Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS STANDAR PENCAHAYAAN STUDI KASUS GEDUNG TEKNOLOGI LISTRIK POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA

View through CrossRef
Pencahayaan harus sesuai dengan standar dikarenakan berpengaruh pada kesehatan, kenyamanan, hingga estetika ruangan. SNI 03-6575-2001 tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan menerangkan standar intensitas cahaya (lux) pada suatu ruangan. Dibutuhkan penelitian dengan pengukuran secara langsung atau nyata menggunakan lux meter pada ruangan agar mendapatkan keakuratan data dan dapat dianalisis hasilnya. Penelitian sesuai dengan standar tata cara pengukuran yang ada. Objek penelitian yaitu ruang kelas, ruang komputer, laboratorium bengkel kerja atau workshop, ruang kantor atau dosen, dan ruang direktur atau kepala program studi Teknologi Listrik Politeknik Enjinering Indorama. Hasil penelitian menunjukkan intensitas cahaya pada ruang kelas sebesar 492,5 lux, ruang komputer sebesar 274,95 lux, ruang kerja sebesar dosen 116,5, ruang kepala program studi sebesar 116,5 lux, dan laboratorium workshop bengkel kerja sebesar 444,74 lux. Ruang kelas dikategorikan memenuhi syarat minimum standar, namun ruang lainnya belum memenuhi. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa lampu yang sudah mati dan usia lampu yang sudah lama. Harapannya dilakukan perbaikan untuk meningkatkan intensitas cahaya sehingga kesehatan dan kenyamanan pengguna ruangan akan lebih baik.
Title: ANALISIS STANDAR PENCAHAYAAN STUDI KASUS GEDUNG TEKNOLOGI LISTRIK POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
Description:
Pencahayaan harus sesuai dengan standar dikarenakan berpengaruh pada kesehatan, kenyamanan, hingga estetika ruangan.
SNI 03-6575-2001 tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan menerangkan standar intensitas cahaya (lux) pada suatu ruangan.
Dibutuhkan penelitian dengan pengukuran secara langsung atau nyata menggunakan lux meter pada ruangan agar mendapatkan keakuratan data dan dapat dianalisis hasilnya.
Penelitian sesuai dengan standar tata cara pengukuran yang ada.
Objek penelitian yaitu ruang kelas, ruang komputer, laboratorium bengkel kerja atau workshop, ruang kantor atau dosen, dan ruang direktur atau kepala program studi Teknologi Listrik Politeknik Enjinering Indorama.
Hasil penelitian menunjukkan intensitas cahaya pada ruang kelas sebesar 492,5 lux, ruang komputer sebesar 274,95 lux, ruang kerja sebesar dosen 116,5, ruang kepala program studi sebesar 116,5 lux, dan laboratorium workshop bengkel kerja sebesar 444,74 lux.
Ruang kelas dikategorikan memenuhi syarat minimum standar, namun ruang lainnya belum memenuhi.
Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa lampu yang sudah mati dan usia lampu yang sudah lama.
Harapannya dilakukan perbaikan untuk meningkatkan intensitas cahaya sehingga kesehatan dan kenyamanan pengguna ruangan akan lebih baik.

Related Results

PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL GEDUNG GREEN BUILDING DAN NON- GREEN BUILDING MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO
Since 2011, Indonesia has been committed to reducing greenhouse gas emissions, one of which is by implementing green buildings in office buildings. The aim of implementing green bu...
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
Petir merupakan salah satu fenomena tegangan dan arus tinggi yang terjadi dalam waktu  amat singkat (impuls) yang bermula dari ionisasi hingga loncatan muatan dari awan ke tanah at...
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
ABSTRAK Kualitas pencahayaan adalahsalah satu faktor penting dalam kegiatan membaca. Gedung Perpustakaan membutuhkan tingkat pencahayaan sebesar 300 lux sesuai dengan Standar Nasio...
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI ASET INFRASTRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI ASET INFRASTRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Aset infrastruktur bangunan gedung di lingkungan kampus berperan penting sebagai sarana penunjang kegiatan akademik maupun non akademik. Universitas Palangka Raya sebagai penyeleng...
Analisis Tingkat Pencahayaan Ruang Kuliah Dengan Memanfaatkan Pencahayaan Alami Dan Pencahayaan Buatanklorofil
Analisis Tingkat Pencahayaan Ruang Kuliah Dengan Memanfaatkan Pencahayaan Alami Dan Pencahayaan Buatanklorofil
Telah dilakukan analisis  tingkat  pencahayaan ruang kuliah di Jurusan Fisika FMIPA Unsrat mencakup  empat  ruang perkuliahan masing-masing dengan menggunakan pencahayaan alami dan...
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa di negara Indonesia menjadi suatu hal yang sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Indonesia terletak dalam wilayah gempa d...
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Raya Baruga
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Raya Baruga
 Abstrak Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan ruang. Kebutuhan pencahayaan suatu ruangan tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan di ruangan terse...
PENGATURAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNAAN SEPEDA LISTRIK DI JALAN RAYA INDONESIA
PENGATURAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNAAN SEPEDA LISTRIK DI JALAN RAYA INDONESIA
Kemajuan teknologi di dunia terus saja meningkat.olaborasi dan teknologi transportasi membuahkan hasil yang sangat gemilang salah satunya dalam bidang transportasi itu. Dengan adan...

Back to Top