Javascript must be enabled to continue!
PENAFSIRAN DENGAN MENDIALOGKAN SASTRA JAWA DAN BALAGAH DALAM TAFSIR FAIḌ AL-RAḤMĀN
View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang penafsiran QS. al-Baqarah/2:261 dalam kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān dengan strategi dialog antara sastra Jawa dan ilmu Balagah dalam penafsirannya. Penelitian ini menganalis keahlian dan keunikan K.H. Shaleh Darat dalam mendialogkan antara sastra Jawa dan ilmu Balagah dalam penafsiran ayat tersebut yang belum diungkap secara mendetail pada penelitian yang pernah ada. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan data primer QS. al-Baqarah/2:261 dan kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān dan data sekunder berupa kitab, buku, serta jurnal ilmiah yang berhubungan dengan tema yang dibahas pada penelitian ini. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan tafsir, budaya, dan bahasa. Penafsiran QS. al-Baqarah/2:261 pada kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān mempertahankan unsur Balagah yang terdapat dalam ayat tersebut walaupun ditafsirkan dengan menggunakan Bahasa Jawa. Hal ini terlihat dari penafsiran ayat tersebut yang menggunakan aksara Arab Pegon, Bahasa Jawa Krama Madya, kata khas tertentu dalam Bahasa Jawa, dan gaya bahasa Pepindhan. Penggunaan beberapa hal tersebut memperlihatkan kemampuan pengarang kitab tafsir tersebut dalam mendialogkan unsur Balagah ayat dengan sastra Jawa, sehingga keindahan sastra yang terdapat dalam ayat al-Qur’an tidak hilang dan dapat menjaga eksistensi sastra Jawa.
Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman
Title: PENAFSIRAN DENGAN MENDIALOGKAN SASTRA JAWA DAN BALAGAH DALAM TAFSIR FAIḌ AL-RAḤMĀN
Description:
Penelitian ini membahas tentang penafsiran QS.
al-Baqarah/2:261 dalam kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān dengan strategi dialog antara sastra Jawa dan ilmu Balagah dalam penafsirannya.
Penelitian ini menganalis keahlian dan keunikan K.
H.
Shaleh Darat dalam mendialogkan antara sastra Jawa dan ilmu Balagah dalam penafsiran ayat tersebut yang belum diungkap secara mendetail pada penelitian yang pernah ada.
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan data primer QS.
al-Baqarah/2:261 dan kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān dan data sekunder berupa kitab, buku, serta jurnal ilmiah yang berhubungan dengan tema yang dibahas pada penelitian ini.
Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan tafsir, budaya, dan bahasa.
Penafsiran QS.
al-Baqarah/2:261 pada kitab tafsir Faiḍ al-Raḥmān mempertahankan unsur Balagah yang terdapat dalam ayat tersebut walaupun ditafsirkan dengan menggunakan Bahasa Jawa.
Hal ini terlihat dari penafsiran ayat tersebut yang menggunakan aksara Arab Pegon, Bahasa Jawa Krama Madya, kata khas tertentu dalam Bahasa Jawa, dan gaya bahasa Pepindhan.
Penggunaan beberapa hal tersebut memperlihatkan kemampuan pengarang kitab tafsir tersebut dalam mendialogkan unsur Balagah ayat dengan sastra Jawa, sehingga keindahan sastra yang terdapat dalam ayat al-Qur’an tidak hilang dan dapat menjaga eksistensi sastra Jawa.
.
Related Results
Vernakularisasi dalam Tafsir Nusantara: Kajian atas Tafsir Faid al-Rahman karya KH. Sholeh Darat al-Samarani
Vernakularisasi dalam Tafsir Nusantara: Kajian atas Tafsir Faid al-Rahman karya KH. Sholeh Darat al-Samarani
This research discusses about vernacularization in Tafsir Nusantara: The Study of Tafsīr Faiḍ al-Raḥmān by KH. Sholeh Darat al-Samarani. There is a Tafsir Nusan- tara which appear...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Hakikat Dan Wujud Ilmu Balagah Sebagai Unsur Ilmu Tafsir
Hakikat Dan Wujud Ilmu Balagah Sebagai Unsur Ilmu Tafsir
Ilmu balagah merupakan cabang penting dalam khazanah keilmuan Islam yang berfungsi menjelaskan keindahan, kefasihan, dan ketepatan makna dalam bahasa Arab, khususnya dalam memahami...
UNSUR-UNSUR ISYARY DALAM SEBUAH TAFSIR NUSANTARA: Telaah Analitis Tafsir Faid al-Rahman Karya Kiai Sholeh Darat
UNSUR-UNSUR ISYARY DALAM SEBUAH TAFSIR NUSANTARA: Telaah Analitis Tafsir Faid al-Rahman Karya Kiai Sholeh Darat
Penelitian ini membahas tentang unsur-unsur isyary dalam sebuah tafsir Nusantara: Telaah analistis Tafsir Faid al-Rahman karya Kiai Sholeh Darat. Kiai Sholeh Darat merupakan tokoh ...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Tafsir An-Nur by T.M. Hasbi As-Siddieqy (d. 1975) is one of the popular tafsir works in Indonesia. When interpreting the meaning of "wasilah" in Q.S. Al-Maidah [5]: 35, Hasbi t...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...

