Javascript must be enabled to continue!
NORMALISASI STIGMA KEPOLISIAN NEGERI IMPIAN
View through CrossRef
Membangun citra dan reputasi positif di lembaga Kepolisian Republik Indonesia itu merupakan suatu keharusan dimana bagi Polri pada saat ini citra positif merupakan tujuan utama untuk memperoleh kepercayaan publik (public trust). Bersinggung dengan soal image dan reputasi Kepolisian Negeri Impian, sudah seharusnya lembaga ini harus serius menangani permasalahan tentang pencitraan, untuk mencapainya diperlukan usaha untuk memperbaiki citra Kepolisian Negeri Impian yang selama ini dianggap kurang profesional melalui Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma.
Penulisan penelitian ini bertujuan:(1) mengkaji dan menganalisa Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma,(2) mendeskripsikan Normalisasi stigma guna meningkatkan Citra di kepolisian Negeri Impian, dan (3) Mengelaborasi segala temuan dalam penelitian untuk merekomendasikan saran membangun opini baik yang dapat diterapkan dalam membangun Citra Kepolisian Negeri Impian. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teori yang digunakan adalah Pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma dalam prespektif Erving Goffman. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penentuan subyek adalah personel polisi yang melaksanakan program polisi promoter sebanyak 17 orang dan masa tugasnnya diatas tujuh tahun. Metode analisis data dilakukan dengan prosedur mentranskrip, bracketing, menginventarisir pertanyaan penting, cluster of meaning dan deskripsi esensi.
Temuan penelitian ini menghasilkan teknik pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma bagi personel polisi yaitu: (a) dilakukan pemecatan pada anggota yang melakukan kesalahan yang berat, (b) pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran Ringan, (c) Memutasikan/memindah tugaskan personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran sedang, (d) Pimpinan harus bertindak tegas, (e) Pemimpin harus bisa menjadi suritauladan yang baik, (f) Memberikan penghargaan bagi personel yang berprestasi dan memberikan hukuman yang sesuai bagi personel yang bermasalah, (g) Memproses personel Polri yang bermasalah dengan berdasarkan asas keadilan dan Hak asasi manusia, (f) Melakukan revolusi mental dengan pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah, (g) Bila pelanggaran ringan bisa diberikan hukuman fisik seperti lari 6 putaran, pushup 50 kali dan lain-lain, (h) Meningkatkan kesejahteraan personel Polri, (i) Memberi hukuman sesuai dengan tingkat pelanggarannya, (j) Menurunkan pangkat setingkat lebih rendah, dan (k) Melakukan revolusi mental dimulai dari level pimpinan.
Kesimpulan hasil analisis penelitian adalah: Dalam normalisasi stigma harus dilakukan pemecatan dan penurunkan pangkat bagi personel polisi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.
Title: NORMALISASI STIGMA KEPOLISIAN NEGERI IMPIAN
Description:
Membangun citra dan reputasi positif di lembaga Kepolisian Republik Indonesia itu merupakan suatu keharusan dimana bagi Polri pada saat ini citra positif merupakan tujuan utama untuk memperoleh kepercayaan publik (public trust).
Bersinggung dengan soal image dan reputasi Kepolisian Negeri Impian, sudah seharusnya lembaga ini harus serius menangani permasalahan tentang pencitraan, untuk mencapainya diperlukan usaha untuk memperbaiki citra Kepolisian Negeri Impian yang selama ini dianggap kurang profesional melalui Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma.
Penulisan penelitian ini bertujuan:(1) mengkaji dan menganalisa Pengelolaan kesan dengan teknik normalisasi stigma,(2) mendeskripsikan Normalisasi stigma guna meningkatkan Citra di kepolisian Negeri Impian, dan (3) Mengelaborasi segala temuan dalam penelitian untuk merekomendasikan saran membangun opini baik yang dapat diterapkan dalam membangun Citra Kepolisian Negeri Impian.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi.
Teori yang digunakan adalah Pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma dalam prespektif Erving Goffman.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.
Penentuan subyek adalah personel polisi yang melaksanakan program polisi promoter sebanyak 17 orang dan masa tugasnnya diatas tujuh tahun.
