Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAHMOUD MUHAMED TAHA: REDEFINISI KONSEP NASAKH SEBAGAI PEMBENTUK SYARIAT HUMANIS

View through CrossRef
<div><p>Islam adalah agama Rahmatan lil alamin dan Shalih likulli zaman wa makan. Islam yang dibutuhkan oleh umatnya adalah Islam yang lebih bersifat humanis untuk memecah hegemoni diantara umat Islam akibat permasalahan jenis kelamin, perbedaan agama dan sebagainya. Mahmoud Muhamed Taha adalah salah satu tokoh intelektual muslim yang mengajukan gagasan untuk memberikan definisi ulang terhadap konsep nasakh sebagai salah satu upaya membentuk syariat yang lebih bersifat humanis sehingga Islam mampu menjadi agama yang Rahmatan lil ‘alamin sebagaimana misi yang dibawa oleh Islam itu sendiri.</p><p><br />Islam is rahmatan lil alamin (blessing for the entire world) and shalil li kulli zaman wa makan ( can be implemented through time and space) religion. More humane Islam is needed by its adherents to break the hegemony among muslims due to gender, religion and some other problems. Mahmoud Muhamed Taha is one of prolific intellectual muslim who argues to redefine the concept of nasakh as the effort to build more humane syariat (Islamic Law) in order Islam is able to be Rahmatan lil‘alamin religion as it brings that mission.</p><p><br />Kata Kunci: Nasakh, Syariat, ayat Makkiyah, Ayat Madaniyyah</p></div>
Maulana Malik Ibrahim State Islamic University
Title: MAHMOUD MUHAMED TAHA: REDEFINISI KONSEP NASAKH SEBAGAI PEMBENTUK SYARIAT HUMANIS
Description:
<div><p>Islam adalah agama Rahmatan lil alamin dan Shalih likulli zaman wa makan.
Islam yang dibutuhkan oleh umatnya adalah Islam yang lebih bersifat humanis untuk memecah hegemoni diantara umat Islam akibat permasalahan jenis kelamin, perbedaan agama dan sebagainya.
Mahmoud Muhamed Taha adalah salah satu tokoh intelektual muslim yang mengajukan gagasan untuk memberikan definisi ulang terhadap konsep nasakh sebagai salah satu upaya membentuk syariat yang lebih bersifat humanis sehingga Islam mampu menjadi agama yang Rahmatan lil ‘alamin sebagaimana misi yang dibawa oleh Islam itu sendiri.
</p><p><br />Islam is rahmatan lil alamin (blessing for the entire world) and shalil li kulli zaman wa makan ( can be implemented through time and space) religion.
More humane Islam is needed by its adherents to break the hegemony among muslims due to gender, religion and some other problems.
Mahmoud Muhamed Taha is one of prolific intellectual muslim who argues to redefine the concept of nasakh as the effort to build more humane syariat (Islamic Law) in order Islam is able to be Rahmatan lil‘alamin religion as it brings that mission.
</p><p><br />Kata Kunci: Nasakh, Syariat, ayat Makkiyah, Ayat Madaniyyah</p></div>.

Related Results

Kontroversi Teori Nasakh Wal Mansukh Menurut Para Ulama
Kontroversi Teori Nasakh Wal Mansukh Menurut Para Ulama
Teori nasakh sampai hari ini masi terus berpolemik dalam pemahaman ulama, isu yang sangat kompleks dalam teori tersebut adalah adanya ulama  yang menolak teori Nasakh wal Mansukh, ...
Nasakh Menurut Abu Muslim Al-Asfahani
Nasakh Menurut Abu Muslim Al-Asfahani
Dalam tataran teoritis, Imam Syafi’i merupakan pencetus teori Nasakh. Namun eksistensi nasakh, sesungguhnya telah ada pada zaman sahabat. Banyak ahli literatur-literatur klasik yan...
Predicting opioid consumption after surgical discharge: a multinational derivation and validation study using a foundation model
Predicting opioid consumption after surgical discharge: a multinational derivation and validation study using a foundation model
Abstract Opioids are frequently overprescribed after surgery. We applied a tabular foundation model to predict the risk of post-discharge opioid consumption. The model wa...
Konsep Nasikh Mansukh Hadith Dalam Perubahan Hukum
Konsep Nasikh Mansukh Hadith Dalam Perubahan Hukum
Konsep nasikh dan mansukh memainkan peranan yang sangat penting dalam penafsiran hukum Islam berdasarkan hadith, terutamanya dalam menangani isu-isu hukum yang bersifat dinamik dal...
PERSPEKTIF SANTRI DALAM KARYA SASTRA: SEBUAH REPRESENTASI WACANA RELIGIUS-HUMANIS
PERSPEKTIF SANTRI DALAM KARYA SASTRA: SEBUAH REPRESENTASI WACANA RELIGIUS-HUMANIS
Pesantren  kerap dicurigai sebagai lahan subur penyemai bibit radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa dan negara, sejatinya sangat akrab dengan nilai-nilai yang humanis, yang sa...
Dakwah Humanis dalam Lintasan Sejarah Islam
Dakwah Humanis dalam Lintasan Sejarah Islam
Dakwah adalah kegiatan mengajak dan menyeru manusia untuk mengenal Allah yang termanifestasi dalam al-quran dan hadist. Sedangkan humanisme adalah aliran filsafat yang menyatakan b...
KAJIAN KRITIS TENTANG NASIKH MANSUKH DALAM AL-
KAJIAN KRITIS TENTANG NASIKH MANSUKH DALAM AL-
Problematika kajian nasikh mansukh dalam Al-Qur’an adalah salah satu tema yang masih terus hangat diperbincangkan bahkan diperdebatkan keberadaanya oleh para ulama hingga sekarang ...
The Concept of Syariat Teaching in Samawi Religion in The Works of The Story of Civilization By Will Durant
The Concept of Syariat Teaching in Samawi Religion in The Works of The Story of Civilization By Will Durant
Islam is major religion in the three categories of another samawi religions in the world, containing syariat teachings such as hijab (veil), polygamy, maintaining a...

Back to Top