Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LARANGAN MONOPOLI DAN PENIMBUNAN DALAM PERSPEKTIF HADITS

View through CrossRef
Jurnal ini menjelaskan tentang larangan monopoli dan penimbunan dalam perspektif Hadits ataupun Islam. Yang dimana monopoli dapat diartikan sebagai suatu bentuk penguasaan pengadaan barang dan jasa di pasaran oleh satu orang maupun sekelompok orang. Monopoli diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu monopoli individualistik dan monopoli gabungan. Sedangkan penimbunan merupakan membeli barang dalam jumlah yang besar untuk disimpan dan dijual kembali dengan harga tinggi. Dalam hukum ekonomi Islam, disebutkan bahwa prinsip keadilan dan asas maslahat ditujukan untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam bidang ekonomi. Islam sangat melarang segala bentuk praktek monopoli dan penimbunan karena akan berdampak terjadinya kesenjangan sosial dan keadaan ekonomi di kalangan masyarakat pun akan menurun. Maka dari itu, pemerintah sebaiknya harus lebih tegas dalam mengimplementasikan UU Anti monopoli dalam semua praktek kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia
Center for Open Science
Title: LARANGAN MONOPOLI DAN PENIMBUNAN DALAM PERSPEKTIF HADITS
Description:
Jurnal ini menjelaskan tentang larangan monopoli dan penimbunan dalam perspektif Hadits ataupun Islam.
Yang dimana monopoli dapat diartikan sebagai suatu bentuk penguasaan pengadaan barang dan jasa di pasaran oleh satu orang maupun sekelompok orang.
Monopoli diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu monopoli individualistik dan monopoli gabungan.
Sedangkan penimbunan merupakan membeli barang dalam jumlah yang besar untuk disimpan dan dijual kembali dengan harga tinggi.
Dalam hukum ekonomi Islam, disebutkan bahwa prinsip keadilan dan asas maslahat ditujukan untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam bidang ekonomi.
Islam sangat melarang segala bentuk praktek monopoli dan penimbunan karena akan berdampak terjadinya kesenjangan sosial dan keadaan ekonomi di kalangan masyarakat pun akan menurun.
Maka dari itu, pemerintah sebaiknya harus lebih tegas dalam mengimplementasikan UU Anti monopoli dalam semua praktek kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia.

Related Results

Kritik Sanad terhadap Hadits Larangan Tertawa
Kritik Sanad terhadap Hadits Larangan Tertawa
Disuatu perkumpulan atau pertemuan dalam hubungan sosial, tertawa banyak dijumpai. Dikarenakan manusia memiliki kecenderungan terhadap kesenangan dan kebahagiaan, hal tersebut mamp...
Interpretasi Akad Ba’i Muzayadah terhadap Hadits Larangan Transaksi di atas Transaksi Saudaranya Perspektif Abu Ubaid Al-Qasim
Interpretasi Akad Ba’i Muzayadah terhadap Hadits Larangan Transaksi di atas Transaksi Saudaranya Perspektif Abu Ubaid Al-Qasim
Abstract. This study discusses the interpretation of the contract of ba’i muzayadah in relation to the hadith prohibiting transactions over one's brother’s transaction from the per...
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis 1) prinsip Manajemen Pendidikan Islam, sepuluh ciri/indikator iman dan akhlak, 2) prinsip Manajemen Pendidikan Islam (stud...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...
Pendidikan Seks dalam Hadis
Pendidikan Seks dalam Hadis
Pendidikan seks merupakan topik yang penting dan kontroversial dalam masyarakat modern saat ini. Dalam Islam, pendidikan seks juga merupakan hal yang penting untuk diajarkan kepada...
Hadits Dalam Kacamata Mu’tazilah: Studi Tentang Al-Qadhi ‘Abdul Jabbar Dan Abu Al-Husain Al-Basri
Hadits Dalam Kacamata Mu’tazilah: Studi Tentang Al-Qadhi ‘Abdul Jabbar Dan Abu Al-Husain Al-Basri
Tulisan ini bertujuan (1) mengkaji cara pandang Mu’tazilah tentang Qadhi Abdul Jabbar sebagai tentang  hadits. (2) menginterpretasi atau mendekripsikan secara analitis hadits-hadit...

Back to Top