Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Komunikasi dan Struktur Birokrasi dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar

View through CrossRef
Abstrak Latar belakang : pentingnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Hal ini didukung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Salah satu upaya pemerintah adalah melalui Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2024 tentang Pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Kebijakan ini menuntut kesiapan rumah sakit dalam berbagai aspek untuk menunjang pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesiapan Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, rumah sakit tipe B, dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS berdasarkan empat indikator keberhasilan: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. MetodePenelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan eksternal berjalan efektif, sumber daya manusia cukup memadai, dan pelaksana menunjukkan sikap antusias. Namun, fasilitas fisik masih perlu penyesuaian sesuai standar KRIS. Struktur birokrasi rumah sakit juga dinilai cukup fleksibel dalam mendukung koordinasi dan pengambilan keputusan. Kesimpulan: RS Ibnu Sina Makassar secara umum telah siap dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS, meskipun beberapa aspek teknis masih memerlukan perbaikan.  Kata Kunci: Kebijakan, KRIS, Peraturan Presiden Abstract Background: Improving the quality of healthcare services in Indonesia—which encompasses physical, mental, and social aspects—is a national priority. This initiative is supported by the National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) as part of the country's efforts to achieve Universal Health Coverage (UHC). One such governmental measure is Presidential Regulation No. 59 of 2024 concerning the Standard Inpatient Care Class (Kelas Rawat Inap Standar/KRIS). The implementation of this policy requires hospitals to be adequately prepared across several key dimensions. Objective: This study aims to assess the readiness of Ibnu Sina Hospital Makassar, a type B hospital, in implementing the KRIS policy using four key indicators: communication, resources, implementer disposition, and bureaucratic structure. Methods: A qualitative descriptive method was used, with data collected through observations, interviews, and a review of internal hospital documents. Results: The findings indicate that internal and external communication were effective, human resources were sufficient, and the staff demonstrated a positive and enthusiastic attitude. However, adjustments are still needed for physical facilities to fully comply with KRIS standards. The hospital's bureaucratic structure was found to be flexible and responsive to coordination and decision-making needs. Conclusion: Overall, Ibnu Sina Hospital Makassar is generally well-prepared to implement the KRIS policy, although certain technical aspects still require improvement. Keywords: Policy, Standard Inpatient Class (KRIS), Presidential Regulation.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Peran Komunikasi dan Struktur Birokrasi dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar
Description:
Abstrak Latar belakang : pentingnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.
Hal ini didukung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari pencapaian Universal Health Coverage (UHC).
Salah satu upaya pemerintah adalah melalui Peraturan Presiden No.
59 Tahun 2024 tentang Pelayanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Kebijakan ini menuntut kesiapan rumah sakit dalam berbagai aspek untuk menunjang pelaksanaannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesiapan Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, rumah sakit tipe B, dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS berdasarkan empat indikator keberhasilan: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi.
MetodePenelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi internal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan eksternal berjalan efektif, sumber daya manusia cukup memadai, dan pelaksana menunjukkan sikap antusias.
Namun, fasilitas fisik masih perlu penyesuaian sesuai standar KRIS.
Struktur birokrasi rumah sakit juga dinilai cukup fleksibel dalam mendukung koordinasi dan pengambilan keputusan.
Kesimpulan: RS Ibnu Sina Makassar secara umum telah siap dalam mengimplementasikan kebijakan KRIS, meskipun beberapa aspek teknis masih memerlukan perbaikan.
  Kata Kunci: Kebijakan, KRIS, Peraturan Presiden Abstract Background: Improving the quality of healthcare services in Indonesia—which encompasses physical, mental, and social aspects—is a national priority.
This initiative is supported by the National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN) as part of the country's efforts to achieve Universal Health Coverage (UHC).
One such governmental measure is Presidential Regulation No.
59 of 2024 concerning the Standard Inpatient Care Class (Kelas Rawat Inap Standar/KRIS).
The implementation of this policy requires hospitals to be adequately prepared across several key dimensions.
Objective: This study aims to assess the readiness of Ibnu Sina Hospital Makassar, a type B hospital, in implementing the KRIS policy using four key indicators: communication, resources, implementer disposition, and bureaucratic structure.
Methods: A qualitative descriptive method was used, with data collected through observations, interviews, and a review of internal hospital documents.
Results: The findings indicate that internal and external communication were effective, human resources were sufficient, and the staff demonstrated a positive and enthusiastic attitude.
However, adjustments are still needed for physical facilities to fully comply with KRIS standards.
The hospital's bureaucratic structure was found to be flexible and responsive to coordination and decision-making needs.
Conclusion: Overall, Ibnu Sina Hospital Makassar is generally well-prepared to implement the KRIS policy, although certain technical aspects still require improvement.
Keywords: Policy, Standard Inpatient Class (KRIS), Presidential Regulation.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PATOLOGI BIROKRASI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA UNTUK MENCIPTAKAN BIROKRASI YANG EFISIEN
PATOLOGI BIROKRASI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA UNTUK MENCIPTAKAN BIROKRASI YANG EFISIEN
Abstrak Birokrasi identik dengan kesan proses yang panjang dan berbelit-belit, akibatnya birokrasi mendapatkan citra negatif. Adanya kenyataan yang dialami di lingkungan birokrasi...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Dampak Ketidaklengkapan Sensus Rawat Inap Terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit
Dampak Ketidaklengkapan Sensus Rawat Inap Terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit
Kegiatan Sensus Harian Rawat Inap adalah pencatatan atau penghitungan pasien rawat inap yang dilakukan setiap hari pada ruang rawat inap, berisi mutasi keluar masuk pasien selama 2...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Abstract. Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries. Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are impo...
POLA PATOGEN DAN ANTIBIOGRAM DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR
POLA PATOGEN DAN ANTIBIOGRAM DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR
ABSTRAK Infeksi bakteri di lingkungan rumah sakit masih menjadi permasalahan  yang signifikan, di mana pola distribusi dan resistensi bakteri mempengaruhi pengelolaan terapi antib...

Back to Top