Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Teknologi Hijau Produksi Batik Tulis Tanjung Bumi Madura

View through CrossRef
Pasca proses produksi batik tulis khususnya yang menggunakan bahan-bahan kimia relatif kurang ramah lingkungan. Pengrajin biasanya langsung membuang air limbah begitu saja ke selokan atau sungai terdekat. Padahal pembuangan limbah batik langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu, niscaya dapat mencemari lingkungan sekitarnya yaitu air dan tanah. Kecamatan Tanjung Bumi umumnya dan Desa Paseseh khususnya juga sering mangalami  pemadaman listrik dimana frekuensi pemadaman semakin meningkat pada musim penghujan. Untuk mengatasi kendala tersebut solusinya adalah teknologi hijau berupa Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) berbasis Pembangkit Photovoltaic (PV) atau dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk proses produksi batik tulis yang ramah lingkungan. Pembangkit PV berfungsi menangkap dan mengkonversi cahaya matahari menjadi energi untuk sumber listrik IPAL batik tulis yang terpasang di Mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batik Zulpah Madura. PLTS mempunyai panel surya dengan daya total 900 Watt, inverter hibrid 1000 Watt, dan empat buat batere masing-masing berkapasitas 100 Ampere-henry (Ah) dengan tegangan 12 Volt. Pembangkit PV dipakai untuk mengerakkan pompa IPAL yang berfungsi menaikkan air limbah dari bak pengendap menuju bak koagulasi. Total ada delapan bak IPAL batik tulis yang diimplementasikan antara-lain: tiga buah bak pengendap dan perata aliran limbah, satu buah bak koagulasi, tiga buah bak absorbsi karbon aktif, dan satu buah bak kontrol akhir. PLTS juga dipakai sebagai sumber penerangan di malam hari dan sumber daya untuk canting listrik supaya pembatik yang tergabung dalam Mitra Kelompok Pembatik Rumahan, Pemasok Bahan, dan Penjahit di Desa Paseseh masih mampu membatik walaupun terjadi pemadaman listrik PLN.
Title: Teknologi Hijau Produksi Batik Tulis Tanjung Bumi Madura
Description:
Pasca proses produksi batik tulis khususnya yang menggunakan bahan-bahan kimia relatif kurang ramah lingkungan.
Pengrajin biasanya langsung membuang air limbah begitu saja ke selokan atau sungai terdekat.
Padahal pembuangan limbah batik langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu, niscaya dapat mencemari lingkungan sekitarnya yaitu air dan tanah.
Kecamatan Tanjung Bumi umumnya dan Desa Paseseh khususnya juga sering mangalami  pemadaman listrik dimana frekuensi pemadaman semakin meningkat pada musim penghujan.
Untuk mengatasi kendala tersebut solusinya adalah teknologi hijau berupa Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) berbasis Pembangkit Photovoltaic (PV) atau dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk proses produksi batik tulis yang ramah lingkungan.
Pembangkit PV berfungsi menangkap dan mengkonversi cahaya matahari menjadi energi untuk sumber listrik IPAL batik tulis yang terpasang di Mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batik Zulpah Madura.
PLTS mempunyai panel surya dengan daya total 900 Watt, inverter hibrid 1000 Watt, dan empat buat batere masing-masing berkapasitas 100 Ampere-henry (Ah) dengan tegangan 12 Volt.
Pembangkit PV dipakai untuk mengerakkan pompa IPAL yang berfungsi menaikkan air limbah dari bak pengendap menuju bak koagulasi.
Total ada delapan bak IPAL batik tulis yang diimplementasikan antara-lain: tiga buah bak pengendap dan perata aliran limbah, satu buah bak koagulasi, tiga buah bak absorbsi karbon aktif, dan satu buah bak kontrol akhir.
PLTS juga dipakai sebagai sumber penerangan di malam hari dan sumber daya untuk canting listrik supaya pembatik yang tergabung dalam Mitra Kelompok Pembatik Rumahan, Pemasok Bahan, dan Penjahit di Desa Paseseh masih mampu membatik walaupun terjadi pemadaman listrik PLN.

Related Results

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
There are not many uses of mangroves as natural batik dyes, due to the lack of information available about these natural ingredients. The process of using natural colors in batik t...
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pelaksanaan muatan lokal batik tulis Lasem pada tingkat sekolah dasar di Kecamatan Lasem sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Hasil ...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
PELATIHAN MEMBUAT BATIK TULIS MOTIF JAGUNG GUNA MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA KEDIREN MAGETAN
PELATIHAN MEMBUAT BATIK TULIS MOTIF JAGUNG GUNA MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA KEDIREN MAGETAN
Mayoritas warga Desa Kediren bermata pencaharian sebagai petani jagung. Selain bertani, terkadang masyarakat juga membuat batik sebagai mata pencaharian tambahan. Industri batik tu...
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency. The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs...

Back to Top