Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Difabel Merajut Asa Berdaya: Pendekatan Strategis Pemberdayaan Difabel oleh Yayasan Pensil Waja Banua Kota Banjarmasin

View through CrossRef
Yayasan Pensil Waja Banua merupakan sebuah lembaga yang menjalankan program pemberdayaan bagi kaum difabel di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan strategis yang diterapkan oleh Yayasan Pensil Waja Banua, serta keberhasilan-keberhasilan yang dicapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa difabel yang menjadi sasaran program Yayasan Pensil Waja Banua belum mencapai tingkat berdaya yang sepenuhnya, atau masih berada pada proses merajut asa berdaya. Pendekatan strategis yang diterapkan oleh Yayasan Pensil Waja Banua telah mencakup lingkup enabling, empowering dan protecting. Wujud enabling terlihat pada: penggalian dan motivasi pengembangan potensi difabel; serta, program sahabat difabel, program video layanan dan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi (kespro) bagi anak difabel. Sedangkan wujud empowering terlihat pada program pelatihan bahasa isyarat dan pelatihan kewirausahaan. Adapun protecting diwujudkan melalui pendampingan pada difabel. Program-program pemberdayaan yang dilakukan telah mampu berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan para difabel yang diperlukan untuk mengembangkan usaha, serta telah berimplikasi pada peningkatan pendapatan pada sebagian difabel yang diberdayakan. Namun masih terdapat kelemahan, yakni kurangnya program tindak lanjut dan monitoring pasca program pada difabel yang menjadi sasaran program. Dari segi penerapan prinsip pemberdayaan, Yayasan Pensil Waja Banua telah berupaya menerapkan prinsip kesetaraan dan partisipatif, namun dominasi fasilitator belum mampu dihindari sepenuhnya, terutama pada tahap perencanaan program. Sehingga difabel yang diberdayakan masih cenderung mendudukkan dirinya sebatas sasaran program, atau belum menunjukkan adanya inisiatif pada aspek-aspek tertentu yang merupakan fondasi dalam mewujudkan masyarakat berdaya.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Difabel Merajut Asa Berdaya: Pendekatan Strategis Pemberdayaan Difabel oleh Yayasan Pensil Waja Banua Kota Banjarmasin
Description:
Yayasan Pensil Waja Banua merupakan sebuah lembaga yang menjalankan program pemberdayaan bagi kaum difabel di Kota Banjarmasin.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan strategis yang diterapkan oleh Yayasan Pensil Waja Banua, serta keberhasilan-keberhasilan yang dicapai.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa difabel yang menjadi sasaran program Yayasan Pensil Waja Banua belum mencapai tingkat berdaya yang sepenuhnya, atau masih berada pada proses merajut asa berdaya.
Pendekatan strategis yang diterapkan oleh Yayasan Pensil Waja Banua telah mencakup lingkup enabling, empowering dan protecting.
Wujud enabling terlihat pada: penggalian dan motivasi pengembangan potensi difabel; serta, program sahabat difabel, program video layanan dan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi (kespro) bagi anak difabel.
Sedangkan wujud empowering terlihat pada program pelatihan bahasa isyarat dan pelatihan kewirausahaan.
Adapun protecting diwujudkan melalui pendampingan pada difabel.
Program-program pemberdayaan yang dilakukan telah mampu berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan para difabel yang diperlukan untuk mengembangkan usaha, serta telah berimplikasi pada peningkatan pendapatan pada sebagian difabel yang diberdayakan.
Namun masih terdapat kelemahan, yakni kurangnya program tindak lanjut dan monitoring pasca program pada difabel yang menjadi sasaran program.
Dari segi penerapan prinsip pemberdayaan, Yayasan Pensil Waja Banua telah berupaya menerapkan prinsip kesetaraan dan partisipatif, namun dominasi fasilitator belum mampu dihindari sepenuhnya, terutama pada tahap perencanaan program.
Sehingga difabel yang diberdayakan masih cenderung mendudukkan dirinya sebatas sasaran program, atau belum menunjukkan adanya inisiatif pada aspek-aspek tertentu yang merupakan fondasi dalam mewujudkan masyarakat berdaya.

Related Results

MAKNA SIMBOLIS TRADISI MAPPAOLI BANUA PADA MASYARAKAT BANUA KAIYANG MOSSO PROVINSI SULAWESI BARAT
MAKNA SIMBOLIS TRADISI MAPPAOLI BANUA PADA MASYARAKAT BANUA KAIYANG MOSSO PROVINSI SULAWESI BARAT
AbstrakMappaoli banua  merupakan  tradisi ritual pada masyarakat  Banua Kaiyang Mosso di Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat. Mappaoli banua  bertujuan untuk mengobati dan me...
Management of Myeloproliferative Neoplasms during Pregnancy: A Systematic Review
Management of Myeloproliferative Neoplasms during Pregnancy: A Systematic Review
Abstract Introduction: Myeloproliferative neoplasms (MPN) include essential thrombocythemia (ET), polycythemia vera (PV) and primary m...
KEGIATAN MERAJUT DARI HOBI MENJADI PELUANG USAHA PADA UNIT USAHA KULTURA
KEGIATAN MERAJUT DARI HOBI MENJADI PELUANG USAHA PADA UNIT USAHA KULTURA
In recent years, knitting has become a popular activity in the community. Knitting can be used as an activity to relieve stress, reduce anxiety and increase concentration focus. Th...
Understanding Architectural Tectonics to Prevent Extinction: an Empirical Study of Banua Layuk Mamasa, Indonesia
Understanding Architectural Tectonics to Prevent Extinction: an Empirical Study of Banua Layuk Mamasa, Indonesia
Banua layuk architecture has distinctive characteristics that describe complex architectural tectonics in both technical and artistic aspects. Tectonics is an art in construction t...
PENGATURAN KEKAYAAN YAYASAN DITINJAU DARI PASAL 6 UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN
PENGATURAN KEKAYAAN YAYASAN DITINJAU DARI PASAL 6 UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN
Undang-Undang tentang Yayasan keberadaannya hingga saat ini menimbulkan kritik dari berbagai kalangan, karena terdapat beberapa pasal yang dianggap berbeda dengan praktek/pelaksana...
TANTANGAN PEMILIH DIFABEL DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN SERENTAK 2020 DI TENGAH PANDEMI COVID-19
TANTANGAN PEMILIH DIFABEL DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN SERENTAK 2020 DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Penelitian ini membahas tantangan pemilihan inklusif bagi pemilih difabel pada Pemilihan Serentak tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19, studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. ...
Nilai-nilai Karakter pada Kumpulan Cerita Pendek Anak Banua
Nilai-nilai Karakter pada Kumpulan Cerita Pendek Anak Banua
Setiap karya sastra mengandung nilai-nilai yang bersumber dari agama, tradisi, budaya, dan kebangsaan. Karya sastra berkaitan erat dengan pendidikan karakter. Karya sastra merupaka...
Difa City Tour dan Pemenuhan Kebutuhan Wisata Difabel
Difa City Tour dan Pemenuhan Kebutuhan Wisata Difabel
Various sectors seem to ignore the existence of persons with disabilities, including the tourism industry. The majority of tourist destinations have not provided accessible facilit...

Back to Top