Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Runtuhnya Kejayaan Kopi Priangan Tahun 1870-1900

View through CrossRef
Tahun 1870-1900 adalah tahun dimana pemerintah Belanda memberikan peluang kepada pengusaha swasta untuk menanamkan modalnya di Hindia-Belanda, khususnya pada bidang perkebunan. Tanaman kopi merupakan salah satu jenis tanaman ekspor yang laku di pasar internasional, wilayah Hindia-Belanda yang terkenal sebagai penghasil kopi adalah Priangan. Ketika masa Tanam Paksa tanaman kopi sangat memberikan keuntungan bagi kas negeri Belanda. Namun ketika masa Liberal diterapkan di Hindia-Belanda kopi Priangan mengalami penurunan ekspor ke pasar internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan runtuhnya kejayaan kopi Priangan pada tahun 1870-1900. Metodologi dalam penelitian ini adalah metode historis dengan empat langkah penelitian: Heuristik (mencari serta mengumpulkan arsip melalui ANRI), Kritik (melihat keaslian sumber serta isi dari arsip yang telah ditemukan), Interpretasi (menafsirkan data yang diperoleh), Historiografi (menulis cerita sejarah dalam bentuk skripsi). Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis data historis, kegiatan yang diawali pengumpulan data, kritik sumber yang dikaitkan dengan teori serta metode penelitian sejarah dan kemudian menjadi sebuah fakta sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan: runtuhnya kejayaan kopi Priangan tahun 1870-1900 disebabkan oleh beberapa faktor: 1). Meningkatnya pasokan kopi di pasar internasional. 2). Munculnya perkebunan kopi swasta lainnya di wilayah Hindia-Belanda seperti di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara sehingga munculnya pesaing (kompetitor). 3). Setiap 35 tahun sekali harga kopi turun ke titik terendah dan menurunnya jumlah permintaan kopi dari Brazil sebagai pusat pasar kopi dunia.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Runtuhnya Kejayaan Kopi Priangan Tahun 1870-1900
Description:
Tahun 1870-1900 adalah tahun dimana pemerintah Belanda memberikan peluang kepada pengusaha swasta untuk menanamkan modalnya di Hindia-Belanda, khususnya pada bidang perkebunan.
Tanaman kopi merupakan salah satu jenis tanaman ekspor yang laku di pasar internasional, wilayah Hindia-Belanda yang terkenal sebagai penghasil kopi adalah Priangan.
Ketika masa Tanam Paksa tanaman kopi sangat memberikan keuntungan bagi kas negeri Belanda.
Namun ketika masa Liberal diterapkan di Hindia-Belanda kopi Priangan mengalami penurunan ekspor ke pasar internasional.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan runtuhnya kejayaan kopi Priangan pada tahun 1870-1900.
Metodologi dalam penelitian ini adalah metode historis dengan empat langkah penelitian: Heuristik (mencari serta mengumpulkan arsip melalui ANRI), Kritik (melihat keaslian sumber serta isi dari arsip yang telah ditemukan), Interpretasi (menafsirkan data yang diperoleh), Historiografi (menulis cerita sejarah dalam bentuk skripsi).
Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis data historis, kegiatan yang diawali pengumpulan data, kritik sumber yang dikaitkan dengan teori serta metode penelitian sejarah dan kemudian menjadi sebuah fakta sejarah.
Hasil penelitian ini menunjukkan: runtuhnya kejayaan kopi Priangan tahun 1870-1900 disebabkan oleh beberapa faktor: 1).
Meningkatnya pasokan kopi di pasar internasional.
2).
Munculnya perkebunan kopi swasta lainnya di wilayah Hindia-Belanda seperti di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara sehingga munculnya pesaing (kompetitor).
3).
Setiap 35 tahun sekali harga kopi turun ke titik terendah dan menurunnya jumlah permintaan kopi dari Brazil sebagai pusat pasar kopi dunia.

Related Results

Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan (1900-2000-an)
Perubahan Fungsi Ketuk Tilu Di Priangan (1900-2000-an)
ABSTRACT Ketuk tilu is one of traditional arts which lives and thrives in Priangan community. At the beginning of its creation, Ketuk tilu was allegedly an art having ritual funct...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Analysis Of Consumer Level Of Affection For Indonesia Popular Coffee Products In The Era Of Generation Z
Analysis Of Consumer Level Of Affection For Indonesia Popular Coffee Products In The Era Of Generation Z
Produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton pada tahun 2022, meningkat sekitar 1,1% dari tahun sebelumnya, dan angka ini dapat terus meningkat setiap tahunnya.  Namun, Negara I...
PENGALAMAN PELANGGAN DI KOPI TIAM RUSEN 1955, SINGKAWANG
PENGALAMAN PELANGGAN DI KOPI TIAM RUSEN 1955, SINGKAWANG
Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Arus tren kopi susu yang menjadi pemicu peningkatan konsumsi kopi dalam negeri. Salah satunya adalah Kopi Tiam Rusen 1955 yang...
JEJAK RASA BALI UTARA: PERGULATAN DAN EKSISTENSI KOPI TRI SAKTI SINGARAJA 1980
JEJAK RASA BALI UTARA: PERGULATAN DAN EKSISTENSI KOPI TRI SAKTI SINGARAJA 1980
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jejak rasa kopi arabika yang dikembangkan oleh orang-orang Belanda di Bali utara sejak abad XVII. Kopi jenis ini pertama kali didatangkan ...
Sales Promotion Produk Kopi Melalui Media Sosial Instagram
Sales Promotion Produk Kopi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Sales promotion is one aspect of the marketing mix that is dedicated to introducing new products to increase sales volume. Marlina Kopi is one of the business people in t...
“BELI KOPI” MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
“BELI KOPI” MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
Seiring perkembangan zaman, bisnis minuman kopi telah berubah saat ini. Di Indonesia dapat ditemukan berbagai macam olahan kopi, salah satunya adalah kopi kekinian yang menjadi fen...

Back to Top