Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Vegetasi sebagai Peredam Ingar Bunyi Kendaraan Bermotor

View through CrossRef
Alat transportasi yang jumlahnya semakin bertambah setiap harinya menyebabkan berbagai macam dampak kesehatan terutama pada manusia. Berdasarkan dampak yang ditimbulkan, ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau mengendalikannya. Pertama, kontrol kebisingan pada sumber, kedua, kontrol kebisingan pada lintasan, dan ketiga, kontrol kebisingan pada penerima (manusia). Penelitian ini khusus membahas tentang kontrol kebisingan pada sumber bising dengan media tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi vegetasi sebagai peredam ingar bunyi khususnya ingar bunyi yang berasal dari kendaraan bermotor. Pengukuran intensitas kebisingan dilakukan dengan Sound Level Meter yang berlokasi di jalan Metro Pondok Indah dan dilakukan di dua titik pengamatan, daerah kontrol tanpa vegetasi dan daerah perlakuan dengan vegetasi. Pengukuran dilakukan pada hari kerja dan hari libur, dengan waktu pengukuran dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari. Pengukuran dilakukan dengan tiga kali ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas kebisingan pada daerah kontrol berkisar antara 77.3-79.4 dBA, sedangkan pada daerah perlakuan intensitas bising berkisar antara 56.3-59.4 dBA. Dalam hal ini vegetasi memang mampu meredam ingar sebanyak 20-21 dBA bunyi walaupun kedua hasil tersebut telah melebihi baku mutu kebisingan yang telah ditetapkan oleh KemenLH no. 48/1996, yaitu 65 dBA untuk kawasan perkantoran dan perdagangan (daerah kontrol) dan 55 dBA untuk daerah perumahan dan pemukiman (daerah perlakuan).
Center for Open Science
Title: Potensi Vegetasi sebagai Peredam Ingar Bunyi Kendaraan Bermotor
Description:
Alat transportasi yang jumlahnya semakin bertambah setiap harinya menyebabkan berbagai macam dampak kesehatan terutama pada manusia.
Berdasarkan dampak yang ditimbulkan, ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau mengendalikannya.
Pertama, kontrol kebisingan pada sumber, kedua, kontrol kebisingan pada lintasan, dan ketiga, kontrol kebisingan pada penerima (manusia).
Penelitian ini khusus membahas tentang kontrol kebisingan pada sumber bising dengan media tanaman.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi vegetasi sebagai peredam ingar bunyi khususnya ingar bunyi yang berasal dari kendaraan bermotor.
Pengukuran intensitas kebisingan dilakukan dengan Sound Level Meter yang berlokasi di jalan Metro Pondok Indah dan dilakukan di dua titik pengamatan, daerah kontrol tanpa vegetasi dan daerah perlakuan dengan vegetasi.
Pengukuran dilakukan pada hari kerja dan hari libur, dengan waktu pengukuran dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari.
Pengukuran dilakukan dengan tiga kali ulangan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa intensitas kebisingan pada daerah kontrol berkisar antara 77.
3-79.
4 dBA, sedangkan pada daerah perlakuan intensitas bising berkisar antara 56.
3-59.
4 dBA.
Dalam hal ini vegetasi memang mampu meredam ingar sebanyak 20-21 dBA bunyi walaupun kedua hasil tersebut telah melebihi baku mutu kebisingan yang telah ditetapkan oleh KemenLH no.
48/1996, yaitu 65 dBA untuk kawasan perkantoran dan perdagangan (daerah kontrol) dan 55 dBA untuk daerah perumahan dan pemukiman (daerah perlakuan).

Related Results

Potensi Vegetasi sebagai Peredam Ingar Bunyi Kendaraan Bermotor
Potensi Vegetasi sebagai Peredam Ingar Bunyi Kendaraan Bermotor
Alat transportasi yang jumlahnya semakin bertambah setiap harinya menyebabkan berbagai macam dampak kesehatan terutama pada manusia. Berdasarkan dampak yang ditimbulkan, ada tiga c...
Evaluasi keselamatan kebakaran kendaraan bermotor
Evaluasi keselamatan kebakaran kendaraan bermotor
Risiko kebakaran kendaraan bermotor terus meningkat sejalan dengan meningkatnya populasi kendaraan bermotor serta mobilitas masyarakat. Kebakaran kendaraan bermotor dapat terjadi d...
EFEKTIVITAS PENGHALANG VEGETASI SEBAGAI PEREDAM KEBISINGAN LALU LINTAS DI KAWASAN PENDIDIKAN JALAN AHMAD YANI PONTIANAK
EFEKTIVITAS PENGHALANG VEGETASI SEBAGAI PEREDAM KEBISINGAN LALU LINTAS DI KAWASAN PENDIDIKAN JALAN AHMAD YANI PONTIANAK
ABSTRAK Kawasan pendidikan memerlukan suasana yang tenang dari kebisingan. Kebisingan menyebabkan meningkatnya keluhan, menimbulkan gangguan kesehatan psikologis antara lain ganggu...
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ABSTRAK Representasi suatu ruang kota dapat diidentifikasi melalui aspek estetika lingkungan. Salah satu unsur utama lingkungan adalah vegetasi. Vegetasi berperan sebagai ele...
PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DITINJAU DARI ASPEK KRIMINOLOGI
PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DITINJAU DARI ASPEK KRIMINOLOGI
AbstrakPencurian kendaraan bermotor dengan berbagai modus kejahatan yang kebetulan merupakan fenomena tersendiri di masyarakat, sehingga diperlukan kajian tentang pencurian kendara...
PENGARUH DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PERILAKU TAAT PAJAK
PENGARUH DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PERILAKU TAAT PAJAK
Penelitian dilakukan di Kabupaten Bengkayang terhadap wajib pajak kendaraan bermotor. Penelitian dilakukan karena data tunggakan pajak kendaraan bermotor yang cukup besar di Kalima...
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
KAJIAN PERUBAHAN SPASIAL LAHAN VEGETASI DAN CADANGAN KARBON TERSIMPAN
ABSTRACT The University of Lampung, commonly referred to as Unila, is known as a green campus with open green spaces featuring various types of vegetation, such as shrubs, trees, a...

Back to Top