Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI PEMBACAAN BHAGAWAD GITA DALAM MENINGKATKAN SRADHA DAN BHAKTI TERHADAP PESERTA DIDIK DI PASRAMAN INDRAPRASTA MUTIHAN SURAKARTA
View through CrossRef
Bhagawad Gita sebagai Weda kelima adalah karena Bhagawadgita sendiri adalah salah satu bagian dari Mahabharata, salah satu epos terbesar dalam agama Hindu. Di dalam penjelasan Dr. Max Muller bahwa dari Atharwa Weda timbul Weda kelima dalam bentuk Itihasa dan Purana. Adapun yang tersebut Itihasa adalah dua Epos terbesar dalam agama Hindu yang merupakan semacam perjanjian lamanya agama Hindu. Kedua epos terbesar adalah Ramayana dan Mahabharata. Kitab Bhagawad Gita adalah bagian dari Udhyoga Parwa dari Mahabharata sehingga dapat disimpulkan bahwa Bhagawad Gita adalah bagian terkecil dari Weda kelima. Pentingnya kitab Bhagawad Gita ini adalah karena isinya merupakan ajaran puncak Agama Hindu yang secara umum Bhagawad Gita adalah satu suplemen dalam mempelajari kitab Catur Weda atau Sruti. Sebuah pembacaan kitab yang dilakukan dengan cara dilantunkan tentunya akan mendapat sentuhan musikal di dalamnya, baik berupa nada yang dihasilkan dari vokal yang berdiri sendiri,maupun pembacaan kitab dengan iringan instrumen musik. Konsep penyajian, penataan komposisi garap, dan penalaran gaya yang digunakan menjadi hal yang penting dalam sajian tersebut,mengingat bahwa”lagu” yang dibawakan adalah teks dari sebuah kitab suci sebagai bagian dari bhakti dalam upacara ritual keagamaan. Jika ditarik masuk ke sejarah Hindu, ada catatan yang menjelaskan sejak kapan ekspresi musikal ini mulai digunakan dalam upacara ritual keagamaan. Pembagian babak perkembangan pembacaan kitab sebagai bagian dari ritual agama Hindu. Implementasi pembacaan mantra Bhagawad Gita sangat berpengaruh terhadap perilaku peserta didik Bhagawad Gita dapat mengubah tingkah laku peserta didik menjadi sangat baik. Manfaat dari pembacaan Bhagawad Gita yaitu para peserta didik memiliki nilai sifat kejujuran, kebenaran, keberanian, kepahlawanan, ketabahan, ketetapan hati, hidup sederhana, hidup penuh semangat, bisa mengendalikan diri, memiliki kebijaksanaan yang mantap, tidak mencari kesalahan orang lain, rendah hati, pantang seksual, memiliki sifat pengampun, welas asih, bersahabat dan kesabaran, Satyam Siwam Sundaram.
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah
Title: IMPLEMENTASI PEMBACAAN BHAGAWAD GITA DALAM MENINGKATKAN SRADHA DAN BHAKTI TERHADAP PESERTA DIDIK DI PASRAMAN INDRAPRASTA MUTIHAN SURAKARTA
Description:
Bhagawad Gita sebagai Weda kelima adalah karena Bhagawadgita sendiri adalah salah satu bagian dari Mahabharata, salah satu epos terbesar dalam agama Hindu.
Di dalam penjelasan Dr.
Max Muller bahwa dari Atharwa Weda timbul Weda kelima dalam bentuk Itihasa dan Purana.
Adapun yang tersebut Itihasa adalah dua Epos terbesar dalam agama Hindu yang merupakan semacam perjanjian lamanya agama Hindu.
Kedua epos terbesar adalah Ramayana dan Mahabharata.
Kitab Bhagawad Gita adalah bagian dari Udhyoga Parwa dari Mahabharata sehingga dapat disimpulkan bahwa Bhagawad Gita adalah bagian terkecil dari Weda kelima.
Pentingnya kitab Bhagawad Gita ini adalah karena isinya merupakan ajaran puncak Agama Hindu yang secara umum Bhagawad Gita adalah satu suplemen dalam mempelajari kitab Catur Weda atau Sruti.
Sebuah pembacaan kitab yang dilakukan dengan cara dilantunkan tentunya akan mendapat sentuhan musikal di dalamnya, baik berupa nada yang dihasilkan dari vokal yang berdiri sendiri,maupun pembacaan kitab dengan iringan instrumen musik.
Konsep penyajian, penataan komposisi garap, dan penalaran gaya yang digunakan menjadi hal yang penting dalam sajian tersebut,mengingat bahwa”lagu” yang dibawakan adalah teks dari sebuah kitab suci sebagai bagian dari bhakti dalam upacara ritual keagamaan.
