Javascript must be enabled to continue!
SUFISME KH. SHALEH DARAT TERHADAP PENAFSIRAN AYAT-AYAT SHALAT DALAM TAFSI<R FAID{ AL-RAH{MA<N
View through CrossRef
Artikel ini mengungkap corak sufistik penafsiran kiai Shaleh Darat dalam kitab Tafsirnya, Tafsir Faid al-Rahman. Sebagai ulama yang dominan menuliskan karya-karyanya dengan bahasa lokal, kiai Shaleh Darat lebih menekankan pada aspek sufistik dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan metode maudu’i dengan mengambil ayat-ayat yang membahas tentang shalat sebagai obyek penafsiran, serta melakukan komparasi dengan karyanya yang lain, yaitu kitab Munjiyyat: Methik Saking Ihya’ ‘Ulum al-Din. Artikel ini melanjutkan temuan Ghazali Munir bahwa kiai Shaleh Darat dilihat dari metode dakwah dan karya-karyanya dominan pada sufistik. Dan juga Saiful Umam yang melihat metode dakwah sufistik yang dilakukan kiai Shaleh Darat tersebut digunakan sebagai kearifan dalam berdakwah. Dari berbagai tafsiran kiai Shaleh Darat terhadap ayat-ayat shalat, bisa disimpulkan bahwa shalat merupakan ibadah ritual selain dilakukan dengan jiwa dan badan yang bersih juga dijadikan sebagai medium untuk menghilangkan hal-hal yang tidak disenangi sekaligus menjadi pijakan mi’raj manusia kepada Allah. Dengan demikian, shalat bisa menyelamatkan manusia dari perbuatan buruk secara tidak kasat mata, sehingga dengan melakukan shalat bisa membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Sebagai seorang tokoh yang hidup di awal abad 19, apa yang dilakukan kiai Shaleh Darat tersebut berangkat dari kearifan beliau dalam berdakwah. Sehingga ada beberapa faktor yang mendorongnya untuk menulis karya-karya dengan menggunakan bahasa lokal, sekaligus bernuansa sufistik.
Title: SUFISME KH. SHALEH DARAT TERHADAP PENAFSIRAN AYAT-AYAT SHALAT DALAM TAFSI<R FAID{ AL-RAH{MA<N
Description:
Artikel ini mengungkap corak sufistik penafsiran kiai Shaleh Darat dalam kitab Tafsirnya, Tafsir Faid al-Rahman.
Sebagai ulama yang dominan menuliskan karya-karyanya dengan bahasa lokal, kiai Shaleh Darat lebih menekankan pada aspek sufistik dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an.
Artikel ini menggunakan metode maudu’i dengan mengambil ayat-ayat yang membahas tentang shalat sebagai obyek penafsiran, serta melakukan komparasi dengan karyanya yang lain, yaitu kitab Munjiyyat: Methik Saking Ihya’ ‘Ulum al-Din.
Artikel ini melanjutkan temuan Ghazali Munir bahwa kiai Shaleh Darat dilihat dari metode dakwah dan karya-karyanya dominan pada sufistik.
Dan juga Saiful Umam yang melihat metode dakwah sufistik yang dilakukan kiai Shaleh Darat tersebut digunakan sebagai kearifan dalam berdakwah.
Dari berbagai tafsiran kiai Shaleh Darat terhadap ayat-ayat shalat, bisa disimpulkan bahwa shalat merupakan ibadah ritual selain dilakukan dengan jiwa dan badan yang bersih juga dijadikan sebagai medium untuk menghilangkan hal-hal yang tidak disenangi sekaligus menjadi pijakan mi’raj manusia kepada Allah.
Dengan demikian, shalat bisa menyelamatkan manusia dari perbuatan buruk secara tidak kasat mata, sehingga dengan melakukan shalat bisa membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya.
Sebagai seorang tokoh yang hidup di awal abad 19, apa yang dilakukan kiai Shaleh Darat tersebut berangkat dari kearifan beliau dalam berdakwah.
Sehingga ada beberapa faktor yang mendorongnya untuk menulis karya-karya dengan menggunakan bahasa lokal, sekaligus bernuansa sufistik.
Related Results
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Shalat merupakan ibadah paling utama yang diwajibkan bagi setiap muslim. Dalam al-Qur’an dan hadis banyak dalil yang menerangkan perintah agar manusia mendirikan shalat. Dalam prak...
Vernakularisasi dalam Tafsir Nusantara: Kajian atas Tafsir Faid al-Rahman karya KH. Sholeh Darat al-Samarani
Vernakularisasi dalam Tafsir Nusantara: Kajian atas Tafsir Faid al-Rahman karya KH. Sholeh Darat al-Samarani
This research discusses about vernacularization in Tafsir Nusantara: The Study of Tafsīr Faiḍ al-Raḥmān by KH. Sholeh Darat al-Samarani. There is a Tafsir Nusan- tara which appear...
Waktu waktu sholat
Waktu waktu sholat
Ibadah shalat merupakan dasar dan tiang agama yaitu pekerjaan yang menghubungkan antaraseorang hamba dengan rabbnya sebagai ungkapan rasa syukur kepada zat yang telah menghidupi da...
PENAFSIRAN DENGAN MENDIALOGKAN SASTRA JAWA DAN BALAGAH DALAM TAFSIR FAIḌ AL-RAḤMĀN
PENAFSIRAN DENGAN MENDIALOGKAN SASTRA JAWA DAN BALAGAH DALAM TAFSIR FAIḌ AL-RAḤMĀN
Penelitian ini membahas tentang penafsiran QS. al-Baqarah/2:261 dalam kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān dengan strategi dialog antara sastra Jawa dan ilmu Balagah dalam penafsirannya. Pe...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
ANALISIS TERHADAP KISAH SAPI BETINA DALAM SURAH AL-BAQARAH (Studi Tarti>b al-Nuzu>l Perspektif Al-Tafsi>r Al-Hadi>th Karya Izzah Darwazah)
ANALISIS TERHADAP KISAH SAPI BETINA DALAM SURAH AL-BAQARAH (Studi Tarti>b al-Nuzu>l Perspektif Al-Tafsi>r Al-Hadi>th Karya Izzah Darwazah)
Pemahaman terhadap Alquran tidaklah selalu urut dengan susunan ayatnya. Terkadang, terdapat beberapa ayat yang pemahamannya harus dimulai dengan ayat setelahnya serta terdapat dala...
Hubungan antara Pengetahuan Shalat dengan Keterampilan Gerakan dan Bacaan Shalat
Hubungan antara Pengetahuan Shalat dengan Keterampilan Gerakan dan Bacaan Shalat
Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif yang terdiri dari pengetahuan shalat sebagai variabel bebas, dan variabel terikatnya yaitu keterampilan gerakan dan bacaan shalat.Tu...

