Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI PEKERJA PADA CV. DUA PUTRI SHOLEHAH DI DESA TEGALREJO KECAMATAN DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO

View through CrossRef
CV. Dua Putri Sholehah merupakan usaha agroindustri pengolahan bawang merah yang terletak di Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan motivasi pekerja yang ada pada CV. Dua Putri Sholehah. Metode penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta dokumetasi. Penelitian ini menggunakan analisis Miles and Huberman. Gaya kepemimpinan pada CV. Dua Putri Sholehah diidentifikasi melalui kegiatan disana. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat tujuh kegiatan pada CV. Dua Putri Sholehah yang menggunakan gaya kepemimpinan otokratik sekaligus demokratik, diantaranya 1) pembagian divisi kerja, 2) rekrutmen, 3) penyediaan bahan baku, 4) proses pengupasan, 5) proses produksi, 6) proses pengemasan, dan 7) pemasaran. Terdapat pula dua kegiatan pada CV. Dua Putri Sholehah yang menggunakan gaya kepemimpinan demokratik, yaitu 1)penyelesaian masalah, 2) rapat dan evaluasi. Motivasi pekeja pada CV. Dua Putri Sholehah dianalisis berdasarkan teori motivasi dua faktor Frederick Herzberg, yang terdiri dari faktor motivator dan faktor hygiene. Faktor motivator pada teori Herzberg terdiri atas beberapa poin, diantaranya 1) perasaan pencapaian 2) pekerjaan yang berarti 3) kesempatan untuk maju 4) tanggung jawab yang meningkat 5) pengakuan, dan 6) kesempatan untuk berkembang. Terdapat pula faktor hygiene dalam teori Herzberg yang terdiri atas 1) gaji 2) status 3) keamanan kerja 4) kondisi kerja 5) tunjangan 6) kebijakan dan prosedur, dan 7) hubungan interpersonal. Keberadaan faktor motivator dan hygiene tersebut terbukti dapat membuat pekerja lebih semangat dan dapat menunjang kepuasan pekerja.
Title: GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI PEKERJA PADA CV. DUA PUTRI SHOLEHAH DI DESA TEGALREJO KECAMATAN DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO
Description:
CV.
Dua Putri Sholehah merupakan usaha agroindustri pengolahan bawang merah yang terletak di Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan motivasi pekerja yang ada pada CV.
Dua Putri Sholehah.
Metode penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif.
Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta dokumetasi.
Penelitian ini menggunakan analisis Miles and Huberman.
Gaya kepemimpinan pada CV.
Dua Putri Sholehah diidentifikasi melalui kegiatan disana.
Hasil penelitian menunjukkan, terdapat tujuh kegiatan pada CV.
Dua Putri Sholehah yang menggunakan gaya kepemimpinan otokratik sekaligus demokratik, diantaranya 1) pembagian divisi kerja, 2) rekrutmen, 3) penyediaan bahan baku, 4) proses pengupasan, 5) proses produksi, 6) proses pengemasan, dan 7) pemasaran.
Terdapat pula dua kegiatan pada CV.
Dua Putri Sholehah yang menggunakan gaya kepemimpinan demokratik, yaitu 1)penyelesaian masalah, 2) rapat dan evaluasi.
Motivasi pekeja pada CV.
Dua Putri Sholehah dianalisis berdasarkan teori motivasi dua faktor Frederick Herzberg, yang terdiri dari faktor motivator dan faktor hygiene.
Faktor motivator pada teori Herzberg terdiri atas beberapa poin, diantaranya 1) perasaan pencapaian 2) pekerjaan yang berarti 3) kesempatan untuk maju 4) tanggung jawab yang meningkat 5) pengakuan, dan 6) kesempatan untuk berkembang.
Terdapat pula faktor hygiene dalam teori Herzberg yang terdiri atas 1) gaji 2) status 3) keamanan kerja 4) kondisi kerja 5) tunjangan 6) kebijakan dan prosedur, dan 7) hubungan interpersonal.
Keberadaan faktor motivator dan hygiene tersebut terbukti dapat membuat pekerja lebih semangat dan dapat menunjang kepuasan pekerja.

Related Results

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Konvergensi Pencegahan Stunting Di Desa Dringu Kabupaten Probolinggo
Konvergensi Pencegahan Stunting Di Desa Dringu Kabupaten Probolinggo
Stunting is a condition in which a child's development is disrupted by several factors, which one of the factor iis malnutrition. Stunting is a problem that often occurs in countri...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan
Abstract. It cannot be denied that communication is important for humans and organizations. Without communication within an organization, it is very likely that any activities carr...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...

Back to Top