Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA Materi Bioteknologi

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA khususnya materi bioteknologi di kelas IX SMP Maarif 1 Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chroscheck sectional Survey. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan Claster Random Sampling, dimana peneliti melakukan acak sembarang dan diperoleh Kelas IX A yang terdiri dari 25 siswa di SMP Maarif 1 Ponorogo. Teknik pengumpulan data adalah tes, observasi, dan wawancara. Tes diberikan kepada siswa kelas IX A, observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, serta wawancara dilakukan terhadap guru IPA. Adapun wawancara yang digunakan bersifat terbuka. Instrumen tes pada penelitian ini adalah berupa soal essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Pada setiap item soal memuat 4 aspek, yaitu: (1) interpretasi, (2) analisis, (3) evaluasi, (4) inferensi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX A SMP Maarif 1 Ponorogo pada materi bioteknologi masih kurang dengan nilai rata-rata 40,62. Keterampilan berpikir kritis siswa paling banyak muncul pada indikator interpretasi. Keterampilan berpikir kritis peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pola pikir dalam memecahkan masalah dan pemahaman dari setiap materi yang telah disampaikan. Oleh sebab itu guru sangat berperan penting dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis dari siswa
Title: Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA Materi Bioteknologi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA khususnya materi bioteknologi di kelas IX SMP Maarif 1 Ponorogo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chroscheck sectional Survey.
Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan Claster Random Sampling, dimana peneliti melakukan acak sembarang dan diperoleh Kelas IX A yang terdiri dari 25 siswa di SMP Maarif 1 Ponorogo.
Teknik pengumpulan data adalah tes, observasi, dan wawancara.
Tes diberikan kepada siswa kelas IX A, observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, serta wawancara dilakukan terhadap guru IPA.
Adapun wawancara yang digunakan bersifat terbuka.
Instrumen tes pada penelitian ini adalah berupa soal essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa.
Pada setiap item soal memuat 4 aspek, yaitu: (1) interpretasi, (2) analisis, (3) evaluasi, (4) inferensi.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX A SMP Maarif 1 Ponorogo pada materi bioteknologi masih kurang dengan nilai rata-rata 40,62.
Keterampilan berpikir kritis siswa paling banyak muncul pada indikator interpretasi.
Keterampilan berpikir kritis peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pola pikir dalam memecahkan masalah dan pemahaman dari setiap materi yang telah disampaikan.
Oleh sebab itu guru sangat berperan penting dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis dari siswa.

Related Results

PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF SISWA
PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui kelayakan modul dan pengaruh modul materi sistem peredaran darah berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir ...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
Etnomatematika mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal, membantu siswa belajar dari konteks budaya mereka dan meningkatkan pemahaman matematika. Siswa sering kesulitan men...
Asesmen Question Student Have Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Kimia
Asesmen Question Student Have Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Kimia
Keterampilan berpikir kritis termasuk keterampilan yang harus dimiliki siswa di abad ke-21. Rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran bersifat pasif...
Kajian Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skill) Dari Sudut Pandang Filsafat
Kajian Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skill) Dari Sudut Pandang Filsafat
Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dibutuhkan dalam pengembangan keterampilan abad ke-21 (21st Century Skill). Pendidikan sebagai salah ...
Ujian tengah semester mata kuliah strategi pembelajaran Sejarah Romein Armando 1810111310014
Ujian tengah semester mata kuliah strategi pembelajaran Sejarah Romein Armando 1810111310014
Hasil analisis dokumen untuk pernyataan 1a.Model pembelajran yang sesuai agar siswa mampu berpikir historis adalah diskusi , guru dapat memberikan sebuah kasus atau topik yang dap...
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar belakang: Berpikir kritis merupakan suatu konsep dasar yang terdiri dari proses mental seseorang untuk memperoleh suatu informasi agar proses keperawatan berjalan dengan lanc...
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
PROSES BERPIKIR KRITIS: MODEL BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar belakang: Berpikir kritis merupakan suatu konsep dasar yang terdiri dari proses mental seseorang untuk memperoleh suatu informasi agar proses keperawatan berjalan dengan lanc...

Back to Top