Javascript must be enabled to continue!
PARENTING SELF-EFFICACY DAN EMOTION COACHING PADA IBU DENGAN ANAK USIA PRASEKOLAH
View through CrossRef
ABSTRACT
Emotional development during the preschool years serves as an essential foundation for children's future self-regulation and social competence. One parenting practice that supports emotional development is emotion coaching, which refers to parents’ ability to recognize, accept, and guide children’s emotions constructively. A factor presumed to influence the implementation of emotion coaching is parenting self-efficacy, defined as parents’ belief in their ability to perform parenting tasks effectively. This study aimed to examine the relationship between parenting self-efficacy and emotion coaching among mothers of preschool-aged children. A quantitative correlational design was employed involving 290 mothers with preschool-aged children. Data were collected using the Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI) to measure parenting self-efficacy and the emotion coaching subscale of the Maternal Emotional Styles Questionnaire (MESQ) to assess emotion coaching. Data were analyzed using Spearman Rank correlation. The findings revealed no significant relationship between parenting self-efficacy and emotion coaching (p = 0.135; p > 0.05). These results indicate that mothers’ confidence in their parenting abilities is not directly associated with the application of emotion coaching strategies. The findings suggest that other factors, such as emotional knowledge, parenting experiences, child characteristics, and social support, may play a more substantial role in shaping emotion coaching practices among mothers of preschool-aged children. This study contributes to the understanding of factors influencing parental emotional socialization and highlights the need for further research exploring variables beyond parenting self-efficacy.
ABSTRAK
Perkembangan emosi pada masa prasekolah merupakan fondasi penting bagi kemampuan regulasi diri dan kompetensi sosial anak pada tahap perkembangan berikutnya. Salah satu praktik pengasuhan yang mendukung perkembangan emosi anak adalah emotion coaching, yaitu kemampuan orang tua dalam mengenali, menerima, dan membimbing emosi anak secara konstruktif. Faktor yang diduga berperan dalam penerapan emotion coaching adalah parenting self-efficacy, yaitu keyakinan orang tua terhadap kemampuannya dalam menjalankan tugas pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting self-efficacy dan emotion coaching pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 290 ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Data dikumpulkan menggunakan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI) untuk mengukur parenting self-efficacy dan subskala emotion coaching dari Maternal Emotional Styles Questionnaire (MESQ) untuk mengukur emotion coaching. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara parenting self-efficacy dan emotion coaching (p = 0,135; p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa keyakinan ibu terhadap kemampuan pengasuhan yang dimilikinya tidak secara langsung berkaitan dengan penerapan strategi emotion coaching. Hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya faktor-faktor lain, seperti pengetahuan tentang emosi, pengalaman pengasuhan, karakteristik anak, maupun dukungan sosial, yang lebih berperan dalam menentukan praktik emotion coaching pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah.
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia
Title: PARENTING SELF-EFFICACY DAN EMOTION COACHING PADA IBU DENGAN ANAK USIA PRASEKOLAH
Description:
ABSTRACT
Emotional development during the preschool years serves as an essential foundation for children's future self-regulation and social competence.
One parenting practice that supports emotional development is emotion coaching, which refers to parents’ ability to recognize, accept, and guide children’s emotions constructively.
A factor presumed to influence the implementation of emotion coaching is parenting self-efficacy, defined as parents’ belief in their ability to perform parenting tasks effectively.
This study aimed to examine the relationship between parenting self-efficacy and emotion coaching among mothers of preschool-aged children.
A quantitative correlational design was employed involving 290 mothers with preschool-aged children.
Data were collected using the Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI) to measure parenting self-efficacy and the emotion coaching subscale of the Maternal Emotional Styles Questionnaire (MESQ) to assess emotion coaching.
Data were analyzed using Spearman Rank correlation.
The findings revealed no significant relationship between parenting self-efficacy and emotion coaching (p = 0.
135; p > 0.
05).
These results indicate that mothers’ confidence in their parenting abilities is not directly associated with the application of emotion coaching strategies.
The findings suggest that other factors, such as emotional knowledge, parenting experiences, child characteristics, and social support, may play a more substantial role in shaping emotion coaching practices among mothers of preschool-aged children.
This study contributes to the understanding of factors influencing parental emotional socialization and highlights the need for further research exploring variables beyond parenting self-efficacy.
ABSTRAK
Perkembangan emosi pada masa prasekolah merupakan fondasi penting bagi kemampuan regulasi diri dan kompetensi sosial anak pada tahap perkembangan berikutnya.
Salah satu praktik pengasuhan yang mendukung perkembangan emosi anak adalah emotion coaching, yaitu kemampuan orang tua dalam mengenali, menerima, dan membimbing emosi anak secara konstruktif.
Faktor yang diduga berperan dalam penerapan emotion coaching adalah parenting self-efficacy, yaitu keyakinan orang tua terhadap kemampuannya dalam menjalankan tugas pengasuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting self-efficacy dan emotion coaching pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 290 ibu yang memiliki anak usia prasekolah.
Data dikumpulkan menggunakan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI) untuk mengukur parenting self-efficacy dan subskala emotion coaching dari Maternal Emotional Styles Questionnaire (MESQ) untuk mengukur emotion coaching.
Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara parenting self-efficacy dan emotion coaching (p = 0,135; p > 0,05).
Temuan ini mengindikasikan bahwa keyakinan ibu terhadap kemampuan pengasuhan yang dimilikinya tidak secara langsung berkaitan dengan penerapan strategi emotion coaching.
Hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya faktor-faktor lain, seperti pengetahuan tentang emosi, pengalaman pengasuhan, karakteristik anak, maupun dukungan sosial, yang lebih berperan dalam menentukan praktik emotion coaching pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
THE ‘PARENT’ IN THE PARENTING STYLE:
A CORRELATIONAL STUDY EXPLORING THE IMPACT OF PARENTING ON SELF-CONCEPT OF THE ADOLESCENT (Preprint)
THE ‘PARENT’ IN THE PARENTING STYLE:
A CORRELATIONAL STUDY EXPLORING THE IMPACT OF PARENTING ON SELF-CONCEPT OF THE ADOLESCENT (Preprint)
BACKGROUND
The present research attempts to explore the dynamics of parent child relationship. The investigation aims at understanding the impact of parenti...
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Latar belakang: Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki intelegensia rendah di bawah rata-rata (IQ≤70) yang diikuti keterbatasan fungsi adaptif dan fungsi intelektual, sehingga ...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Pengaruh Mindful Parenting terhadap Stres Pengasuhan Orang Tua yang Memiliki Anak Usia Dini
Pengaruh Mindful Parenting terhadap Stres Pengasuhan Orang Tua yang Memiliki Anak Usia Dini
Abstract. Parenting for early childhood-age children is the challenges and pressures tasks of the parents so that if the parents is unable to handle these challenges and pressures,...
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
Hubungan Perilaku Mom Shaming dengan Parenting Self-Efficacy Ibu
ABSTRACT
Parenting self-efficacy is parents' confidence in their competence in carrying out their role as parents, especially in parenting. A mother who has high self-confidence c...
Pengaruh Self-Compassion terhadap Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Toddler
Pengaruh Self-Compassion terhadap Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Toddler
Abstract. Parenting stress among mothers of toddlers in Bandung is relatively high and may have negative impacts on both maternal and child psychological well-being. The experience...

