Javascript must be enabled to continue!
Kontroversi Filioque
View through CrossRef
Penelitian ini membahas mengenai ajaran gereja tentang keluarnya Roh Kudus dalam Kredo (pengakuan iman) Nicea Konstantinopel yang menggunakan klausa Filioque. Gereja pada awalnya adalah satu, terpecah menjadi Gereja Barat yang dikenal sebagai Gereja Katolik Roma dan Gereja Timur dikenal sebagai Gereja Ortodoks Timur. Pengakuan iman yang diakui secara universal adalah pengakuan iman Nicea yang disepakati pada konsili Nicea tahun 325. Klausa Filioque disisipkan dalam pengakuan iman Nicea Konstantinopel di tahun 381 yang ditambahkan oleh pihak Gereja Barat. Gereja Timur tidak setuju dan sangat menentang sikap Gereja Barat yang menambahkan klausa Filioque dalam pengakuan iman Nicea Konstantinopel secara sepihak. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif disertai dengan studi kepustakaan pada literatur-literatur teologi untuk menemukan gagasan-gagasan penting yang berhubungan dengan ajaran gereja mengenai keluarnya Roh Kudus. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Roh Kudus adalah Allah tetapi Roh Kudus bukanlah Bapa dan Anak. Jadi, Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda dari Bapa dan Anak. Akan tetapi ketiganya mempunyai satu hakikat sebagai Allah.
Title: Kontroversi Filioque
Description:
Penelitian ini membahas mengenai ajaran gereja tentang keluarnya Roh Kudus dalam Kredo (pengakuan iman) Nicea Konstantinopel yang menggunakan klausa Filioque.
Gereja pada awalnya adalah satu, terpecah menjadi Gereja Barat yang dikenal sebagai Gereja Katolik Roma dan Gereja Timur dikenal sebagai Gereja Ortodoks Timur.
Pengakuan iman yang diakui secara universal adalah pengakuan iman Nicea yang disepakati pada konsili Nicea tahun 325.
Klausa Filioque disisipkan dalam pengakuan iman Nicea Konstantinopel di tahun 381 yang ditambahkan oleh pihak Gereja Barat.
Gereja Timur tidak setuju dan sangat menentang sikap Gereja Barat yang menambahkan klausa Filioque dalam pengakuan iman Nicea Konstantinopel secara sepihak.
Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif disertai dengan studi kepustakaan pada literatur-literatur teologi untuk menemukan gagasan-gagasan penting yang berhubungan dengan ajaran gereja mengenai keluarnya Roh Kudus.
Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Roh Kudus adalah Allah tetapi Roh Kudus bukanlah Bapa dan Anak.
Jadi, Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda dari Bapa dan Anak.
Akan tetapi ketiganya mempunyai satu hakikat sebagai Allah.
Related Results
Peter Gemeinhardt, Die Filioque-Kontroverse zwischen Ost- und Westkirche im Frühmittelalter
Peter Gemeinhardt, Die Filioque-Kontroverse zwischen Ost- und Westkirche im Frühmittelalter
Abstract
Die Beschäftigung dem Filioque hat derzeit wieder Konjunktur. Nach der Studie von Bernd Oberdorfer (2001), die das Filioque-Problem aus primär systematisch-...
A Tractate about the Council of Florence attributed to George Amiroutzes
A Tractate about the Council of Florence attributed to George Amiroutzes
George Amiroutzes, commonly called the Philosopher for his wide learning, was a native of Trebizond. In 1437 he accompanied John VIII Palaeologus, emperor of Constantinople, to Ita...
Was Photios an Anti‐Latin?: Heresy and Liturgical Variation in the Encyclical to the Eastern Patriarchs
Was Photios an Anti‐Latin?: Heresy and Liturgical Variation in the Encyclical to the Eastern Patriarchs
In discussing Epistle 2, most of the attention has been focused on the discussion of the filioque, to the exclusion of Photios’ other liturgical and ecclesiastical comments. While ...
Kontroversi Metode Deteksi COVID-19 di Indonesia
Kontroversi Metode Deteksi COVID-19 di Indonesia
Abstract—The governance of COVID-19 cases in Indonesia is carried out in accordance with the WHO directions. Serological tests, often mentioned as rapid antibody tests, are used fo...
FRAMING PEMBERITAAN DONALD TRUMP PADA MEDIA ONLINE SINDONEWS DAN LIPUTAN6
FRAMING PEMBERITAAN DONALD TRUMP PADA MEDIA ONLINE SINDONEWS DAN LIPUTAN6
Abstrak Penelitian ini berupaya menjelaskan pembingkaian (framing) mengenai pemberitaan Donald Trump pada mediaonline. Dua media online dipilih sebagai sasaran penelitian yaitu Sin...
Minimalisasi Kontroversi Omnibus Law Dalam Pembentukan Undang-Undang
Minimalisasi Kontroversi Omnibus Law Dalam Pembentukan Undang-Undang
Pembentukan undang-undang melalui omnibus law seringkali tidak demokratis, pragmatis, mempersempit ruang partisipasi dan mengabaikan penghormatan terhadap harkat dan martabat manus...
PESONA DAN KONTROVERSI BAJU PENGANTIN ADAT BANJAR ANTARA ESTETIKA, TRADISI, DAN SYARIAT
PESONA DAN KONTROVERSI BAJU PENGANTIN ADAT BANJAR ANTARA ESTETIKA, TRADISI, DAN SYARIAT
AbstrakArtikel ini membahas hukum perkawinan adat Banjar, dengan fokus pada pesona dan kontroversi busana pengantin adat Banjar terkait estetika, tradisi, dan syariat Islam. Suku B...
Kontroversi dan Kritik Terhadap Hadis Riwayat Abu Hurairah
Kontroversi dan Kritik Terhadap Hadis Riwayat Abu Hurairah
Abstrak: Abu> Hurairah merupakan rija>l al-h}adis yang paling fenomenal. Dia merupakan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis dengan jumlah 5374. Kendati kuantitas ha...

