Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efek Spasial Jaringan Jalan di Kota Jambi

View through CrossRef
Substansi pembangunan berbasis spasial di Indonesia diregulasikan melalui kebijakan penataan ruang, tujuannya adalah menata aspek struktur dan pola ruang wilayah. Struktur ruang  fokus pada jaringan infrastruktur sedangkan pola ruang mengatur penggunaan lahan.  Kebijakan ini diimplemetasikan secara massif sejak tahun 2007,  namun efek spasial setiap aspeknya belum banyak diteliti. Hal ini menyebabkan Rencana Tata Ruang Wilayah propinsi dan kabupaten/kota diimplementasikan cenderung tidak dilengkapi dengan kedalaman analisis yang kuat untuk mendukung pengaturan struktur dan pola ruang wilayah. Kajian ini bertujuan menelaah aspek struktur ruang yakni jaringan jalan sebagai indikator aksessibilitas wilayah sebagai bentuk output pembangunan yang berdampak luas pada kemajuan wilayah. Fokus penelitian adalah efek spasial jaringan jalan yang diukur dari panjang jalan dan keterkaitannya dengan variabel dirinya secara kontinyu dan berketetanggaan dengan wilayah sekitarnya. Unit amatan meliputi seluruh kecamatan di Kota Jambi. Statistik yang digunakan adalah indeks moran, selanjutnya untuk penyelidikan lokalitas autokorelasi spasial diidentifikasi melalui statistik spasial local idenfitification of spatial autocorrelation (LISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan jalan tidak memiliki autokorelasi spasial yang kuat atau termasuk kategori random dengan nilai indeks moran sebesar 0.149. Identifikasi lebih lanjut dengan LISA menunjukkan adanya autokorelasi spasial pada tingkat signifikan 0.05. Efek spasial lokal jaringan jalan terjadi pada kecamatan Kota Baru dan Jambi Selatan. Pola spasial yang acak pada aspek jaringan wilayah ini menunjukkan adanya heterogenitas antara satu kecamatan dengan lainnya, sehingga kebijakan pembangunan jalan tidak boleh disamakan secara menyeluruh, namun harus memperhatikan diferensiasi yang terjadi.    
Faculty of Education and Teacher Training, Jambi University
Title: Efek Spasial Jaringan Jalan di Kota Jambi
Description:
Substansi pembangunan berbasis spasial di Indonesia diregulasikan melalui kebijakan penataan ruang, tujuannya adalah menata aspek struktur dan pola ruang wilayah.
Struktur ruang  fokus pada jaringan infrastruktur sedangkan pola ruang mengatur penggunaan lahan.
  Kebijakan ini diimplemetasikan secara massif sejak tahun 2007,  namun efek spasial setiap aspeknya belum banyak diteliti.
Hal ini menyebabkan Rencana Tata Ruang Wilayah propinsi dan kabupaten/kota diimplementasikan cenderung tidak dilengkapi dengan kedalaman analisis yang kuat untuk mendukung pengaturan struktur dan pola ruang wilayah.
Kajian ini bertujuan menelaah aspek struktur ruang yakni jaringan jalan sebagai indikator aksessibilitas wilayah sebagai bentuk output pembangunan yang berdampak luas pada kemajuan wilayah.
Fokus penelitian adalah efek spasial jaringan jalan yang diukur dari panjang jalan dan keterkaitannya dengan variabel dirinya secara kontinyu dan berketetanggaan dengan wilayah sekitarnya.
Unit amatan meliputi seluruh kecamatan di Kota Jambi.
Statistik yang digunakan adalah indeks moran, selanjutnya untuk penyelidikan lokalitas autokorelasi spasial diidentifikasi melalui statistik spasial local idenfitification of spatial autocorrelation (LISA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan jalan tidak memiliki autokorelasi spasial yang kuat atau termasuk kategori random dengan nilai indeks moran sebesar 0.
149.
Identifikasi lebih lanjut dengan LISA menunjukkan adanya autokorelasi spasial pada tingkat signifikan 0.
05.
Efek spasial lokal jaringan jalan terjadi pada kecamatan Kota Baru dan Jambi Selatan.
Pola spasial yang acak pada aspek jaringan wilayah ini menunjukkan adanya heterogenitas antara satu kecamatan dengan lainnya, sehingga kebijakan pembangunan jalan tidak boleh disamakan secara menyeluruh, namun harus memperhatikan diferensiasi yang terjadi.
   .

Related Results

EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
PWI DI KOTA JAMBI 1963-1974
PWI DI KOTA JAMBI 1963-1974
AbstractPWI Jambi City is one of the organizations formed to provide services in the form of information in the mass media. Journalists are an important part of PWI's existence whi...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract   The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
CANDI MUARO JAMBI : KAJIAN CERITA RAKYAT, ARKEOLOGI, DAN PARIWISATA
CANDI MUARO JAMBI : KAJIAN CERITA RAKYAT, ARKEOLOGI, DAN PARIWISATA
Abstract               Muaro Jambi Temple is a cultural heritage of the Buddhist era of the Malay kingdom which has value for the people of Muaro Jambi Village. From Muaro Jambi Te...
HASIL PEMBANGUNAN OLAHRAGA DI KOTA JAMBI DITINJAU DARI SPORT DEVELOPMENT INDEX
HASIL PEMBANGUNAN OLAHRAGA DI KOTA JAMBI DITINJAU DARI SPORT DEVELOPMENT INDEX
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yaitu belum diketahuinya pembangunan olahraga Kota Jambi ditinjau dari Sport Development Index (SDI). Keempat aspek SDI akan membantu m...
Studi Pengembangan Jaringan Jalan Menggunakan Metode AHP dan GIS untuk Kota Tanjungbalai
Studi Pengembangan Jaringan Jalan Menggunakan Metode AHP dan GIS untuk Kota Tanjungbalai
Pengembangan jaringan jalan merupakan hal penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat untuk mencapai suatu tujuan dengan waktu yang diharapkan seiring dengan ...

Back to Top