Javascript must be enabled to continue!
Rokok Dan Hipertensi
View through CrossRef
Hypertension was one of the non-communicable diseases that may cause death in Indonesia. Through Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK), the public health centers conduct home visits to collect family’s health status, such as risk factors and health outcomes involving smoking and hypertension. This study investigates the correlation of smoking and hypertension in two heath centers to the lowest and highest healthy family index (IKS) in Metro City, Lampung Province. The data analysis used multiple logistic regression. The results indicated Puskemas Mulyojati had 11.18% of people diagnosed with hypertension, while Puskesmas Iringmulyo had 5.14%. More smokers were higher in Mulyojati (27.30%) than those in Iringmulyo (23.38%). The proportion of smokers with hypertension in Mulyojati was 2.40% (OR 0.70; 95%CI 0.59-0.84; p 0.006) and in Iringmulyo was 1.09% (OR 0.87 95%CI 0.66-1.14; p 0.115). In Mulyojati, the odds of smokers contracting hypertension was 0.56 times lower than the non-smokers (95%CI 0.44-0.71; p <0,000); meanwhile, the smoking-hypertension relationship in Iringmulyo was not significant despite a bigger odds ratio (OR 0.83, 95%CI 0.59-1.17; p 0.293.) As a recommendation, both Puskesmas promote campaigns for a smoke-free movement, smoke-free areas and smoking cessation counseling to reduce the prevalence of hypertension.
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian di Indonesia. Melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), puskesmas melakukan kunjungan rumah dan mengumpulkan data profil kesehatan keluarga, meliputi faktor risiko dan kejadian penyakit termasuk kebiasaan merokok dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi di dua puskesmas yang memiliki Indeks Keluarga Sehat (IKS) terendah dan tertinggi di Kota Metro, Provinsi Lampung. Data dianalisis dengan regresi logistik berganda. Sebanyak 11,18% orang di Puskesmas Mulyojati didiagnosis hipertensi, sedangkan Puskesmas Iringmulyo sebesar 5,14%. Perokok lebih banyak ditemukan di Puskemas Mulyojati (27,30%) daripada di Puskesmas Iringmulyo (23,38%). Proporsi orang yang merokok dan didiagnosis hipertensi di Puskesmas Mulyojati sebanyak 2,40% (OR 0,70; IK 95% 0,59-0,84; p 0,000) sedangkan di Puskesmas Iringmulyo 1,09% (OR 0,87; IK 95% 0,66-1,14; p 0,325). Odd rasio orang merokok untuk mengidap hipertensi 0,56 kali dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dengan hasil signifikan (IK 95% 0,44-0,71; p <0,000) di Puskesmas Mulyojati. Di Puskesmas Iringmulyo, meskipun odd rasionya sebesar 0,83, namun hasilnya tidak signifikan (IK 95% 0,59-1,17; p 0,293). Kedua Puskesmas disarankan untuk melakukan kampanye gerakan tanpa asap rokok, area bebas rokok dan konseling berhenti merokok untuk menurunkan prevalensi hipertensi.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Title: Rokok Dan Hipertensi
Description:
Hypertension was one of the non-communicable diseases that may cause death in Indonesia.
Through Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK), the public health centers conduct home visits to collect family’s health status, such as risk factors and health outcomes involving smoking and hypertension.
This study investigates the correlation of smoking and hypertension in two heath centers to the lowest and highest healthy family index (IKS) in Metro City, Lampung Province.
The data analysis used multiple logistic regression.
The results indicated Puskemas Mulyojati had 11.
18% of people diagnosed with hypertension, while Puskesmas Iringmulyo had 5.
14%.
More smokers were higher in Mulyojati (27.
30%) than those in Iringmulyo (23.
38%).
The proportion of smokers with hypertension in Mulyojati was 2.
40% (OR 0.
70; 95%CI 0.
59-0.
84; p 0.
006) and in Iringmulyo was 1.
09% (OR 0.
87 95%CI 0.
66-1.
14; p 0.
115).
In Mulyojati, the odds of smokers contracting hypertension was 0.
56 times lower than the non-smokers (95%CI 0.
44-0.
