Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

METODE PENETAPAN OBJEK HUKUM ISLAM (MAHKUM FIH): (STUDI KASUS PADA PENENTUAN PERBUATAN HUKUM DALAM ATURAN LALU LINTAS)

View through CrossRef
Abstract In this article the author describes material with the theme of mahkum fih, where mahkum fih itself is the act or act or behavior of mukallaf which is closely related to sharia law, the sharia command is characterized by mandatory, haram, makruh, mandub or, permissible when in the form of law. taklifi. As for if it is in the form of wadh'i law, then sometimes it is in the form of mukallaf acts as in muammalah and jinayat. And sometimes not in the form of an act of mukallaf. One of the principles of recognition and protection related to human dignity has been outlined in QS al Isra verse 33 which can be drawn a legal line that humans are prohibited from taking the lives of both other people and their own lives. Here it is clear that the right to life and the right to protection for life are obligatory on state administrators. The author's analysis of the argument that can be used to give taklif to the mukallaf regarding traffic rules is QS al Isra verse 33, where the meaning of QS al Isra verse 33 is: "And do not kill a soul that Allah has forbidden (killing him), except for a right reason and whoever is killed unjustly, then indeed, We have given power to his guardian, but do not let his guardian exceed the limit in killing. Indeed, he is the one who gets help." Abstrak Dalam artikel ini penulis memaparkan materi dengan tema mahkum fih, dimana mahkum fih itu sendiri ialah perbutan atau tindakan atau perilaku mukallaf yag erat kaitannya dengan hukum Syari’, perintah Syari’ tersebut disifati dengan wajib, haram, makruh, mandub atau, mubah ketika berupa hukum taklifi. Adapun apabila berupa hukum wadh’I, maka terkadang berupa perbuatan mukallaf seperti pada muammalah dan jinayat. Dan terkadang tidak berupa perbuatan mukallaf. Salah satu prinsip pengakuan dan perlindungan yang berkaitan dengan martabat manusia itu telah digariskan dalam QS al Isra ayat 33 yang dimana dapat ditarik suatu garis hukum bahwa manusia dilarang menghilangkan nyawa baik nyawa orang lain maupun nyawanya sendiri. Disini terlihat jelas bahwa hak untuk hidup dan hak atas perlindungan untuk dihidup diwajibkan pada penyelanggara Negara.analisa penulis dalil yang bisa digunakan untuk memberikan taklif terhadap mukallaf mengenai tata tertib dalam lalu lintas ialah QS al Isra ayat 33, dimana pengertian dari QS al Isra ayat 33 ialah : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu alasan yang benar dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.”
Title: METODE PENETAPAN OBJEK HUKUM ISLAM (MAHKUM FIH): (STUDI KASUS PADA PENENTUAN PERBUATAN HUKUM DALAM ATURAN LALU LINTAS)
Description:
Abstract In this article the author describes material with the theme of mahkum fih, where mahkum fih itself is the act or act or behavior of mukallaf which is closely related to sharia law, the sharia command is characterized by mandatory, haram, makruh, mandub or, permissible when in the form of law.
taklifi.
As for if it is in the form of wadh'i law, then sometimes it is in the form of mukallaf acts as in muammalah and jinayat.
And sometimes not in the form of an act of mukallaf.
One of the principles of recognition and protection related to human dignity has been outlined in QS al Isra verse 33 which can be drawn a legal line that humans are prohibited from taking the lives of both other people and their own lives.
Here it is clear that the right to life and the right to protection for life are obligatory on state administrators.
The author's analysis of the argument that can be used to give taklif to the mukallaf regarding traffic rules is QS al Isra verse 33, where the meaning of QS al Isra verse 33 is: "And do not kill a soul that Allah has forbidden (killing him), except for a right reason and whoever is killed unjustly, then indeed, We have given power to his guardian, but do not let his guardian exceed the limit in killing.
Indeed, he is the one who gets help.
" Abstrak Dalam artikel ini penulis memaparkan materi dengan tema mahkum fih, dimana mahkum fih itu sendiri ialah perbutan atau tindakan atau perilaku mukallaf yag erat kaitannya dengan hukum Syari’, perintah Syari’ tersebut disifati dengan wajib, haram, makruh, mandub atau, mubah ketika berupa hukum taklifi.
Adapun apabila berupa hukum wadh’I, maka terkadang berupa perbuatan mukallaf seperti pada muammalah dan jinayat.
Dan terkadang tidak berupa perbuatan mukallaf.
Salah satu prinsip pengakuan dan perlindungan yang berkaitan dengan martabat manusia itu telah digariskan dalam QS al Isra ayat 33 yang dimana dapat ditarik suatu garis hukum bahwa manusia dilarang menghilangkan nyawa baik nyawa orang lain maupun nyawanya sendiri.
Disini terlihat jelas bahwa hak untuk hidup dan hak atas perlindungan untuk dihidup diwajibkan pada penyelanggara Negara.
analisa penulis dalil yang bisa digunakan untuk memberikan taklif terhadap mukallaf mengenai tata tertib dalam lalu lintas ialah QS al Isra ayat 33, dimana pengertian dari QS al Isra ayat 33 ialah : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu alasan yang benar dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan.
Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.
”.

Related Results

PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
<p><em>Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Karakteristik lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah in...
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYELESAIAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN MEDIASI PENAL DI WILAYAH KABUPATEN BULELENG
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYELESAIAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN MEDIASI PENAL DI WILAYAH KABUPATEN BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kepolisian dalam penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas dengan mediasi penal dan faktor-faktor yang menghambat p...
PLURALISME HUKUM DI INDONESIA DARI SUDUT PANDANG ANTROPOLOGI
PLURALISME HUKUM DI INDONESIA DARI SUDUT PANDANG ANTROPOLOGI
Berdasarkan urian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa hukum pada dasarnyaberbasis pada masyarakat. Maka salah satu metode khas dalam antropologi hukum adalah kerjalapangan (fi...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
Pengaruh Gerak U-Turn pada Bukaan Median terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang
Pengaruh Gerak U-Turn pada Bukaan Median terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang
Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang merupakan jalan arteri dengan tipe lingkungan yaitu komersial dan terdapat hambatan samping yang berdampak terhadap kinerja lalu lintas...
KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN LOKASI BLACK SPOT DI KAB. CILACAP
KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN LOKASI BLACK SPOT DI KAB. CILACAP
Kecelakaan dan kemacetan lalu lintas merupakan dua masalah transportasi yang perlu diatasi segera. Selama tahun 2012 tercatat sebanyak 25.131 nyawa hilang akibat kecelakaan lalu li...
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Penelitian ini dilakukan dengan membagi rumusan masalah menjadi 2 bagian yaitu bagaimana karakteristik lalu lintas (arus, kecepatan, dan kepadatan) di jalan Tol Jagorawi arah Bogor...

Back to Top