Javascript must be enabled to continue!
Analisis Elemen Hingga Bagian Penekuk pada Mesin Pembuat Begel Baja Tulangan 8 mm
View through CrossRef
Simulasi numerik elemen hingga (Finite element analysis, FEA) menggunakan software memiliki fungsi sebagai analisa untuk membuktikan validitas model rancangan dalam hal kekuatan. Simulasi menggunakan software akan lebih hemat waktu dan pengeluaran. Tujuan dari dilakukannya simulasi ini adalah untuk menganalisis apakah model rancangan tersebut mengalami deformasi plastik atau tidak. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian kekuatan salah satu part pada mesin pembuat begel yaitu Penekuk. Alasan dilakukannya simulasi adalah karena pada part tersebut mengalami beban yang besar dan beban kerjanya lebih banyak dari part lainnya. Material yang digunakan untuk Penekuk ini adalah AISI 1045 dengan model yang telah ditentukan. Proses simulasi yang dilakukan pada penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap: Pre-processing, Computation dan Post processing. Proses simulasi dilakukan sebanyak tiga kali dengan metode h-adaptive dan jumlah iterasi masing-masing 3, 4 dan 5. Tegangan maksimal yang terjadi pada simulasi dengan jumlah iterasi 3, 4 dan 5 secara berurutan adalah 144,9 MPa, 128,6 MPa dan 194,2 MPa dengan akurasi masing-masing 97,048%, 97,745% dan 98,126%. Hal ini menunjukkan Penekuk tidak mengalami deformasi plastik, dimana tegangan luluh material AISI 1045 adalah 530 MPa. Faktor kemaanan (FoS) dari model ini adalah 2,729, dimana model tersebut perlu dilakukan optimasi dengan ukuran model. Hasil simulasi pada desain yang telah dioptimasi memiliki nilai tegangan 217,2 MPa dan FoS 2,44. Melalui simulasi ini, massa komponen dapat dikurangi dari 296,36gr menjadi 162,3gr atau 45,2%.
Universitas Muhammadiyah Pontianak
Title: Analisis Elemen Hingga Bagian Penekuk pada Mesin Pembuat Begel Baja Tulangan 8 mm
Description:
Simulasi numerik elemen hingga (Finite element analysis, FEA) menggunakan software memiliki fungsi sebagai analisa untuk membuktikan validitas model rancangan dalam hal kekuatan.
Simulasi menggunakan software akan lebih hemat waktu dan pengeluaran.
Tujuan dari dilakukannya simulasi ini adalah untuk menganalisis apakah model rancangan tersebut mengalami deformasi plastik atau tidak.
Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian kekuatan salah satu part pada mesin pembuat begel yaitu Penekuk.
Alasan dilakukannya simulasi adalah karena pada part tersebut mengalami beban yang besar dan beban kerjanya lebih banyak dari part lainnya.
Material yang digunakan untuk Penekuk ini adalah AISI 1045 dengan model yang telah ditentukan.
Proses simulasi yang dilakukan pada penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap: Pre-processing, Computation dan Post processing.
Proses simulasi dilakukan sebanyak tiga kali dengan metode h-adaptive dan jumlah iterasi masing-masing 3, 4 dan 5.
Tegangan maksimal yang terjadi pada simulasi dengan jumlah iterasi 3, 4 dan 5 secara berurutan adalah 144,9 MPa, 128,6 MPa dan 194,2 MPa dengan akurasi masing-masing 97,048%, 97,745% dan 98,126%.
Hal ini menunjukkan Penekuk tidak mengalami deformasi plastik, dimana tegangan luluh material AISI 1045 adalah 530 MPa.
Faktor kemaanan (FoS) dari model ini adalah 2,729, dimana model tersebut perlu dilakukan optimasi dengan ukuran model.
Hasil simulasi pada desain yang telah dioptimasi memiliki nilai tegangan 217,2 MPa dan FoS 2,44.
Melalui simulasi ini, massa komponen dapat dikurangi dari 296,36gr menjadi 162,3gr atau 45,2%.
Related Results
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN
Perencanaan struktur gedung hotel 5 lantai ini menggunakan sistem struktur tahan gempa dengan konsep Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Mutu beton yang digunakan adalah ...
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan adalah sarana pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yaitu kecamatan yang berada di wilayah utara Cianjur. ...
DESAIN JEMBATAN JALAN DATUK LAKSAMANA DENGANT-GIRDERMENGGUNAKANSNI 1725-2016
DESAIN JEMBATAN JALAN DATUK LAKSAMANA DENGANT-GIRDERMENGGUNAKANSNI 1725-2016
Jembatan Jalan Datuk Laksamana dengan panjang 20 m dan lebar 3 m, yang menghubungkan antara Desa Bukit Batu dan Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu merupakan jembatan beton bertulan...
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
PENGARUH SIRIP VERTIKAL PADA KUAT LEKAT PELAT SETRIP DENGAN BETON NORMAL
Kemajuan pembangunan infrastruktur mendorong akan meningkatnya penggunaan beton dan baja. Lekatan antara beton dengan baja tulangan merupakan salah satu mekanisme dasar pada strukt...
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dib...
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERKANTORAN 7 LANTAI
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERKANTORAN 7 LANTAI
Gedung merupakan tempat untuk melakukan aktifitas dalam berbagai bidang, contohnya adalah gedungperkantoran. Dilihat dari fungsinya maka dibutuhkan ruang yang memadai agar kegiatan...
PERENCANAAN HOTEL BERBINTANG 6 LANTAI DI KABUPATEN CIANJUR
PERENCANAAN HOTEL BERBINTANG 6 LANTAI DI KABUPATEN CIANJUR
ABSTRACTCianjur is a city in Indonesia that has a tourist destination. This causes many people from outside the city to come for a vacation in Cianjur district. The increasing popu...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...

