Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Dasar untuk Difabel di Sukoharjo, Jawa Tengah
View through CrossRef
Exclusive operations in health services remains a common practice on primary health services in Indonesia, particularly in the First Level Health Facility. This form of services was incapable of covering the need for people with disability (PwD) towards adequate health services. Prerequisite facilities were not available nor accessible for the disabled in need of health treatment. This research was aimed at depicting friendly health services for people with disability at the Puskesmas level. This research looked at several factors, including the need for PwD, assessment of facility provision, evaluating policy support, also support from family and Disabled People Organisation (DPO) to ensure adequate services for PwD. This study is qualitative research with in-depth interviews, observations, and literature reviews, data collection methods. Research sites were three Puskesmas in Sukoharjo, Central Java. The result shows that PwD’s needs on primary health services in Puskesmas include physical accessibility, health worker’s ability to understand them and proper health insurance. DPO in Sukoharjo had actively supported disability rights. DPO and local government had also been working together in the improvement of health services for PwD. However, the three Puskesmas were in the process of improving their supporting facilities. The refurbishment followed building accessibility guidelines from the Ministry of Public Works. This study was a pilot project on inclusive primary health services in Sukoharjo.
Abstrak
Pola-pola non inklusif masih sering ditemui pada pelayanan kesehatan dasar di Indonesia, khususnya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Bentuk layanan itu tidak dapat mengakomodir kebutuhan difabel terhadap pelayanan kesehatan yang memadai. Kebutuhan seperti aksesibilitas fisik masih belum tersedia dan dapat diakses oleh difabel yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran pelayanan kesehatan yang ramah bagi difabel pada tingkat Puskesmas. Penelitian ini melihat pada faktor kebutuhan difabel akan pelayanan kesehatan, mengevaluasi ketersediaan pelayanan kesehatan dan faktor dukungan kebijakan, serta melihat faktor dukungan dari keluarga dan organisasi difabel dalam memastikan kebutuhan difabel akan pelayanan kesehatan yang memadai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di tiga Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan penelusuran literatur terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan difabel pada pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas meliputi aksesibilitas fisik, kemampuan petugas dalam memahami dan jaminan kesehatan yang tepat. Organisasi Difabel di Sukoharjo secara aktif mengadvokasi hak difabel kepada pemerintah setempat. Sinergi yang baik terbangun di antara kedua belah pihak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan untuk difabel. Sarana dan prasarana penunjang yang lebih aksesibel masih dalam proses peningkatan pada ketiga Puskesmas yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Pembangunan tersebut dilakukan dengan mengikuti petunjuk teknis aksesibilitas gedung. Ini merupakan pilot project pembangunan Puskesmas ramah-difabel di Sukoharjo.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Title: Peningkatan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Dasar untuk Difabel di Sukoharjo, Jawa Tengah
Description:
Exclusive operations in health services remains a common practice on primary health services in Indonesia, particularly in the First Level Health Facility.
This form of services was incapable of covering the need for people with disability (PwD) towards adequate health services.
Prerequisite facilities were not available nor accessible for the disabled in need of health treatment.
This research was aimed at depicting friendly health services for people with disability at the Puskesmas level.
This research looked at several factors, including the need for PwD, assessment of facility provision, evaluating policy support, also support from family and Disabled People Organisation (DPO) to ensure adequate services for PwD.
This study is qualitative research with in-depth interviews, observations, and literature reviews, data collection methods.
Research sites were three Puskesmas in Sukoharjo, Central Java.
The result shows that PwD’s needs on primary health services in Puskesmas include physical accessibility, health worker’s ability to understand them and proper health insurance.
DPO in Sukoharjo had actively supported disability rights.
DPO and local government had also been working together in the improvement of health services for PwD.
However, the three Puskesmas were in the process of improving their supporting facilities.
The refurbishment followed building accessibility guidelines from the Ministry of Public Works.
This study was a pilot project on inclusive primary health services in Sukoharjo.
