Javascript must be enabled to continue!
DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
View through CrossRef
<p>Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui peran nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam <em>Dieng Cultural Festival</em> (DCF) sebagai wujud harmonisasi antara nilai-nilai kearifan lokal, agama dan sosial ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng. Formulasi peran tersebut dikembangkan berdasar temuan hasil studi lapangan yang di analisis secara secara komprehensif dengan mengharmonisasi hukum tidak tertulis (adat) dan ajaran agama dan masyarakat dataran tinggi dieng juga hukum tertulis ( hukum positif). Masyarakat dataran tinggi Dieng merupakan bagian dari Suku Jawa. Namun karena kebudayaan Jawa yang masih mendarah daging, masyarakat dataran tinggi Dieng termasuk pemeluk agama Islam yang sinktretisme. Misalnya masih adanya ritual adat Jawa yang berbau animisme dan dinamisme. Fenomena yang terjadi pada masyarakat dataran tinggi Dieng adalah adanya anak berambut gimbal. Ada berbagai kelompok dan agama di Dieng. Hasil dari saling pengertian dan menghormati sesama adalah toleransi beragama terus terjaga di daerah tersebut sebagai bentuk pencegahan terjadinya konflik sosial. Penelitian ini merupakan penelitian sosiolegal dengan metode empiris dengan menggali sumber data primer dari masyarakat Dieng. Data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Instrumen pengumpul data<strong> </strong>menggunakan wawancara, <em>Focus</em> <em>Group</em> <em>Discussion</em> (FGD) dan studi kepustakaan hukum adat untuk pencegahan konflik. Analisis data model kualitatif dengan interpretasi berdasar teori <em>(theoritical interpretation) </em>dan ditarik generalisasi sebagai rumusan yang bersifat ideal <em>(ius constitutum). </em>Rencana penelitian yang akan dilakukan untuk memformulasikan peran nilai-nilai kearifan lokal dalam DCF, dengan tahapan (1) Mendeskripsikan nilai-nilai yang dijadikan sumber kearifan lokal yang terdapat dalam DCF di dalam Masyarakat Dataran Tinggi Dieng; (2) Menganalisis apakah nilai-nilai kearifan lokal dalam DCF dapat berperan sebagai sarana untuk memperkuat harmonisasi kaitannya dengan agama dan sosial ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng dalam perspektif UU No. 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Luaran penelitian berupa Publikasi Jurnal nasional terakreditasi yakni Jurnal .....(Humas FH UNS) dengan judul Pemberdayaan Kearifan Lokal , agama dan sosial ekonomi Sebagai Upaya Memperkuat Harmonisasi sosial Di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng Dalam Perspektif Sosiologi Hukum.</p><p><em>Keyword : </em><em>Dieng Cultur Festival (</em>DCF<em>, )</em><em>harmonisasi soasial</em><em>, kearifan lokal, masyarakat Dieng, UU No.17 Tahun 2012 </em></p>
Universitas Sebelas Maret
Title: DCF (Dieng Culture Festival), Wujud Harmonisasi Antara Kearifan Lokal, Agama dan Sosial Ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng
Description:
<p>Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui peran nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam <em>Dieng Cultural Festival</em> (DCF) sebagai wujud harmonisasi antara nilai-nilai kearifan lokal, agama dan sosial ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng.
Formulasi peran tersebut dikembangkan berdasar temuan hasil studi lapangan yang di analisis secara secara komprehensif dengan mengharmonisasi hukum tidak tertulis (adat) dan ajaran agama dan masyarakat dataran tinggi dieng juga hukum tertulis ( hukum positif).
Masyarakat dataran tinggi Dieng merupakan bagian dari Suku Jawa.
Namun karena kebudayaan Jawa yang masih mendarah daging, masyarakat dataran tinggi Dieng termasuk pemeluk agama Islam yang sinktretisme.
Misalnya masih adanya ritual adat Jawa yang berbau animisme dan dinamisme.
Fenomena yang terjadi pada masyarakat dataran tinggi Dieng adalah adanya anak berambut gimbal.
Ada berbagai kelompok dan agama di Dieng.
Hasil dari saling pengertian dan menghormati sesama adalah toleransi beragama terus terjaga di daerah tersebut sebagai bentuk pencegahan terjadinya konflik sosial.
Penelitian ini merupakan penelitian sosiolegal dengan metode empiris dengan menggali sumber data primer dari masyarakat Dieng.
Data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier.
Instrumen pengumpul data<strong> </strong>menggunakan wawancara, <em>Focus</em> <em>Group</em> <em>Discussion</em> (FGD) dan studi kepustakaan hukum adat untuk pencegahan konflik.
Analisis data model kualitatif dengan interpretasi berdasar teori <em>(theoritical interpretation) </em>dan ditarik generalisasi sebagai rumusan yang bersifat ideal <em>(ius constitutum).
</em>Rencana penelitian yang akan dilakukan untuk memformulasikan peran nilai-nilai kearifan lokal dalam DCF, dengan tahapan (1) Mendeskripsikan nilai-nilai yang dijadikan sumber kearifan lokal yang terdapat dalam DCF di dalam Masyarakat Dataran Tinggi Dieng; (2) Menganalisis apakah nilai-nilai kearifan lokal dalam DCF dapat berperan sebagai sarana untuk memperkuat harmonisasi kaitannya dengan agama dan sosial ekonomi di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng dalam perspektif UU No.
7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.
Luaran penelitian berupa Publikasi Jurnal nasional terakreditasi yakni Jurnal .
(Humas FH UNS) dengan judul Pemberdayaan Kearifan Lokal , agama dan sosial ekonomi Sebagai Upaya Memperkuat Harmonisasi sosial Di Masyarakat Dataran Tinggi Dieng Dalam Perspektif Sosiologi Hukum.
</p><p><em>Keyword : </em><em>Dieng Cultur Festival (</em>DCF<em>, )</em><em>harmonisasi soasial</em><em>, kearifan lokal, masyarakat Dieng, UU No.
17 Tahun 2012 </em></p>.
Related Results
PS02.116: FEASIBILITY OF DOCETAXEL, CISPLATIN, AND 5-FLUOROURACIL (DCF) VERSUS RADIOTHERAPY WITH DCF (DCF-RT) AS PREOPERATIVE THERAPY FOR LOCALLY ADVANCED ESOPHAGEAL CANCER
PS02.116: FEASIBILITY OF DOCETAXEL, CISPLATIN, AND 5-FLUOROURACIL (DCF) VERSUS RADIOTHERAPY WITH DCF (DCF-RT) AS PREOPERATIVE THERAPY FOR LOCALLY ADVANCED ESOPHAGEAL CANCER
Abstract
Background
In Japan, preoperative chemotherapy with cisplatin plus 5-fluorouracil (CF) followed by radical surgery has ...
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak memba...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Buton Selatan. Fokus penelitian ini...
Analisis Jurnal_ Jessica Natasha_802020039
Analisis Jurnal_ Jessica Natasha_802020039
Keunikan sebuah kearifan lokal biasanya berlaku hanya sebatas lingkungan kelahirannya. Keunikan tersebut merupakan pengaruh dari lingkungan dan cara adaptasi manusia dari sekedar b...

