Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KORELASI AGAMA HINDU DENGAN TRADISI NYEBAR UDIK-UDIK DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA

View through CrossRef
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Religius. Hal ini ditandai dengan adanya aktifitas perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai religius. Seperti kita lihat bersama, masih kita temukan orang melaksanakan puasa,tapa,berpantang melakukan dan makan sesuatu. Demikian juga dengan adanya pelaksanaan upacara Hari Raya keagamaan, upacara bayi dalam kandungan, kelahiran sampai orang meninggal masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kedekatan masyarakat Jawa terhadap keluarga maupun orang tua terlihat dengan adanya tradisi Sungkem. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat dengan mengunjungi orang-orang yang dituakan. Penghormatan kepada mereka tidak hanya ketika masih hidup didunia. Setelah meninggal dunia penghormatan itu masih dilakukannya.Perkawinan merupakan sebuah momentum yang dianggap paling spesial bagi manusia ketika menjalani hidup bermasyarakat. Perkawinan merupakan upacara awal yang dilakukan ketika seseorang memasuki tahapan Grehasta dalam Catur Asrama. Dalam perkawinan adat Jawa terbagi dalam berbagai tahapan yang kesemuanya tidak lepas dari sebuah upacara. Tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa adalah Tradisi Nyebar Udik-udik. Tradisi ini merupakan sebuah upacara ketika seseorang melangsungkan perkawinan yang terkahir bagi putra-putrinya.
Title: KORELASI AGAMA HINDU DENGAN TRADISI NYEBAR UDIK-UDIK DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA
Description:
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Religius.
Hal ini ditandai dengan adanya aktifitas perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai religius.
Seperti kita lihat bersama, masih kita temukan orang melaksanakan puasa,tapa,berpantang melakukan dan makan sesuatu.
Demikian juga dengan adanya pelaksanaan upacara Hari Raya keagamaan, upacara bayi dalam kandungan, kelahiran sampai orang meninggal masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia.
Kedekatan masyarakat Jawa terhadap keluarga maupun orang tua terlihat dengan adanya tradisi Sungkem.
Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat dengan mengunjungi orang-orang yang dituakan.
Penghormatan kepada mereka tidak hanya ketika masih hidup didunia.
Setelah meninggal dunia penghormatan itu masih dilakukannya.
Perkawinan merupakan sebuah momentum yang dianggap paling spesial bagi manusia ketika menjalani hidup bermasyarakat.
Perkawinan merupakan upacara awal yang dilakukan ketika seseorang memasuki tahapan Grehasta dalam Catur Asrama.
Dalam perkawinan adat Jawa terbagi dalam berbagai tahapan yang kesemuanya tidak lepas dari sebuah upacara.
Tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa adalah Tradisi Nyebar Udik-udik.
Tradisi ini merupakan sebuah upacara ketika seseorang melangsungkan perkawinan yang terkahir bagi putra-putrinya.

Related Results

Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Baantaran Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya
Baantaran Jujuran Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Sebagai Nilai Sosial Budaya
Tradisi merupakan warisan leluhur yang diyakini masyarakat sarat dengan nilai. Demikian juga dalam perkawinan adat Banjar terdiri dari berbagai tradisi, diantaranya maantar jujuran...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PENANAMAN KONSEP TRI KAYA PARISUDHA DALAM TRADISI MARERAOSAN
PENANAMAN KONSEP TRI KAYA PARISUDHA DALAM TRADISI MARERAOSAN
<p>Tradisi di Bali baik itu lisan dan tertulis selalu diusahakan terjaga kelestariannya, bukan hanya oleh masyarakatnya yang mayoritas beragama Hindu, tetapi juga oleh pemeri...
PERKAWINAN BEDA AGAMA
PERKAWINAN BEDA AGAMA
Perkawinan bertujuan untuk membina keluarga sakinah mawaddah dan rahmah. Dalam usaha mewujudkan tujuan tersebut, Islam menawarkan keserasian antara pasangan, yakni sepadan baik dal...
Perkawinan Beda Agama
Perkawinan Beda Agama
Perkawinan bertujuan untuk membina keluarga sakinah mawaddah dan rahmah. Dalam usaha mewujudkan tujuan tersebut, Islam menawarkan keserasian antara pasangan, yakni sepadan baik dal...

Back to Top