Abstrak
Pola-pola non inklusif masih sering ditemui pada pelayanan kesehatan dasar di Indonesia, khususnya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Bentuk layanan itu tidak dapat mengakomodir kebutuhan difabel terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.
Kebutuhan seperti aksesibilitas fisik masih belum tersedia dan dapat diakses oleh difabel yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran pelayanan kesehatan yang ramah bagi difabel pada tingkat Puskesmas.
Penelitian ini melihat pada faktor kebutuhan difabel akan pelayanan kesehatan, mengevaluasi ketersediaan pelayanan kesehatan dan faktor dukungan kebijakan, serta melihat faktor dukungan dari keluarga dan organisasi difabel dalam memastikan kebutuhan difabel akan pelayanan kesehatan yang memadai.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Penelitian dilaksanakan di tiga Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan penelusuran literatur terkait.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan difabel pada pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas meliputi aksesibilitas fisik, kemampuan petugas dalam memahami dan jaminan kesehatan yang tepat.
Organisasi Difabel di Sukoharjo secara aktif mengadvokasi hak difabel kepada pemerintah setempat.
Sinergi yang baik terbangun di antara kedua belah pihak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan untuk difabel.
Sarana dan prasarana penunjang yang lebih aksesibel masih dalam proses peningkatan pada ketiga Puskesmas yang menjadi fokus dalam penelitian ini.
Pembangunan tersebut dilakukan dengan mengikuti petunjuk teknis aksesibilitas gedung.
Ini merupakan pilot project pembangunan Puskesmas ramah-difabel di Sukoharjo.
Related Results
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DIFABEL
PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DIFABEL
Anak difabel adalah anak yang memiliki kemampuan berbeda dari anak pada umunya, namun kenyataannya masyarakat masih memandang difabel sebagai anak yang “cacat”. Sehingga, hal ini b...
EDHAYA SUKOHARJO PEMADATAN OLEH M.TH. SRI MULYANI
EDHAYA SUKOHARJO PEMADATAN OLEH M.TH. SRI MULYANI
<p><span>Tari <span><em>Bedhaya Sukoharjo </em><span>garap padat merupakan bentuk tari <span><em>bedhaya </em><span>yang...
Difabel Merajut Asa Berdaya: Pendekatan Strategis Pemberdayaan Difabel oleh Yayasan Pensil Waja Banua Kota Banjarmasin
Difabel Merajut Asa Berdaya: Pendekatan Strategis Pemberdayaan Difabel oleh Yayasan Pensil Waja Banua Kota Banjarmasin
Yayasan Pensil Waja Banua merupakan sebuah lembaga yang menjalankan program pemberdayaan bagi kaum difabel di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekat...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
TANTANGAN PEMILIH DIFABEL DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN SERENTAK 2020 DI TENGAH PANDEMI COVID-19
TANTANGAN PEMILIH DIFABEL DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN SERENTAK 2020 DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Penelitian ini membahas tantangan pemilihan inklusif bagi pemilih difabel pada Pemilihan Serentak tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19, studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. ...
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA KAUM DIFABEL DALAM BERWIRAUSAHA PADA PAGUYUBAN DIFABEL WARSAMUNDUNG, DESA NGABLAK, KECAMATAN SRUMBUNG, KABUPATEN MAGELANG
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA KAUM DIFABEL DALAM BERWIRAUSAHA PADA PAGUYUBAN DIFABEL WARSAMUNDUNG, DESA NGABLAK, KECAMATAN SRUMBUNG, KABUPATEN MAGELANG
Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena lain yang lebih unthoucable, bahwa di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penyandang difabel yang cukup besar dan seb...
Difa City Tour dan Pemenuhan Kebutuhan Wisata Difabel
Difa City Tour dan Pemenuhan Kebutuhan Wisata Difabel
Various sectors seem to ignore the existence of persons with disabilities, including the tourism industry. The majority of tourist destinations have not provided accessible facilit...