71; p <0,000); meanwhile, the smoking-hypertension relationship in Iringmulyo was not significant despite a bigger odds ratio (OR 0.
83, 95%CI 0.
59-1.
17; p 0.
293.
) As a recommendation, both Puskesmas promote campaigns for a smoke-free movement, smoke-free areas and smoking cessation counseling to reduce the prevalence of hypertension.
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian di Indonesia.
Melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), puskesmas melakukan kunjungan rumah dan mengumpulkan data profil kesehatan keluarga, meliputi faktor risiko dan kejadian penyakit termasuk kebiasaan merokok dan hipertensi.
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi di dua puskesmas yang memiliki Indeks Keluarga Sehat (IKS) terendah dan tertinggi di Kota Metro, Provinsi Lampung.
Data dianalisis dengan regresi logistik berganda.
Sebanyak 11,18% orang di Puskesmas Mulyojati didiagnosis hipertensi, sedangkan Puskesmas Iringmulyo sebesar 5,14%.
Perokok lebih banyak ditemukan di Puskemas Mulyojati (27,30%) daripada di Puskesmas Iringmulyo (23,38%).
Proporsi orang yang merokok dan didiagnosis hipertensi di Puskesmas Mulyojati sebanyak 2,40% (OR 0,70; IK 95% 0,59-0,84; p 0,000) sedangkan di Puskesmas Iringmulyo 1,09% (OR 0,87; IK 95% 0,66-1,14; p 0,325).
Odd rasio orang merokok untuk mengidap hipertensi 0,56 kali dibandingkan dengan orang yang tidak merokok dengan hasil signifikan (IK 95% 0,44-0,71; p <0,000) di Puskesmas Mulyojati.
Di Puskesmas Iringmulyo, meskipun odd rasionya sebesar 0,83, namun hasilnya tidak signifikan (IK 95% 0,59-1,17; p 0,293).
Kedua Puskesmas disarankan untuk melakukan kampanye gerakan tanpa asap rokok, area bebas rokok dan konseling berhenti merokok untuk menurunkan prevalensi hipertensi.
Related Results
Sekilas PR Sukun
Sekilas PR Sukun
Sekilas PR SukunBerawal dari klobot, salah satu jenis rokok khas Indonesia yang terbuat dari kulit jagung sebagai pembungkus tembakau, Pabrik Rokok Sukun kini telah dikenal sebagai...
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Persepsi Masyarakat Kota Magelang Terhadap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Anak Dengan Riwayat Orang Tua Perokok
Merokok sudah menjadi hal lazim yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Baik itu dari kalangan anak-anak maupun orang tua. Banyak orang yang merokok di dekat anggota keluargany...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang ...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
Hubungan Kepatuhan Diit Hipertensi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia
Hubungan Kepatuhan Diit Hipertensi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia
Hipertensi atau biasa disebut “Silent Killer” tanpa disadari dapat menyebabkan kematiankarena merupakan penyakit yang terkadang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda dan dapatterj...
Perbandingan Destruksi Septum Alveolar Pasca Paparan Rokok Tembakau dan Rokok Elektrik
Perbandingan Destruksi Septum Alveolar Pasca Paparan Rokok Tembakau dan Rokok Elektrik
Abstract. Cigarettes are divided into two types, tobacco cigarettes and electronic cigarettes. Tobacco cigarettes are cylindrical products that consumed by inhaling smoke. Electron...
Perbedaan Derajat Ansietas antara Penyandang Hipertensi Belum Terkontrol dengan yang Terkontrol
Perbedaan Derajat Ansietas antara Penyandang Hipertensi Belum Terkontrol dengan yang Terkontrol
Abstract: Hypertension and anxiety are among the group of the most common chronic disease worldwide, and according to numerous studies they are oftentimes associated each other. Pa...
GAMBARAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RST. DR. ASMIR SALATIGA
GAMBARAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RST. DR. ASMIR SALATIGA
Peningkatan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik ≥140 mmHg/ ≥90 mmHg setelah dua kali pengukuran secara terpisah dapat disebut sebagai hipertensi. Pengobatan hiperten...

