Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN DENGAN PERKERASAN LENTUR DAN PERKERASAN KAKU

View through CrossRef
Tahapan pembangunan jalan dari tahap konstruksi ke tahap operasi, mengkonsumsi sejumlah besar energi serta menghasilkan emisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) pada pekerjaan jalan dengan perkerasan lentur (aspal) dan perkerasan kaku (beton) dengan menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Studi kasus dilakukan pada ruas jalan di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan Metode Konversi Bahan Bakar yang mengacu pada prosedur standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Hasil perhitungan, dengan pendekatan LCA jumlah konsumsi energi untuk konstruksi perkerasan kaku berjumlah 612.16 GJ dan perkerasan lentur berjumlah 268.91 GJ. Hasil perhitungan total emisi menunjukkan perkerasan lentur sebesar 19949.38 kgCO2/km dan perkerasan kaku sebesar 45414.75 kgCO2/km. Kesimpulan penelitian ini bahwa perkerasan lentur lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih berkelanjutan dibandingkan dengan perkerasan kaku.
Title: ANALISIS KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN DENGAN PERKERASAN LENTUR DAN PERKERASAN KAKU
Description:
Tahapan pembangunan jalan dari tahap konstruksi ke tahap operasi, mengkonsumsi sejumlah besar energi serta menghasilkan emisi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) pada pekerjaan jalan dengan perkerasan lentur (aspal) dan perkerasan kaku (beton) dengan menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA).
Studi kasus dilakukan pada ruas jalan di Provinsi Kalimantan Tengah.
Metode yang digunakan untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan Metode Konversi Bahan Bakar yang mengacu pada prosedur standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).
Hasil perhitungan, dengan pendekatan LCA jumlah konsumsi energi untuk konstruksi perkerasan kaku berjumlah 612.
16 GJ dan perkerasan lentur berjumlah 268.
91 GJ.
Hasil perhitungan total emisi menunjukkan perkerasan lentur sebesar 19949.
38 kgCO2/km dan perkerasan kaku sebesar 45414.
75 kgCO2/km.
Kesimpulan penelitian ini bahwa perkerasan lentur lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih berkelanjutan dibandingkan dengan perkerasan kaku.

Related Results

Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Biaya dan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode MDP 2017 dan AASHTO 1993
Biaya dan Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode MDP 2017 dan AASHTO 1993
Proses perencanaan dan evaluasi tebal perkerasan jalan tol memiliki peranan penting dalam desain jalan tol berkelanjutan. Desain struktur jalan perlu disesuaikan dengan kebutuhan k...
Emisi Gas Kaca Pesawat Udara di Indonesia
Emisi Gas Kaca Pesawat Udara di Indonesia
One of the environmental problrms facing the world today is the phenomenon of global warming that is caused by greenhouse gas emissions. Many human activities that cause greenhouse...
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
ANALISA TEBAL PERKERASAN JALAN DI TANJAKAN MENGGUNAKAN METODE AASHTO 1993
Perkerasan pada umumnya menggunakan bahan campuran dari aspal dan juga memiliki sifat elastis jika menerima beban di atasnya. Sampai saat ini belum ada rumus khusus yang dibuat unt...
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA CARIU KM BDG 79 – KM BDG 81 MENGGUNAKAN METODE PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PD T-14-2003
Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, maka semakin banyak barang dan kebutuhan yang harus di distribusikan dari suatu daerah ke daerah lainnya, para penyedia jasa angkutan...
PERBANDINGAN BIAYA DAN PELAKSANAAN PERKERASAN LENTUR DAN KAKU
PERBANDINGAN BIAYA DAN PELAKSANAAN PERKERASAN LENTUR DAN KAKU
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012, Tanjung Lesung ditetapkan menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) pariwisata, maka dilakukanlah pengembangan prasarana trans...

Back to Top