Jika ditarik masuk ke sejarah Hindu, ada catatan yang menjelaskan sejak kapan ekspresi musikal ini mulai digunakan dalam upacara ritual keagamaan.
Pembagian babak perkembangan pembacaan kitab sebagai bagian dari ritual agama Hindu.
Implementasi pembacaan mantra Bhagawad Gita sangat berpengaruh terhadap perilaku peserta didik Bhagawad Gita dapat mengubah tingkah laku peserta didik menjadi sangat baik.
Manfaat dari pembacaan Bhagawad Gita yaitu para peserta didik memiliki nilai sifat kejujuran, kebenaran, keberanian, kepahlawanan, ketabahan, ketetapan hati, hidup sederhana, hidup penuh semangat, bisa mengendalikan diri, memiliki kebijaksanaan yang mantap, tidak mencari kesalahan orang lain, rendah hati, pantang seksual, memiliki sifat pengampun, welas asih, bersahabat dan kesabaran, Satyam Siwam Sundaram.
.
Related Results
EKSISTENSI ADI WIDYA PASRAMAN SUTASOMA DI DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA
EKSISTENSI ADI WIDYA PASRAMAN SUTASOMA DI DISTRIK NABIRE BARAT KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA
Pendidikan Agama Hindu dapat dilakukan dengan cara mengaktifkan kegiatan pasraman. Pasraman sendiri terdiri dari dua yaitu pasraman formal dan non formal. Adi Widya Pasraman Sutaso...
EKSISTENSI YAYASAN WIDYA GANESHA KADIRI DALAM PEMBINAAN PASRAMAN-PASRAMAN DI KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR
EKSISTENSI YAYASAN WIDYA GANESHA KADIRI DALAM PEMBINAAN PASRAMAN-PASRAMAN DI KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR
Pendidikan Agama menjadi pilar dalam peningkatan kualitas ilmu keagamaan. Dalam agama Hindu, Pendidikan Agama berfungsi untuk meningkatkan sradha dan bhakti brahmacari kepada Ida S...
EKSISTENSI PASRAMAN PURWA DHARMA 7 SEBAGAI PENDIDIKAN NON FORMAL DI PURA HYANG DHARMA DESA SUKOREJO KECAMATAN BANGOREJO
EKSISTENSI PASRAMAN PURWA DHARMA 7 SEBAGAI PENDIDIKAN NON FORMAL DI PURA HYANG DHARMA DESA SUKOREJO KECAMATAN BANGOREJO
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterbatasan jumlah guru yang mengajar di sekolah formal menyebabkan pendidikan agama hindu yang didapatkan di sekolah belum maksimal. Berdasa...
PERAN PASRAMAN ASTIKA SIDHI DALAM MENUMBUHKAN SRADHA DAN BHAKTI GENERASI MUDA HINDU DI KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH
PERAN PASRAMAN ASTIKA SIDHI DALAM MENUMBUHKAN SRADHA DAN BHAKTI GENERASI MUDA HINDU DI KABUPATEN KLATEN JAWA TENGAH
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting, bangsa besar pasti memiliki sistem pendidikan yang baik. Begitu pula dengan pendidikan agama, pemerintah sudah mengatur pendidikan ag...
MANAJEMEN PENDIDIKAN PASRAMAN FORMAL ADI WIDYA PASRAMAN GURUKULA KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
MANAJEMEN PENDIDIKAN PASRAMAN FORMAL ADI WIDYA PASRAMAN GURUKULA KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap keberadaan pasraman formal Adi Widya. Pasraman Gurukula Bangli dengan segala bentuk dan pola pembelajarannya, berimplikasi pada rendahnya mi...
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran renang di Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggu...
STRATEGI PENGUATAN SRADHA DAN BHAKTI MELALUI AJARAN NAWA WIDHA BHAKTI DI ASHRAMA SEKOLAH TINGGI HINDU DHARMA KLATEN JAWA TENGAH
STRATEGI PENGUATAN SRADHA DAN BHAKTI MELALUI AJARAN NAWA WIDHA BHAKTI DI ASHRAMA SEKOLAH TINGGI HINDU DHARMA KLATEN JAWA TENGAH
Zaman modernisasi tidak lepas dari perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi maupun teknologi informasi yang mempermudah manusia melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-har...
Etika Kepemimpinan Sradha dan Bhakti: A Local Wisdom Perspective to Global
Etika Kepemimpinan Sradha dan Bhakti: A Local Wisdom Perspective to Global
Etika budaya kepemimpinan merujuk pada nilai-nilai dan prinsip moral yang membentuk cara pemimpin berperilaku dan berinteraksi dengan anggota tim, serta bagaimana budaya organisasi...

