Javascript must be enabled to continue!
Peran Psychological Empowerment Terhadap Workforce Agility Pada Karyawan Startup
View through CrossRef
Menghadapi lingkungan yang serba cepat di mana peran pekerjaan cenderung dinamis, workforce agility menjadi penting untuk dimiliki sebab karyawan dituntut menggunakan keterampilan dalam menghadapi tuntutan yang terjadi. Berdasarkan beberapa faktor pendorong, psychological empowerment memiliki peranan penting yang mampu meningkatkan workforce agility pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility. Instrumen pada penelitian ini menggunakan psychological empowerment scale dan workforce agility scale. Subjek penelitian ini sebanyak 105 karyawan startup. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho dan menunjukkan terdapat hubungan antara variabel psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Implikasi pada penelitian ini dapat memberikan pengetahuan maupun perancangan pelatihan bagi tiga pihak, yaitu perusahaan, karyawan, dan bagi peneliti selanjutnya mengenai psychological empowerment dan workforce agility dalam lingkungan kerja yang serba cepat ini.Kata Kunci: pemberdayaan psikologis, ketangkasan tenaga kerja, startup
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Title: Peran Psychological Empowerment Terhadap Workforce Agility Pada Karyawan Startup
Description:
Menghadapi lingkungan yang serba cepat di mana peran pekerjaan cenderung dinamis, workforce agility menjadi penting untuk dimiliki sebab karyawan dituntut menggunakan keterampilan dalam menghadapi tuntutan yang terjadi.
Berdasarkan beberapa faktor pendorong, psychological empowerment memiliki peranan penting yang mampu meningkatkan workforce agility pada karyawan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility.
Instrumen pada penelitian ini menggunakan psychological empowerment scale dan workforce agility scale.
Subjek penelitian ini sebanyak 105 karyawan startup.
Analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho dan menunjukkan terdapat hubungan antara variabel psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup.
Implikasi pada penelitian ini dapat memberikan pengetahuan maupun perancangan pelatihan bagi tiga pihak, yaitu perusahaan, karyawan, dan bagi peneliti selanjutnya mengenai psychological empowerment dan workforce agility dalam lingkungan kerja yang serba cepat ini.
Kata Kunci: pemberdayaan psikologis, ketangkasan tenaga kerja, startup.
Related Results
In A Quest to Solve Information System Agility Problems : A SaaS Experience
In A Quest to Solve Information System Agility Problems : A SaaS Experience
<p>Change is endemic in modern business competition. In an age of globalisation, with the rapid development of information technologies (IT), changes occur at a much faster p...
Pengaruh metode latihan dan agility terhadap keterampilan sepakbola
Pengaruh metode latihan dan agility terhadap keterampilan sepakbola
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode latihan drill dan small sided games terhadap keterampilan sepakbola, perbedaan keterampilan sepakbola siswa agil...
SOSIALISASI “STARTUP IDEATION” PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS ABDURRAB
SOSIALISASI “STARTUP IDEATION” PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS ABDURRAB
Satu atau dua dekade terkahir perkembangan Teknologi Informasi sangat signifikan, dan kita melihat dan menikmatinya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bisnis Teknologi info...
Flexibility and agility: evolution and relationship
Flexibility and agility: evolution and relationship
PurposeThe purpose of this paper is to clarify the confusion between flexibility and agility. The paper traces the evolution of agility and the evolution of flexibility over time, ...
Startup marketing: features, digital tools, and promotion channels
Startup marketing: features, digital tools, and promotion channels
The aim of the article. The purpose of the article is to study the digital marketing tools of a startup in terms of marketing strategy following the stage of the life cycle, the en...
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
Pengamatan awal menunjukan bahwa efektivitas kerja karyawan CV. Anyar Putra Ciamis belum optimal, indikator yang terlihat meliputi ; masih adanya karyawan yang belum mempunyai k...
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
Keberhasilan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Karyawan merupakan penggerak dan pengendali dalam perusahaan. Meningkatnya kinerj...

