Javascript must be enabled to continue!
Isra' Mikraj dan Shalat "Kemanusiaan"
View through CrossRef
Kepemimpinan dalam shalat berjamaah dapat dipraktikkan langsung dalam kehidupan nyata. Shalat berjamaah mengisyaratkan keberhasilan kehidupan dengan perolehan derajat yang berlipat. Dalam shalat jamaah, setiap orang yang mengerjakan shalat di dalamnya akan diberi pahala 27 kali lipat dibandingkan dengan shalat sendirian. Kenyataan ini sama halnya dengan kehidupan nyata, saat menyendiri, dipastikan akan banyak ketidakberhasilan dalam beragam hal. Namun saat bergabung, berorganisasi, dan kerja sama dengan baik, dipastikan kesuksesan besar akan menjadi perolehan setiap individu.Shalat berjamaah juga mengajarkan agar seorang imam adalah orang yang paling aqro' (bacaan al-Qur'an-nya bagus), faqih (ahli fikih) dan sebagainya. Sementara makmum harus patuh tunduk kepada apa yang dilakukan imam. Makmum tidak boleh berada di depan atau bergerak lebih dahulu dibanding imam. Jika itu dilakukan, maka shalat makmum dianggap batal.Di samping itu, seorang makmum juga harus mengikuti seluruh gerak-gerik imam, dan mengingatkan saat sang imam lupa mengerjakan rukun fi'li (perbuatan) atau qauli (bacaan). Ini mengisyaratkan dalam kehidupan nyata meski diterapkan adanya kepemimpinan (leadership) yang baik. Seorang pemimpin harus berjiwa leadership, sementara anggotanya juga harus tunduk patuh dan mendukung sang pemimpin, dengan cara mengikuti dan memberikan masukan demi terselenggaranya kepemimpinan yang sempurna.Al-Fatihah yang harus dibaca dalam setiap shalat memiliki pesan cinta kasih yang begitu mendalam. Dimulai dari basmalah, terdapat kata-kata ar-Rahmaan dan ar-Rahiim yang semuanya berarti "kasih sayang", hingga ayat terakhir, ghairi al-maghdlubi 'alaihim wala ad-dhalin (bukan jalan orang-orang yang zalim) adalah pesan cinta Tuhan yang mesti dipraktikkan manusia. Sehingga dari sini, jika saja dalam kehidupan nyata selalu ada nada-nada cinta yang muncul dan dipraktikkan oleh setiap individu kepada siapa pun, dipastikan kehidupan akan berjalan dengan baik. Kemungkaran tidak terjadi di mana-mana.Sementara sujud menjadi bagian penting dalam shalat juga memiliki makna yang luas dalam kehidupan nyata. Dalam sujud dapat diambil hikmah bahwa setiap orang harus mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang tidak memiliki apa-apa, tidak patut untuk merasa "paling" dari yang lain. Manusia harus merasa dirinya adalah hina sehingga dapat tunduk kepada Tuhan-nya dan menghormat kepada sesama.Di akhir shalat ada salam. Ini adalah isyarat bahwa seseorang yang telah mengerjakan shalat yang notabene diperuntukkan bagi Tuhannya, harus memulai bersosial, menebar keselamatan kepada siapa pun. Jika dalam shalat seseorang bisa khusyuk, melaksanakan syarat rukunnya dengan baik serta mengingat kepada Allah dengan penuh ketawaduan, serta setelah shalat dapat menebar salam serta bisa menerjemahkan proses shalat ke dalam kehidupan nyata, maka kesalehan kepada Tuhan dan kesalehan kepada sesama akan terwujud. Sehingga dari sini shalat yang dijadikan tanhaa 'anil fahsyaai wal munkar akan terwujud.
Title: Isra' Mikraj dan Shalat "Kemanusiaan"
Description:
Kepemimpinan dalam shalat berjamaah dapat dipraktikkan langsung dalam kehidupan nyata.
Shalat berjamaah mengisyaratkan keberhasilan kehidupan dengan perolehan derajat yang berlipat.
Dalam shalat jamaah, setiap orang yang mengerjakan shalat di dalamnya akan diberi pahala 27 kali lipat dibandingkan dengan shalat sendirian.
Kenyataan ini sama halnya dengan kehidupan nyata, saat menyendiri, dipastikan akan banyak ketidakberhasilan dalam beragam hal.
Namun saat bergabung, berorganisasi, dan kerja sama dengan baik, dipastikan kesuksesan besar akan menjadi perolehan setiap individu.
Shalat berjamaah juga mengajarkan agar seorang imam adalah orang yang paling aqro' (bacaan al-Qur'an-nya bagus), faqih (ahli fikih) dan sebagainya.
Sementara makmum harus patuh tunduk kepada apa yang dilakukan imam.
Makmum tidak boleh berada di depan atau bergerak lebih dahulu dibanding imam.
Jika itu dilakukan, maka shalat makmum dianggap batal.
