Javascript must be enabled to continue!
PERPINDAHAN PANAS CLINKER PADA GRATE COOLER
View through CrossRef
Industri semen merupakan salah satu industri yang besar dan berkembang di Indonesia. Dalam industri semen, terdapat beberapa unit yang masing-masing memiliki peranan penting dalam proses pembuatan semen, salah satunya unit pembakaran, yang terdiri dari suspension preheater, kiln dan grate cooler. Suspension preheater adalah tempat dimana terjadi proses kalsinasi awal bahan baku, lalu pada bagian kiln merupakan kalsinasi lanjutan dari bahan baku sampai menjadi clinker. Pada bagian grate cooler, terjadi proses pendinginan bahan baku yang telah keluar dari kiln. Grate cooler adalah salah satu alat yang sangat penting dalam proses pembuatan semen, dimana fungsi utamanya adalah untuk melakukan proses pendinginan secara tiba-tiba (quenching) pada clinker yang keluar dari unit kiln. Pada grate cooler PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. plant 9-10, dilakukan pendinginan clinker dari suhu 800-1450ºC menuju 75-120ºC. Permintaan pasar yang tinggi terhadap semen menuntut pabrik untuk beroperasi dengan kapasitas produksi yang juga tinggi. Perhitungan efisiensi panas pada clinker cooler dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu, perhitungan dengan neraca massa dan perhitungan dengan neraca panas. Dari perhitungan tersebut maka dapat diketahui efisiensi panas dari clinker cooler baik efisiensi panas sistem maupun efisiensi panas reaksi.
Title: PERPINDAHAN PANAS CLINKER PADA GRATE COOLER
Description:
Industri semen merupakan salah satu industri yang besar dan berkembang di Indonesia.
Dalam industri semen, terdapat beberapa unit yang masing-masing memiliki peranan penting dalam proses pembuatan semen, salah satunya unit pembakaran, yang terdiri dari suspension preheater, kiln dan grate cooler.
Suspension preheater adalah tempat dimana terjadi proses kalsinasi awal bahan baku, lalu pada bagian kiln merupakan kalsinasi lanjutan dari bahan baku sampai menjadi clinker.
Pada bagian grate cooler, terjadi proses pendinginan bahan baku yang telah keluar dari kiln.
Grate cooler adalah salah satu alat yang sangat penting dalam proses pembuatan semen, dimana fungsi utamanya adalah untuk melakukan proses pendinginan secara tiba-tiba (quenching) pada clinker yang keluar dari unit kiln.
Pada grate cooler PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
plant 9-10, dilakukan pendinginan clinker dari suhu 800-1450ºC menuju 75-120ºC.
Permintaan pasar yang tinggi terhadap semen menuntut pabrik untuk beroperasi dengan kapasitas produksi yang juga tinggi.
Perhitungan efisiensi panas pada clinker cooler dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu, perhitungan dengan neraca massa dan perhitungan dengan neraca panas.
Dari perhitungan tersebut maka dapat diketahui efisiensi panas dari clinker cooler baik efisiensi panas sistem maupun efisiensi panas reaksi.
Related Results
Advanced Process Control for Clinker Rotary Kiln and Grate Cooler
Advanced Process Control for Clinker Rotary Kiln and Grate Cooler
The cement industry includes energy-intensive processes, e.g., clinker rotary kilns and clinker grate coolers. Clinker is obtained through chemical and physical reactions in a rota...
Carbon monoxide formation and emissions during waste incineration in a grate-circulating fluidized bed incinerator
Carbon monoxide formation and emissions during waste incineration in a grate-circulating fluidized bed incinerator
This paper presents an experimental study of carbon monoxide (CO) formation and emissions in both grate drying bed incinerators and circulating fluidized bed (CFB) incinerators to ...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
RANCANG BANGUN MODEL KETEL PIPA API KAPASITAS 20 KG/JAM TEKANAN 3 BAR(GAUGE) KONDISI SATURASI
RANCANG BANGUN MODEL KETEL PIPA API KAPASITAS 20 KG/JAM TEKANAN 3 BAR(GAUGE) KONDISI SATURASI
Uap dihasilkan dalam pembangkit uap atau Boiler. Tugas skripsi ini untuk rancang bangun sebuah model ketel pipa api kapasitas 20 kg per jam dan tekanan kerja 3 barg dan untuk peran...
Development of a model vibrating-grate stoker for strongly caking coals
Development of a model vibrating-grate stoker for strongly caking coals
Research was undertaken to develop a stoker capable of satisfactory performance with strongly caking, low-ash-fusion coals, and adaptable to packaged boiler systems, for a capacity...
Analisis Pengaruh Nanofluida Titanium Dioksida (TiO2) Terhadap Kinerja Fluida Dasar Pada Perpindahan Panas Pada Alat Penukar Panas Pipa Ganda
Analisis Pengaruh Nanofluida Titanium Dioksida (TiO2) Terhadap Kinerja Fluida Dasar Pada Perpindahan Panas Pada Alat Penukar Panas Pipa Ganda
Alat penukar kalor merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan kalor dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendin...
Performance Optimization of Air Cooler Using Peltier and SEPIC Converter as Temperature Control
Performance Optimization of Air Cooler Using Peltier and SEPIC Converter as Temperature Control
Air cooler has an evaporative mode that is used to get a cooler temperature output than without using evaporative mode. The evaporative cooling process involves water that is coole...
Nilai koefisien perpindahan panas berdasarkan waktu pendinginan, laju pendinginan dan aliran panas pada pengujian akhir pendinginan Jomini pada baja ST 42
Nilai koefisien perpindahan panas berdasarkan waktu pendinginan, laju pendinginan dan aliran panas pada pengujian akhir pendinginan Jomini pada baja ST 42
Perlakuan panas atau Heat Treatment adalah suatu proses yang melibatkan kombinasi pemanasan dan pendinginan suatu benda logam untuk menghasilkan sifat mekanik yang diinginkan tanp...

