui Pertanian Karbon
Diversifikasi Usaha untuk Keberlanjutan Lingkungan dalam Kerangka Reforma Agraria melalui Pertanian Karbon
The accelerating pace of climate change has prompted many countries to reduce carbon emissions through carbon farming. Carbon farming plays a crucial role in climate change mitigat...
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
<p>Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan...

Back to Top