Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN BIOPORI DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

View through CrossRef
Permasalahan lain yang sering terjadi di kawasan permukiman adalah berkurangnya daya resap tanah akibat alih fungsi lahan dan meningkatnya permukaan kedap air. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat meresap dengan optimal sehingga menimbulkan genangan bahkan banjir lokal. Berkurangnya infiltrasi air juga berdampak pada menurunnya cadangan air tanah yang sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia. Lubang biopori merupakan salah satu teknologi tepat guna yang mampu menjawab permasalahan sampah organik dan resapan air secara bersamaan. Biopori memanfaatkan aktivitas mikroorganisme tanah untuk menguraikan sampah organik sehingga terbentuk pori-pori alami yang meningkatkan infiltrasi air. Teknologi ini relatif sederhana, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di lingkungan rumah tangga khususnya masyarakat di dusun Gondanglutung Donoharjo Ngaglik Sleman. Metode pembuatan biopori menggunakan bor tanah atau cangkul, linggis dan lain lain untuk membuat lubang vertikal dengan diameter sekitar 60 - 85 cm dan kedalaman antara 75–100 cm (atau lebih, tergantung kondisi tanah) untuk memasukkan drum plastik. Pastikan lubang dibuat lurus menembus tanah. Kemudian dimasukkan drum plastik yang telah dilubangi dan dimasukkan ke dalam lubang tanah. Drum plastik  ini berfungsi untuk menjaga agar tanah tidak masuk di dalam lubang dan tanah tidak masuk kedalam drum biopori dan memudahkan proses pengisian sampah organik ke dalam biopori secara berkala.  Sehingga sampah teruraikan oleh mikroorganisme menjadi kompos secara alami. Bagian atas biopori ditutup untuk mencegah masuknya sampah besar dan menghindari tempat berkembangnya nyamuk. Jika isi biopori sudah terurai dan volumenya berkurang, tambahkan kembali sampah organik. Kompos yang terbentuk biasanya dapat diambil setelah beberapa bulan dan digunakan sebagai pupuk alami di kebun atau tanaman pekarangan. Hasil penerapan biopori juga menunjukkan adanya pengurangan jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat penampungan sampah. Dengan pengelolaan langsung di sumbernya, sampah organik tidak lagi menjadi beban utama dalam sistem pengangkutan dan pembuangan akhir. Hal ini membuktikan bahwa biopori efektif sebagai salah satu metode pengolahan sampah berbasis rumah tangga yang sederhana dan ramah lingkungan.
Title: TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN BIOPORI DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK
Description:
Permasalahan lain yang sering terjadi di kawasan permukiman adalah berkurangnya daya resap tanah akibat alih fungsi lahan dan meningkatnya permukaan kedap air.
Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat meresap dengan optimal sehingga menimbulkan genangan bahkan banjir lokal.
Berkurangnya infiltrasi air juga berdampak pada menurunnya cadangan air tanah yang sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia.
Lubang biopori merupakan salah satu teknologi tepat guna yang mampu menjawab permasalahan sampah organik dan resapan air secara bersamaan.
Biopori memanfaatkan aktivitas mikroorganisme tanah untuk menguraikan sampah organik sehingga terbentuk pori-pori alami yang meningkatkan infiltrasi air.
Teknologi ini relatif sederhana, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di lingkungan rumah tangga khususnya masyarakat di dusun Gondanglutung Donoharjo Ngaglik Sleman.
Metode pembuatan biopori menggunakan bor tanah atau cangkul, linggis dan lain lain untuk membuat lubang vertikal dengan diameter sekitar 60 - 85 cm dan kedalaman antara 75–100 cm (atau lebih, tergantung kondisi tanah) untuk memasukkan drum plastik.
Pastikan lubang dibuat lurus menembus tanah.
Kemudian dimasukkan drum plastik yang telah dilubangi dan dimasukkan ke dalam lubang tanah.
Drum plastik  ini berfungsi untuk menjaga agar tanah tidak masuk di dalam lubang dan tanah tidak masuk kedalam drum biopori dan memudahkan proses pengisian sampah organik ke dalam biopori secara berkala.
  Sehingga sampah teruraikan oleh mikroorganisme menjadi kompos secara alami.
Bagian atas biopori ditutup untuk mencegah masuknya sampah besar dan menghindari tempat berkembangnya nyamuk.
Jika isi biopori sudah terurai dan volumenya berkurang, tambahkan kembali sampah organik.
Kompos yang terbentuk biasanya dapat diambil setelah beberapa bulan dan digunakan sebagai pupuk alami di kebun atau tanaman pekarangan.
Hasil penerapan biopori juga menunjukkan adanya pengurangan jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat penampungan sampah.
Dengan pengelolaan langsung di sumbernya, sampah organik tidak lagi menjadi beban utama dalam sistem pengangkutan dan pembuangan akhir.
Hal ini membuktikan bahwa biopori efektif sebagai salah satu metode pengolahan sampah berbasis rumah tangga yang sederhana dan ramah lingkungan.

Related Results

SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
LUBANG BIOPORI: SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM MENGELOLA SAMPAH ORGANIK DI DESA NEGERI NGARIP
LUBANG BIOPORI: SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM MENGELOLA SAMPAH ORGANIK DI DESA NEGERI NGARIP
Dalam pengolahan sampah, masyarakat desa kebanyakan masih bertumpu pada unsur penimbunan sampah kemudian dilakukan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir sampah. Selain itu, masih b...
Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Biopori Melalui Program Kkn-05 Tematik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Biopori Melalui Program Kkn-05 Tematik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Kelurahan Pandeyan, salah satu dari tujuh kelurahan di Kemantren Umbulharjo, memiliki luas wilayah sekitar 118,499 hektar atau sekitar 1,2 kilometer persegi. Terdiri dari 13 RW, 52...
PEMBUATAN BIOPORI UNTUK PENYERAPAN AIR VERTIKAL DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
PEMBUATAN BIOPORI UNTUK PENYERAPAN AIR VERTIKAL DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK
Adanya genangan air hujan, banjir di daerah yang rendah, kurangnya kemampuan selokan menyalurkan air hujan, dan meningkatnya volume sampah sebagai masalah yang...
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Dan Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly) Di Bank Sampah Tulungagung
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Dan Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly) Di Bank Sampah Tulungagung
Sampah menjadi permasalahan yang sangat serius di lingkungan seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia. Meningkatnya volume sampah menjadikan sampah harus dikelola dengan...
PELATIHAN PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI DUSUN SUMEDANGAN, DESA PURWADANA, KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG
PELATIHAN PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI DUSUN SUMEDANGAN, DESA PURWADANA, KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG
The objective of this community service is to give an understanding and skill regarding the creation of biopore infiltration holes as a solution for the flooding problem in Purwada...
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Pembuatan Lubang Biopori
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Pembuatan Lubang Biopori
Pencemaran sungai perlu diupayakan solusinya mengingat dampaknya terhadap kehidupan biota perairan dan sosial ekonomi masyarakat. Salah satu sumber pencemaran sungai berasal dari s...

Back to Top