Di samping itu, seorang makmum juga harus mengikuti seluruh gerak-gerik imam, dan mengingatkan saat sang imam lupa mengerjakan rukun fi'li (perbuatan) atau qauli (bacaan).
Ini mengisyaratkan dalam kehidupan nyata meski diterapkan adanya kepemimpinan (leadership) yang baik.
Seorang pemimpin harus berjiwa leadership, sementara anggotanya juga harus tunduk patuh dan mendukung sang pemimpin, dengan cara mengikuti dan memberikan masukan demi terselenggaranya kepemimpinan yang sempurna.
Al-Fatihah yang harus dibaca dalam setiap shalat memiliki pesan cinta kasih yang begitu mendalam.
Dimulai dari basmalah, terdapat kata-kata ar-Rahmaan dan ar-Rahiim yang semuanya berarti "kasih sayang", hingga ayat terakhir, ghairi al-maghdlubi 'alaihim wala ad-dhalin (bukan jalan orang-orang yang zalim) adalah pesan cinta Tuhan yang mesti dipraktikkan manusia.
Sehingga dari sini, jika saja dalam kehidupan nyata selalu ada nada-nada cinta yang muncul dan dipraktikkan oleh setiap individu kepada siapa pun, dipastikan kehidupan akan berjalan dengan baik.
Kemungkaran tidak terjadi di mana-mana.
Sementara sujud menjadi bagian penting dalam shalat juga memiliki makna yang luas dalam kehidupan nyata.
Dalam sujud dapat diambil hikmah bahwa setiap orang harus mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang tidak memiliki apa-apa, tidak patut untuk merasa "paling" dari yang lain.
Manusia harus merasa dirinya adalah hina sehingga dapat tunduk kepada Tuhan-nya dan menghormat kepada sesama.
Di akhir shalat ada salam.
Ini adalah isyarat bahwa seseorang yang telah mengerjakan shalat yang notabene diperuntukkan bagi Tuhannya, harus memulai bersosial, menebar keselamatan kepada siapa pun.
Jika dalam shalat seseorang bisa khusyuk, melaksanakan syarat rukunnya dengan baik serta mengingat kepada Allah dengan penuh ketawaduan, serta setelah shalat dapat menebar salam serta bisa menerjemahkan proses shalat ke dalam kehidupan nyata, maka kesalehan kepada Tuhan dan kesalehan kepada sesama akan terwujud.
Sehingga dari sini shalat yang dijadikan tanhaa 'anil fahsyaai wal munkar akan terwujud.
Related Results
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Takhrij Hadis Larangan Shalat Setelah Shalat ashar
Shalat merupakan ibadah paling utama yang diwajibkan bagi setiap muslim. Dalam al-Qur’an dan hadis banyak dalil yang menerangkan perintah agar manusia mendirikan shalat. Dalam prak...
Waktu waktu sholat
Waktu waktu sholat
Ibadah shalat merupakan dasar dan tiang agama yaitu pekerjaan yang menghubungkan antaraseorang hamba dengan rabbnya sebagai ungkapan rasa syukur kepada zat yang telah menghidupi da...
Konsep Pendidikan Shalat pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Hadis
Konsep Pendidikan Shalat pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Hadis
Shalat is the second pillar of Islam after the declaration of faith and serves as the foundation for spiritual and moral formation. However, many adolescents neglect shalat due to ...
Hubungan antara Pengetahuan Shalat dengan Keterampilan Gerakan dan Bacaan Shalat
Hubungan antara Pengetahuan Shalat dengan Keterampilan Gerakan dan Bacaan Shalat
Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif yang terdiri dari pengetahuan shalat sebagai variabel bebas, dan variabel terikatnya yaitu keterampilan gerakan dan bacaan shalat.Tu...
REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN PENYEBAB TERPUTUSNYA SHALAT
REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN PENYEBAB TERPUTUSNYA SHALAT
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang tepat, apresiatif dan akomodatif terhadap hadis tentang terputusnya shalat karena melintasnya anjing, keledai dan wanita. S...
Pembelajaran Praktikum Shalat oleh Guru PAI pada Anak Disabilitas Tuna Rungu melalui Media Gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat
Pembelajaran Praktikum Shalat oleh Guru PAI pada Anak Disabilitas Tuna Rungu melalui Media Gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran praktikum shalat oleh guru PAI pada anak disabilitas tuna rungu melalui media gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Bara...
ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA TEKS HIKAYAT MIKRAJ RASULULLAH
ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA TEKS HIKAYAT MIKRAJ RASULULLAH
This study aims to: (a) present the description of the text of the Hikayat Mikraj Rasulullah, (b) present the form of Arabic-Malay script transfer to the Latin script of the Hikaya...
MENGQADHA SHALAT DALAM PERSPEKTIF FIQH ISLAM
MENGQADHA SHALAT DALAM PERSPEKTIF FIQH ISLAM
Shalat merupakan rukun Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat. Shalat memiliki kedudukan yang sangat penting bagi Islam, sehingga Rasu>lulla>h s}allalla>hu ‘alaihi ...