Metode analisis data dilakukan dengan prosedur mentranskrip, bracketing, menginventarisir pertanyaan penting, cluster of meaning dan deskripsi esensi.
Temuan penelitian ini menghasilkan teknik pengelolaan kesan dengan teknik Normalisasi stigma bagi personel polisi yaitu: (a) dilakukan pemecatan pada anggota yang melakukan kesalahan yang berat, (b) pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran Ringan, (c) Memutasikan/memindah tugaskan personel Polri yang bermasalah dengan tingkat pelanggaran sedang, (d) Pimpinan harus bertindak tegas, (e) Pemimpin harus bisa menjadi suritauladan yang baik, (f) Memberikan penghargaan bagi personel yang berprestasi dan memberikan hukuman yang sesuai bagi personel yang bermasalah, (g) Memproses personel Polri yang bermasalah dengan berdasarkan asas keadilan dan Hak asasi manusia, (f) Melakukan revolusi mental dengan pembinaan keagamaan terhadap personel Polri yang bermasalah, (g) Bila pelanggaran ringan bisa diberikan hukuman fisik seperti lari 6 putaran, pushup 50 kali dan lain-lain, (h) Meningkatkan kesejahteraan personel Polri, (i) Memberi hukuman sesuai dengan tingkat pelanggarannya, (j) Menurunkan pangkat setingkat lebih rendah, dan (k) Melakukan revolusi mental dimulai dari level pimpinan.
Kesimpulan hasil analisis penelitian adalah: Dalam normalisasi stigma harus dilakukan pemecatan dan penurunkan pangkat bagi personel polisi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.
Related Results
ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA POLRI
ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA POLRI
Penelitian tentang tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri yang dilakukan secara berkesinambungan oleh internal kepolisian, Puslitbang Polri, dalam kurun waktu empat ...
Stigma Masyarakat Terhadap Gangguan Jiwa: Literature Review
Stigma Masyarakat Terhadap Gangguan Jiwa: Literature Review
AbstractMental disorders are disorders that occur in the brain which are characterized by distrurbed behavior, thinking processes, emotions, and perceptions. The stigma attached to...
Stigma in coronavirus disease-19 survivors in Kashmir, India: A cross-sectional exploratory study
Stigma in coronavirus disease-19 survivors in Kashmir, India: A cross-sectional exploratory study
Background
Coronavirus disease-19 (COVID-19) has not only spawned a lot of stigma and discrimination towards its survivors but also to their corpses. We aimed to assess the magnitu...
Stigma Croci: An Overview
Stigma Croci: An Overview
Stigma Croci refers to Crocus sativus L. dry stigma. This plant belongs to the Iridaceae family. The plant is spreading widely in southern Europe, southwestern Asia, and the Easter...
POLITISASI KEPOLISIAN DALAM KONTEKS PEMILIHAN UMUM
POLITISASI KEPOLISIAN DALAM KONTEKS PEMILIHAN UMUM
Abstrak: Penelitian ini mengkaji fenomena politisasi kepolisian dalam konteks pemilihan umum, dengan fokus pada faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya politisasi tersebut d...
Knowledge, Attitudes, Practices, and the Post-Cure Stigma Paradox: Determinants of Van Rie Stigma Scores Among MDR-TB Patients in Vietnam
Knowledge, Attitudes, Practices, and the Post-Cure Stigma Paradox: Determinants of Van Rie Stigma Scores Among MDR-TB Patients in Vietnam
Background Tuberculosis-related stigma remains a substantial psychosocial burden among patients with multidrug-resistant tuberculosis, particularly in resource-constrained settings...
Stigma and its Correlation in Patients with Schizophrenia
Stigma and its Correlation in Patients with Schizophrenia
ABSTRACT
The aim of the present study was to assess the stigma in patients with schizophrenia attending a tertiary referral government hospital. ...
Perceived and Self-Stigma in People with Anxiety and Depressive Disorders: A Cross-Sectional Study in a Tertiary Care Setting
Perceived and Self-Stigma in People with Anxiety and Depressive Disorders: A Cross-Sectional Study in a Tertiary Care Setting
Background: Stigma related to mental illness remains a major barrier to help-seeking, treatment adherence, and recovery. Individuals with anxiety and depressive disorders are parti...

