Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan

View through CrossRef
Uji Tarik adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam maupun non logam. Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Pengujian tarik (tensile test) juga sering disebut sebagai tension test, merupakan salah satu dari pengujian mekanik yang paling mendasar/fundamental, sangat sederhana, tidak mahal dan telah distandarisasi di seluruh dunia seperti di Amerika ASTM E 8 dan ASTM E 8M dan di Jepang JIS 2241. Dapat mengetahui tegangan, regangan,reduksi, dan modulus elastisitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model penampang speciment kotak dan bulat dengan luasan yang sama dilihat dari kekuatan tarik masing-masing specimen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen perbandingan, yaitu suatu cara untuk membandingkan antara dua indikator speciment yang berbeda model penampang dengan luasan yang sama, untuk mengetahui kekuatan tarik masing-masing speciment . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik pada material dasar sebesar 781,004Mpa dengan speciment bentuk kotak. Kekuatan tarik  paling  tinggi terjadi pada pengelasan menggunakan elektroda las LB-52 yaitu sebesar 1.193,033 Mpa penampang speciment kotak dan elektroda las CIA yang memiliki kekuatan tarik yang hampir sama yaitu sebesar 1.134,002 Mpa penampang speciment kotak. Sedangkan yang paling rendah adalah pengelasan menggunakan elektroda LB-52 yang tanpa dicelup oli dimana hampir sama dengan material dasarnya yaitu sebesar 403,802 Mpa penampang speciment bulat. 
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Title: Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan
Description:
Uji Tarik adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam maupun non logam.
Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah.
Pengujian tarik (tensile test) juga sering disebut sebagai tension test, merupakan salah satu dari pengujian mekanik yang paling mendasar/fundamental, sangat sederhana, tidak mahal dan telah distandarisasi di seluruh dunia seperti di Amerika ASTM E 8 dan ASTM E 8M dan di Jepang JIS 2241.
 Dapat mengetahui tegangan, regangan,reduksi, dan modulus elastisitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model penampang speciment kotak dan bulat dengan luasan yang sama dilihat dari kekuatan tarik masing-masing specimen.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen perbandingan, yaitu suatu cara untuk membandingkan antara dua indikator speciment yang berbeda model penampang dengan luasan yang sama, untuk mengetahui kekuatan tarik masing-masing speciment .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik pada material dasar sebesar 781,004Mpa dengan speciment bentuk kotak.
Kekuatan tarik  paling  tinggi terjadi pada pengelasan menggunakan elektroda las LB-52 yaitu sebesar 1.
193,033 Mpa penampang speciment kotak dan elektroda las CIA yang memiliki kekuatan tarik yang hampir sama yaitu sebesar 1.
134,002 Mpa penampang speciment kotak.
Sedangkan yang paling rendah adalah pengelasan menggunakan elektroda LB-52 yang tanpa dicelup oli dimana hampir sama dengan material dasarnya yaitu sebesar 403,802 Mpa penampang speciment bulat.
 .

Related Results

Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan
Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan
Untuk mengetahui sifat logam maupun non logam salah satu pengujian yang digunakan adalah uji tarik. Prinsip dari pengujian ini adalah dengan memberikan beban gaya yang berlawanan a...
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...
ANALISIS SIFAT MEKANIK BAJA ULIR BERDASARKAN DIAMETER
ANALISIS SIFAT MEKANIK BAJA ULIR BERDASARKAN DIAMETER
Beton berulir disamping untuk memperkuat ikatan beton juga untuk mendapatkan material lebih ringan tetapi mempunyai kekuatan tarik tinggi sehinga diharapkan dapat menekan biaya kon...
ANALISIS SIFAT MEKANIK PENGELASAN BIMETAL PLAT BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLESS STEEL DENGAN LAS GTAW
ANALISIS SIFAT MEKANIK PENGELASAN BIMETAL PLAT BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLESS STEEL DENGAN LAS GTAW
Bahan baja tahan karat (stainless steel) banyak digunakan dalam industri rumah tangga maupun industri militer, dan juga dalam industri nuklir. Bahan baja dibag...
Analisis Kecepatan Putar, Durasi Gesek dan Tekanan Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Gesek (Friction Welding)
Analisis Kecepatan Putar, Durasi Gesek dan Tekanan Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Gesek (Friction Welding)
Pengelasan busur listrik elektroda terbungkus cocok digunakan untuk pelat-pelat datar. Namun untuk benda pejal sulit untuk dilakukan, apabila digunakan untuk benda pejal, maka, has...
PENGARUH VARIASI PARAMETER PENGELASAN TERHADAP KUALITAS HASIL PENGELASAN
PENGARUH VARIASI PARAMETER PENGELASAN TERHADAP KUALITAS HASIL PENGELASAN
Abstrak Salah satu hal penting yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan adalah besarnya arus las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh arus pengelas...

Back to Top