Javascript must be enabled to continue!
Toleransi Beragama Perspektif Wahdat Al-Wujūd Ibnu Arabi
View through CrossRef
Agama adalah panduan hidup bagi pemeluknya agar tercipta kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, namun akhir-akhir ini muncul sifat beragama yang eksklusif dan radikal, sehingga melahirkan fenomena ekstrim dan intoleran dalam beragama. Salah satu Intelektual muslim yakni Ibnu Arabi mempunyai konsep yang dapat dijadikan solusi bagi permasalahan diatas, konsep itu dikenal dengan konsep kesatuan wujud tunggal (wahdat al-wujud). Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep kesatuan wujud tunggal dalam membentuk toleransi beragama. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan dan menggunakan metode diskriptif analisis. Di dalam konsep wahdat al-wujud Ibnu Arabi, terkandung sifat Inklusif dan permisif dalam beragama, karakter inilah sebagai landasan dalam mewujudkan peradaban yang damai dan harmonis. Segala sesuatu yang ada merupakan manefestasi dari wujud hakiki, yaitu wujud yang wajib ada (wajib al-wujud). Wujud tersebut tercermin dalam tiga level, yaitu: ahadiyah, wahiddiyah dan tajalli syuhudi. Sehingga agama dari khasanah spiritual atau esoteris bisa saling menyapa dan terhindar dari sikap intoleran dalam beragama.
Raden Intan State Islamic University of Lampung
Title: Toleransi Beragama Perspektif Wahdat Al-Wujūd Ibnu Arabi
Description:
Agama adalah panduan hidup bagi pemeluknya agar tercipta kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, namun akhir-akhir ini muncul sifat beragama yang eksklusif dan radikal, sehingga melahirkan fenomena ekstrim dan intoleran dalam beragama.
Salah satu Intelektual muslim yakni Ibnu Arabi mempunyai konsep yang dapat dijadikan solusi bagi permasalahan diatas, konsep itu dikenal dengan konsep kesatuan wujud tunggal (wahdat al-wujud).
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep kesatuan wujud tunggal dalam membentuk toleransi beragama.
Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan dan menggunakan metode diskriptif analisis.
Di dalam konsep wahdat al-wujud Ibnu Arabi, terkandung sifat Inklusif dan permisif dalam beragama, karakter inilah sebagai landasan dalam mewujudkan peradaban yang damai dan harmonis.
Segala sesuatu yang ada merupakan manefestasi dari wujud hakiki, yaitu wujud yang wajib ada (wajib al-wujud).
Wujud tersebut tercermin dalam tiga level, yaitu: ahadiyah, wahiddiyah dan tajalli syuhudi.
Sehingga agama dari khasanah spiritual atau esoteris bisa saling menyapa dan terhindar dari sikap intoleran dalam beragama.
Related Results
Strategi Penanaman Toleransi Beragama Anak Usia Dini
Strategi Penanaman Toleransi Beragama Anak Usia Dini
Sekolah PAUD Widya Dharma merupakan satu satunya lembaga pendidikan tingkat TK (Taman Kanak-Kanak) yang mempunyai siswa yang berlatar berlakang agama lebih beragam dari sekolah TK....
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
Moderasi beragama dewasa ini perlu ditumbuhkan sehingga menjadi sikap yang melekat di masyarakat Indonesia. Sebagai penggerak moderasi beragama, pegawai BDK Denpasar sudah semestin...
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama
Dalam era globalisasi dan multicultural yang semakin berkembang, pemahaman dan praktik toleransi beragama menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pendidika...
FORMATION OF STUDENTS' RELIGIOUS TOLERANCE ATTITUDES AND BEHAVIORS
FORMATION OF STUDENTS' RELIGIOUS TOLERANCE ATTITUDES AND BEHAVIORS
Abstrak
Banyak artikel yang membahas tentang toleransi beragama, namun belum banyak yang menjelaskan tentang pembentukan sikap dan perilaku toleransi beragama siswa di lembag...
Aktualisasi Budaya Toleransi Beragama di Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang
Aktualisasi Budaya Toleransi Beragama di Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang
Keberagaman di Indonesia tidak hanya terbatas pada budaya dan etnik, melainkan juga agama yang keseluruhannya dirangkum dalam nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan. Namun, di setia...
Konsepsi Manusia Seutuhnya Dalam Kitab al-Insan al-Kamil Karya Abdul Karim al-Jili
Konsepsi Manusia Seutuhnya Dalam Kitab al-Insan al-Kamil Karya Abdul Karim al-Jili
Abstrak
Dalam pandangan Islam, pendidikan yang utama adalah yang dapat memanusiakan manusia sesuai dengan kodrat kemanusiaannya. Pendidikan yang dapat menempatkan manusia pad...
IMAJINASI KREATIF DALAM PENGALAMAN MI'RAJ IBN ARABI
IMAJINASI KREATIF DALAM PENGALAMAN MI'RAJ IBN ARABI
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran imajinasi dalam pengalaman mi’raj yang dialami oleh Ibn Arabi. Ibn Arabi dikenal sebagai mistikus terkemuka di dunia Islam. Pemikiran ...
Pemikiran KH. M. Sholeh Bahruddin dan Praktiknya dalam Toleransi Beragama di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan (The Thought of KH. M. Sholeh Bahruddin and His Practices in the Religious Tolerance in Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan)
Pemikiran KH. M. Sholeh Bahruddin dan Praktiknya dalam Toleransi Beragama di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan (The Thought of KH. M. Sholeh Bahruddin and His Practices in the Religious Tolerance in Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan)
ABSTRACT Understanding religious tolerance from the perspective of kiai Sholeh is that basically religion presents on earth as a guide and conveyer of peace for people. The purpose...

