Javascript must be enabled to continue!
PENDIDIKAN LITERASI DALAM KITAB HADITS SHAHIH MUSLIM
View through CrossRef
The aim of this research is to explore literacy education in the Sahih Muslim Book. This research is qualitative research with the type of library research, and the data analysis techniques use inductive and deductive. The findings of this research can be concluded: (1) The life of a Muslim imam is a life filled with learning, teaching and writing scientific papers. He migrated to various countries in search of hadith. Including to Hijaz, Iraq, Syria, Egypt and other countries. Until his death, he was busy teaching and studying science; (2) Imam Muslim has many written works. Among them are Sahih Muslim, al-Musnad al-Kabir, Asma' al-Rijal, Jami' al-Kabir 'Ala al-Abwab, al-'Ilal, Auham al-Muhadditsin, al-Tamyiz, Man Laisa Lahu illa Rawin Wahidin , Thabaqat al-Tabi'in, and al-Muhadramin; (3) This authentic book is the result of a life full of blessings, which was written wherever he was, whether in short or free time. He collected, memorized, filtered and wrote so that it became a very good and orderly authentic book. He and several of his students completed the compilation of the authentic book within fifteen years.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali tentang pendidikan literasi dalam Kitab Shahih Muslim. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research), dan teknik analisis datanya menggunakan induktif dan deduktif. Temuan penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Kehidupan imam Muslim adalah kehidupan yang dipenuhi dengan kegiatan belajar, mengajar dan menulis karya ilmiah. Beliau Beliau merantau ke berbagai negeri untuk mencari hadits. Antara lain ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Hingga menjelang wafat pun beliau sibuk mengajar dan mengkaji ilmu; (2) Imam Muslim memiliki banyak karya tulis. Di antaranya adalah Shahih Muslim, al-Musnad al-Kabir, Asma’ al-Rijal, Jami’ al-Kabir ‘Ala al-Abwab, al-‘Ilal, Auham al-Muhadditsin, al-Tamyiz, Man Laisa Lahu illa Rawin Wahidin, Thabaqat al-Tabi’in, dan al-Muhadramin; (3) Kitab shahih ini adalah hasil dari kehidupan yang penuh berkah, yang ditulis di mana saja ia berada, baik dalam waktu sempit maupun lapang. Dia mengumpulkan, menghafal, menyaring, dan menulis sehingga menjadi sebuah kitab shahih yang sangat baik dan teratur. Dia dan beberapa muridnya menyelesaikan penyusunan kitab shahih itu dalam waktu lima belas tahun.
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Title: PENDIDIKAN LITERASI DALAM KITAB HADITS SHAHIH MUSLIM
Description:
The aim of this research is to explore literacy education in the Sahih Muslim Book.
This research is qualitative research with the type of library research, and the data analysis techniques use inductive and deductive.
The findings of this research can be concluded: (1) The life of a Muslim imam is a life filled with learning, teaching and writing scientific papers.
He migrated to various countries in search of hadith.
Including to Hijaz, Iraq, Syria, Egypt and other countries.
Until his death, he was busy teaching and studying science; (2) Imam Muslim has many written works.
Among them are Sahih Muslim, al-Musnad al-Kabir, Asma' al-Rijal, Jami' al-Kabir 'Ala al-Abwab, al-'Ilal, Auham al-Muhadditsin, al-Tamyiz, Man Laisa Lahu illa Rawin Wahidin , Thabaqat al-Tabi'in, and al-Muhadramin; (3) This authentic book is the result of a life full of blessings, which was written wherever he was, whether in short or free time.
He collected, memorized, filtered and wrote so that it became a very good and orderly authentic book.
He and several of his students completed the compilation of the authentic book within fifteen years.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali tentang pendidikan literasi dalam Kitab Shahih Muslim.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research), dan teknik analisis datanya menggunakan induktif dan deduktif.
Temuan penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Kehidupan imam Muslim adalah kehidupan yang dipenuhi dengan kegiatan belajar, mengajar dan menulis karya ilmiah.
Beliau Beliau merantau ke berbagai negeri untuk mencari hadits.
Antara lain ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya.
Hingga menjelang wafat pun beliau sibuk mengajar dan mengkaji ilmu; (2) Imam Muslim memiliki banyak karya tulis.
Di antaranya adalah Shahih Muslim, al-Musnad al-Kabir, Asma’ al-Rijal, Jami’ al-Kabir ‘Ala al-Abwab, al-‘Ilal, Auham al-Muhadditsin, al-Tamyiz, Man Laisa Lahu illa Rawin Wahidin, Thabaqat al-Tabi’in, dan al-Muhadramin; (3) Kitab shahih ini adalah hasil dari kehidupan yang penuh berkah, yang ditulis di mana saja ia berada, baik dalam waktu sempit maupun lapang.
Dia mengumpulkan, menghafal, menyaring, dan menulis sehingga menjadi sebuah kitab shahih yang sangat baik dan teratur.
Dia dan beberapa muridnya menyelesaikan penyusunan kitab shahih itu dalam waktu lima belas tahun.
Related Results
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
Para ulama telah sepakat tentang keautentikan hadis-hadis yang termuat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Namun sekarang, sebagian ulama sudah mulai melakukan kritik ...
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Hadits yang dapat dijadikan panduan adalah hadits yang diyakini kebenarannya. Salah satu hadits yang paling diyakini kebenarannya adalah hadits shahih. Hadits shahih dapat ditemuka...
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Aplikasi Hadist Shahih Berbasis Android
Hadits merupakan perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam yang dijadikan sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al Qur’an. ...
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
Buku-buku hadits ahkam mulai muncul pada abad ke enam hijriyah, dan mengalami perkembangan pesat pada abad ketujuh, kedelapan dan kesembilan. Diantara buku-buku tersebut yang terke...
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDUDI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
STUDI KOMPARASI ANTARA BAB NAWAQID AL-WUDU DI KITAB AL-MUHARRAR FI AL-HADITH DENGAN BAB NAWAQID AL-WUDUDI KITAB BULUGHUL MARAM MIN ADILLAT AL-AHKAM
Buku-buku hadits ahkam mulai muncul pada abad ke enam hijriyah, dan mengalami perkembangan pesat pada abad ketujuh, kedelapan dan kesembilan. Diantara buku-buku tersebut yang terke...
I’LLAH HADIST; POSISI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESHAHIHAN HADIST
I’LLAH HADIST; POSISI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESHAHIHAN HADIST
The study of 'illah hadits is very important because it determines whether a hadits is truly authentic or not. This research aims to delve into the concept of 'illah hadits, its po...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
STUDI KOMPARASI ANTARA METODE MTA (MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN) DALAM MENYIKAPI KONTRADIKSI HADITS TENTANG MUSIK DENGAN METODE ULAMA SYAFI’IYAH
STUDI KOMPARASI ANTARA METODE MTA (MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN) DALAM MENYIKAPI KONTRADIKSI HADITS TENTANG MUSIK DENGAN METODE ULAMA SYAFI’IYAH
MTA berkembang di tengah masyarakat Nusantara yang mayoritas kaum musliminnya adalah syafi’iyah. Sedangkan MTA tidak bermadzhab empat, tapi bermadzhab Al-Qur’an dan Sunnah, sebagai...

