Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hadits Dalam Kacamata Mu’tazilah: Studi Tentang Al-Qadhi ‘Abdul Jabbar Dan Abu Al-Husain Al-Basri

View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan (1) mengkaji cara pandang Mu’tazilah tentang Qadhi Abdul Jabbar sebagai tentang  hadits. (2) menginterpretasi atau mendekripsikan secara analitis hadits-hadits yang di tentang oleh Mu’tazilah. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan untuk membahas persoalan yang ada dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif. Mu’tazilah dalam menyikapi segala hal selalu berpedoman dengan lima dasar kerangka berfikir (ushul al-khamsah), tanpa kecuali dalam menyikapi hadits. Kaum mu’tazilah yang selalu menggunakan akalnya dalam segala hal menjadikannya al-Quran maupun hadist tunduk padanya. Dalam bidang hadits, mereka tidak mempercayai sahabat, mereka mengigkari hadits mutawatir, mereka mengingkari hadits ahad, bahkan terkadang memalsukan hadits demi memperkuat pendapatnya. Gambaran penyimpangan Mu’tazilah terhadap hadits diantaranya: mengenal Allah SWT dengan bukti yang nyata, mengingkari adanya melihat Allah SWT pada hari kiamat, mengingkari adanya syafa’at Rasulullah SAW, mengingkari adanya mu’jizat Rasulullah SAW, pendapatnya mengenai hukuman bagi peminum khamr dan anggur, dan mengingkari adanya adzab kubur.
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2 Brebes
Title: Hadits Dalam Kacamata Mu’tazilah: Studi Tentang Al-Qadhi ‘Abdul Jabbar Dan Abu Al-Husain Al-Basri
Description:
Tulisan ini bertujuan (1) mengkaji cara pandang Mu’tazilah tentang Qadhi Abdul Jabbar sebagai tentang  hadits.
(2) menginterpretasi atau mendekripsikan secara analitis hadits-hadits yang di tentang oleh Mu’tazilah.
Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan untuk membahas persoalan yang ada dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif.
Mu’tazilah dalam menyikapi segala hal selalu berpedoman dengan lima dasar kerangka berfikir (ushul al-khamsah), tanpa kecuali dalam menyikapi hadits.
Kaum mu’tazilah yang selalu menggunakan akalnya dalam segala hal menjadikannya al-Quran maupun hadist tunduk padanya.
Dalam bidang hadits, mereka tidak mempercayai sahabat, mereka mengigkari hadits mutawatir, mereka mengingkari hadits ahad, bahkan terkadang memalsukan hadits demi memperkuat pendapatnya.
Gambaran penyimpangan Mu’tazilah terhadap hadits diantaranya: mengenal Allah SWT dengan bukti yang nyata, mengingkari adanya melihat Allah SWT pada hari kiamat, mengingkari adanya syafa’at Rasulullah SAW, mengingkari adanya mu’jizat Rasulullah SAW, pendapatnya mengenai hukuman bagi peminum khamr dan anggur, dan mengingkari adanya adzab kubur.

Related Results

I’LLAH HADIST; POSISI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESHAHIHAN HADIST
I’LLAH HADIST; POSISI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESHAHIHAN HADIST
The study of 'illah hadits is very important because it determines whether a hadits is truly authentic or not. This research aims to delve into the concept of 'illah hadits, its po...
Kritik Sanad terhadap Hadits Larangan Tertawa
Kritik Sanad terhadap Hadits Larangan Tertawa
Disuatu perkumpulan atau pertemuan dalam hubungan sosial, tertawa banyak dijumpai. Dikarenakan manusia memiliki kecenderungan terhadap kesenangan dan kebahagiaan, hal tersebut mamp...
Pemikiran Teologi Maturidiyyah (Pendekatan Sejarah)
Pemikiran Teologi Maturidiyyah (Pendekatan Sejarah)
AbstractThe birth of the major schools of classical theology cannot be separated from the political dynamics that occurred in the early days of the history of Muslims. At specific ...
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam
Prinsip Manajemen Pendidikan Islam
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis 1) prinsip Manajemen Pendidikan Islam, sepuluh ciri/indikator iman dan akhlak, 2) prinsip Manajemen Pendidikan Islam (stud...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Konsep teologi al-qadi abd al-jabbar dalam perspektif epistemologi bayani
Konsep teologi al-qadi abd al-jabbar dalam perspektif epistemologi bayani
Abstrak : Kemunculan aliran rasionalis Islam yang memisahkan diri dari aliran Ahl al-Hadits dengan Hasan al-Basri sebagai tokoh utama, sehingga terkenal dengan sebutan Mu’tazilah...

Back to Top